Dark Game

Dark Game
33


__ADS_3

Riana terkekeh mendengar Reynal mengakui kemampuanya, “Memang


di puji oleh seorang ahli berbeda dengan orang biasa!”


Reynal tidak dapat menahan tawanya mendengar candaan Riana. “Kau


mau mengubah topik atau bagaimana huh?”


“Baiklah” kata Riana menghentikan tawanya. Ia kemudian


menceritakan bahwa dirinya hanyalah seorang pemain biasa ketika mereka


dipindahkan ke dunia Soun.


“Awalnya saya sangat ketakutan dan memilih bersembunyi di


sebuah hutan di kekaisaran Elver. Namun saya tidak akan mengira jika tindakan


saya hari itu justru mengubah hidup saya yang biasa- biasa menjadi cukup kuat.”


Riana tidak menyangka jika hutan yang ia tinggali


bersembunyi itu adalah tempat tinggal dari seorang pendekar yang sangat kuat. Pendekar


itu merupakan salah satu guru mulia dari elver Empire. Kekuatannya saat itu


adalah terkuat kedua setelah kaisar.


Tentu dengan kekuatan seperti itu, ia memiliki jabatan


seimbang dengan tuan Benjamin di kekaisaran Humanie sekarang. Namun karena


beberapa hal, ia diusir oleh kaisar dan dihukum mengasingkan diri di hutan


kramat kekaisaran peri.


“Hari itu saya sedang mencari kelinci dihutan tapi kemudian


saya tidak sengaja melewati sebuah gubuk kecil. Karena merasa tidak ada yang


tinggal disana, saya kemudian menggunakan gubuk itu sebagai tempat tinggal


namun kemudian guru itu datang dan memarahi saya karena telah tinggal di


tempatnya tanpa izin.” Riana terus bercerita panjang lebar.


Reynal mendengarkan cerita Riana merasa sedikit tertarik. Ia


awalnya akan menyuruh Riana berhenti ketika ia telah bosan mendengarkan cerita

__ADS_1


Riana namun ia tidak percaya jika semakin lama, Reynal semakin hanyut dalam


cerita Riana.


Riana tentu memiliki kemampuan bercerita yang baik, ia mampu


membuat Reynal hanyut dalam ceritanya menandakan bahwa wanita itu memiliki


bakat dalam bercerita.


Singkat cerita, guru itu melihat kasihan pada Riana dan


hanya menghukum wanita itu dengan membersihkan tempatnya selama puluhan tahun. Awalnya


Riana menolak namun mengingat situasinya saat ini, ia segera menyetujuinya.


Dan mulai hari itu Riana bekerja di gubuk guru hebat itu. Setiap


pagi ia menyapu, lalu menyiram tanaman dan bahkan menyiapkan sarapan dan


makanan untuk guru besar. Kadang sang guru juga memberikannya beberapa petunjuk


untuk menaikkan kekuatannya.


Dan tak terasa 2 tahun sudah Riana bersama dengan guru itu. Hubungan


Riana menjadi murid karena mendapati bakat wanita itu tidak kalah dengan jenius


rata- rata.


Namun kemudian sang guru dipanggil oleh kaisar Elver. Kali


ini Riana menunggu gurunya namun kemudian ia menemukan gurunya tidak kembali


setelah 6 bulan lamanya membuat Riana menjadi cemas.


Walau tahu gurunya sangat kuat namun tetap saja sebagai


murid dan juga Riana sudah menganggap guru itu sebagai ayah angkatnya di dunia


ini memiliki rasa cemas dan khawatir.


“Satu tahun guru tidak kembali, saya berniat untuk keluar


dari hutan dan mencarinya. Namun setelah sampai di kota kekaisaran Elver, saya


menerima berita jika guru besar telah tewas dibunuh oleh seorang pendekar demi


mempertahankan kekaisaran.” Riana terlihat sedih ketika menceritakan bagian

__ADS_1


tersebut. Matanya sudah sedikit berkaca- kaca menandakan sebentar lagi air matanya


akan menetes jatuh.


“Dan saat itu kau sangat terpukul dan mendapati kekuatanmu


bangkit karena kesedihan itu kan?” sambung Reynal.


“Kau tahu kelanjutannya jadi saya tidak akan bercerita


lagi!” Riana kembali memasang senyumnya. Walau wajahnya masih terlihat begitu


sedih namun tangannya dengan sigap mengusap kedua matanya untuk mengeringkan


air mata yang hampir jatuh.


“Apa kau pernah mencoba untuk mencari tahu siapa pendekar


yang membunuh gurumu itu?... Mungkin kau bisa mengetahui maksud dan tujuannya


membunuh gurumu atau mungkin kau bisa membalas dendam padanya!” Reynal memberi


saran. Ia tahu jika Riana pasti selalu terbebani dengan pikiran itu karena


sejujurnya ia juga merasakan hal membebani pikirannya selama ini.


Pikirannya untuk mengalahkan Hell Memoth dan merebut batu


Waktu yang dapat membawanya kembali ke dunia aslinya. Walau ia tahu ketika ia


kembali, ia tidak akan bisa merasakan kehangatan keluarga disana seperti di


Akademi Beladiri.


“Saya sudah beberapa kali mencoba mencari tahu informasinya


namun seakan kekaisaran menutup mata. Itu sebabnya saya nekat mengikuti


pertarungan 100 pendekar terkuat hanya untuk mencari informasi tentang pembunuh


guruku!” jawab Riana.


Reynal tidak lagi berkata apa- apa setelah mendengar jawaban


Riana. Ia melanjutkan pelatihannya dan tidak sadar memasuki kondisi sempurna.


Ia tentu tidak menyadari Riana yang saat ini sedang menatapnya sambil tersenyum


kecil. Tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh Riana saat itu.

__ADS_1


__ADS_2