
“Raungan Kematian!”
Black Soul
mengeluarkan raungan kemarahannya, Teknik ini sebenarnya adalah Teknik yang
tidak berguna untuk para pendekar yang memiliki kekuatan setara atau lebih
tinggi dengannya. Namun jika menghadapi lawan yang memiliki tingkatan lebih
rendah maka Teknik ini adalah Teknik yang dapat diandalkan.
Walaupun Reynal kini
dapat mengimbangi kekautan dari para pendekar semesta namun kekuatan murninya
hanya pada lapisan 3 yang jauh berbeda dengan Black Soul yang telah mencapai
pendekar dewa puncak.
“Ahh!!” wajah Reynal
menjadi pucat karena sakit yang ia rasakan tidak dapat ia tahan lagi.Ia jatuh
terduduk dengan tubuh lemas.
Walaupun Teknik ini
terlihat sangat hebat namun terdapat kelemahan yang cukup besar ketika
menggunakannya. Ketika seorang menggunakannya seperti Black Soul, maka Black
Soul akan dalam keadaan lemah dan tidak bisa melawan musuh yang menyerangnya.
Inilah sebabnya Reynal
terus berusaha untuk mengendalikan undiednya menyerang Black Soul, namun Reynal
dapat merasakan kekuatannya ditekan yang membuat menggerakkan tubuhnya saja
sudah sangat sulit.
15 menit kemudian,
Black Soul masih menggunakan Teknik tersebut yang membuktikan ia masih memiliki
banyak energi yang tersisa setela melawan Golem Giant. Reynal disisi lain kini
hanya bisa terbaring lemas tidak berdaya, ia merasakan rasa sakit yang kuat
dalam waktu yang cukup lama membuatnya sedikit mati rasa.
__ADS_1
Sekarang bahkan
melirik sekalipun sulit untuk ia lakukan, dengan gumaman pelan Reynal berkata
“Apakah ini adalah hari terakhirku? Apakah ini adalah takdir kematianku, mati
ditangan Black Soul?!”
Reynal sedikit
tersenyum pahit, ia bahkan tidak dapat mengalahkan seorang kuasa mutlak Hell Memoth.
Bagaimana nantinya ketika Akademi Beladiri mengumumkan perang besar pada Hell
Memoth?
“Dari awal, kesempatan
saya untuk mengambil batu waktu dari tangan Hell Memoth sangatlah mustahil!,
Untuk dapat Kembali ke dunia nyata hanyalah mimpi belaka”
Usai berkata seperti
itu, Reynal menutup matanya. Ia merasa tidak lagi memiliki harapan. “Perjuangan
telah selesai” ucapnya sebelum kesadarannya melemah. Setelah itu satu persatu
undied yang dikendalikan oleh Reynal mulai menghilang karena tidak adanya
Disisi lain Black Soul
juga telah sangat lemah, tubuhnya telah dipaksa untuk mencapai batasnya kali
ini. Kekuatannya telah jauh berkurang dari beberapa jam yang lalu. Namun ia
masih tersenyum senang, “Kalian, Akademi Beladiri ingin menyerang kami tanpa
bayaran? Hari ini di tanganku, Black Soul, Pemimpin Suci kalian yang dikatakan
paling kuat telah mati dengan cara mengenaskan!” ucapnya dengan penuh keangkuhan.
Black Soul kemudian mendekati Reynal yang sudah
tidak sadarkan diri. Ia mengambil salah satu pedang yang tergeletak disana lalu
segera menancapkan pedang tersebut tepat dikepala Reynal.
Tapi tanpa diduga,
sebuah aura yang kuat menyelimuti dirinya membuat pedang yang hanya berjarak
__ADS_1
satu centi meter dari kepala Reynal terlempar dari tangannya. Wajah pucat Black
Soul menjadi lebih ketakutan.
Ia dapat merasakan
aura yang kuat itu tidak lain adalah milik dari seorang pendekar dewa Bumi.
“Tidak!” Black Soul berteriak ketakutan, ia ingin melarikan diri dari tempat
itu namun sebuah tangan yang tak terlihat memegangnya dengan erat membuat usaha
melarikan diri Black Soul sia- sia.
Black Soul menggigit
bibirnya karena tidak cepat membunuh Reynal dan melarikan diri dari sana. Ia
mencoba berbagai sihir jiwa untuk menyerang namun dapat dilihat sekuat apapun
dan sebanyak apapun sihir yang ia miliki saat ini tidak mampu untuk melukai
atau bahkan menggores seorang dewa Bumi.
Sebuah tangan tak
terlihat juga mengangkat tubuh Reynal dengan pelan. Black Soul tersenyum pahit,
ia ingin menggigit lidahnya untuk bunuh diri namun sayang seolah dew aitu
membaca pikiran Black Soul dan membuat wajahnya menjadi kaku dalam sekejap.
Black Soul dapat
merasakan wajahnya kaku, ia berusaha untuk melirik namun matanya tidak
merespon. Ia mencoba menggerakkan mulutnya namun sayang seolah itu bukanlah
bagian dari tubuhnya sendiri.
Tiba- tiba pendekar
dewa itu tertawa seram, tawanya begitu menyeramkan membuat Black Soul merinding
gemetaran. Black Soul dapat mengatakan bahwa seumur hidupnya, ia dapat
mengatakan bahwa tawa tersebut adalah tawa terseram yang pernah ia dengarkan.
Reynal yang juga telah
kehilangan kesadaran tanpa diduga di bawah alam sadarnya mendengarkan tawa yang
__ADS_1
tidak pernah ia ingin dengarkan. Tawa yang sangat mirip dengan tawa hantu di
dunia nyata, Kuntilanak.