Dark Game

Dark Game
54. Kematian Raja Ren


__ADS_3

Raja Ren terlihat gusar, ia tidak menyangka serangannya dapat ditahan dengan mudah oleh Reynal. Ia kemudian bersembunyi pada salah satu ruangan di atas puncak menara ketiga. menurutnya tempat itu cukup aman dan terlindungi.


Namun perkiraannya salah besar, setelah setengah jam bersembunyi akhirnya seseorang mengetuk pintu ruangannya. Satu kali, dua kali, tiga kali, orang itu mengetuk sampai pada ketiga kalinya tapi Raja Ren tetap saja tidak ingin membuka ataupun beranjak dari tempatnya.


“Aku sudah melindungi tempat ini dengan energi sihir ku yang terakhir, kali ini dia pasti tidak akan bisa menembusnya” bisiknya seraya menenangkan hati.


Sebuah ledakan terjadi, pintu ruangan terbuka dan menampilkan seorang pemuda dengan tatapan kosong. “Kaisar Poppey? Dari mana saja kau, aku sudah lama menunggu.” Raja Ren berubah menjadi sangat gembira, pikirnya bantuan besar telah datang.


Poppey hanya menunjukkan tatapan kosong kepadanya, ia bahkan tidak mengucapkan sepatah kata apapun kepada Raja Ren. “Kau tidak apa apa kan?” raja Ren berjalan mendekati Poppey untuk memastikan.


Jarak antara dirinya dan Poppey kini hanya selangkah, ia memperhatikan keadaan Poppey dari atas hingga kebawah. “Kau terlihat baik baik saja, lebih baik kau bantu pasukan kita dibawah” ia bermaksud untuk berbalik kembali ketempatnya namun seketika sebuah hantaman yang cukup kuat mengenainya.

__ADS_1


Raja Ren terhempas ketembok, darah mengucur dari pelipisnya “ Apa yang terjadi...” sebelum ia dapat menyelesaikan kalimatnya puluhan pedang cahaya melesat kearahnya, dengan tenaganya saat ini ia hanya mampu menahan beberapa pedang cahaya sementara yang lain berhasil mengenai beberapa bagian tubuhnya.


“Poppey cepat bantu aku, kita diserang. Aku bingung bagaimana mereka bisa menemukanku dengan sangat cepat” raja Ren jatuh terduduk sambil memulihkan beberapa luka kecil, sedangkan tiga luka besar yang terlihat cukup dalam belum dapat ia atasi.


Poppey tidak bermaksud untuk menyerang ataupun tidak membantu Ren tetapi dirinya memang tidak dapat lagi untuk melakukannya. Ia telah meninggal dan menjadi bagian dari pasukan Undied milik Reynal, yang tersisa dari dirinya hanyalah tubuh dan kekuatannya saja.


Pikiran serta emosi yang ia miliki telah hilang dan dikendalikan oleh Reynal. Hanya perasaan yang ia miliki saat ini yaitu mengabdi pada Reynal serta membunuh dan membunuh.


“Apa yang kau lakukan?” timpalnya berusaha untuk menyingkirkan Poppey dari jalan.


“Magic Elf : Light Sword” sebuah pedang cahaya berukuran besar terbentuk pada tangan kanan Poppey, sekali lagi ia menatap Raja Ren dengan tatapan kosong lalu dengan cepat menusuknya.

__ADS_1


“Ah” teriak Ren ketika pedang cahaya menusuk tepat pada jantungnya, sakit yang teramat sangat segera menjalar pada seluruh tubuh. Pedang cahaya itu kemudian menghilang dan membuat darah segar merembes keluar


“Fire Magic” Raja Ren mengeluarkan sihir elemen api yang sangat besar, api itu segera membakar seluruh ruangan. Dengan kondisinya yang seperti ini membuatnya tidak dapat bergerak dan menyerang Poppey dengan benar, terpaksa ia harus membakar seluruh bagian tempat ini agar Poppey juga ikut tewas.


“Apa yang kau lakukan bodoh” Ren terjatuh dengan memegangi bagian dadanya, ia berusaha untuk menutupi dan mengobati lukanya namun detak jantung miliknya terasa mulai melemah dan akhirnya terhenti.


Raja Ren sempat melihat Poppey dengan kemarahan sebelum ia meninggal. Poppey tidak memperdulikannya, ia lebih memilih untuk berjalan keluar dan kembali untuk membunuh semua musuh yang ia temui.


Kekuatannya tidak lagi terbatas pada energi, sebab ia telah menjadi Undied seluruh tubuhnya telah berubah dan tidak memiliki batasan. Undied yang telah mencapai tingkat Galaksi keatas semasa hidupnya akan mengalami perkembangan secara terus menerus ketika ia telah menjadi Undied.


__ADS_1


__ADS_2