Dark Game

Dark Game
479


__ADS_3

“Raungan Kematian!”


Black Soul


mengeluarkan raungan kemarahannya, Teknik ini sebenarnya adalah Teknik yang


tidak berguna untuk para pendekar yang memiliki kekuatan setara atau lebih


tinggi dengannya. Namun jika menghadapi lawan yang memiliki tingkatan lebih


rendah maka Teknik ini adalah Teknik yang dapat diandalkan.


Walaupun Reynal kini


dapat mengimbangi kekautan dari para pendekar semesta namun kekuatan murninya


hanya pada lapisan 3 yang jauh berbeda dengan Black Soul yang telah mencapai


pendekar dewa puncak.


“Ahh!!” wajah Reynal


menjadi pucat karena sakit yang ia rasakan tidak dapat ia tahan lagi.Ia jatuh


terduduk dengan tubuh lemas.


Walaupun Teknik ini


terlihat sangat hebat namun terdapat kelemahan yang cukup besar ketika


menggunakannya. Ketika seorang menggunakannya seperti Black Soul, maka Black


Soul akan dalam keadaan lemah dan tidak bisa melawan musuh yang menyerangnya.


Inilah sebabnya Reynal


terus berusaha untuk mengendalikan undiednya menyerang Black Soul, namun Reynal


dapat merasakan kekuatannya ditekan yang membuat menggerakkan tubuhnya saja


sudah sangat sulit.


15 menit kemudian,


Black Soul masih menggunakan Teknik tersebut yang membuktikan ia masih memiliki


banyak energi yang tersisa setela melawan Golem Giant. Reynal disisi lain kini


hanya bisa terbaring lemas tidak berdaya, ia merasakan rasa sakit yang kuat


dalam waktu yang cukup lama membuatnya sedikit mati rasa.

__ADS_1


Sekarang bahkan


melirik sekalipun sulit untuk ia lakukan, dengan gumaman pelan Reynal berkata


“Apakah ini adalah hari terakhirku? Apakah ini adalah takdir kematianku, mati


ditangan Black Soul?!”


Reynal sedikit


tersenyum pahit, ia bahkan tidak dapat mengalahkan seorang kuasa mutlak Hell Memoth.


Bagaimana nantinya ketika Akademi Beladiri mengumumkan perang besar pada Hell


Memoth?


“Dari awal, kesempatan


saya untuk mengambil batu waktu dari tangan Hell Memoth sangatlah mustahil!,


Untuk dapat Kembali ke dunia nyata hanyalah mimpi belaka”


Usai berkata seperti


itu, Reynal menutup matanya. Ia merasa tidak lagi memiliki harapan. “Perjuangan


telah selesai” ucapnya sebelum kesadarannya melemah. Setelah itu satu persatu


undied yang dikendalikan oleh Reynal mulai menghilang karena tidak adanya


Disisi lain Black Soul


juga telah sangat lemah, tubuhnya telah dipaksa untuk mencapai batasnya kali


ini. Kekuatannya telah jauh berkurang dari beberapa jam yang lalu. Namun ia


masih tersenyum senang, “Kalian, Akademi Beladiri ingin menyerang kami tanpa


bayaran? Hari ini di tanganku, Black Soul, Pemimpin Suci kalian yang dikatakan


paling kuat telah mati dengan cara mengenaskan!”  ucapnya dengan penuh keangkuhan.


Black  Soul kemudian mendekati Reynal yang sudah


tidak sadarkan diri. Ia mengambil salah satu pedang yang tergeletak disana lalu


segera menancapkan pedang tersebut tepat dikepala Reynal.


Tapi tanpa diduga,


sebuah aura yang kuat menyelimuti dirinya membuat pedang yang hanya berjarak

__ADS_1


satu centi meter dari kepala Reynal terlempar dari tangannya. Wajah pucat Black


Soul menjadi lebih ketakutan.


Ia dapat merasakan


aura yang kuat itu tidak lain adalah milik dari seorang pendekar dewa Bumi.


“Tidak!” Black Soul berteriak ketakutan, ia ingin melarikan diri dari tempat


itu namun sebuah tangan yang tak terlihat memegangnya dengan erat membuat usaha


melarikan diri Black Soul sia- sia.


Black Soul menggigit


bibirnya karena tidak cepat membunuh Reynal dan melarikan diri dari sana. Ia


mencoba berbagai sihir jiwa untuk menyerang namun dapat dilihat sekuat apapun


dan sebanyak apapun sihir yang ia miliki saat ini tidak mampu untuk melukai


atau bahkan menggores seorang dewa Bumi.


Sebuah tangan tak


terlihat juga mengangkat tubuh Reynal dengan pelan. Black Soul tersenyum pahit,


ia ingin menggigit lidahnya untuk bunuh diri namun sayang seolah dew aitu


membaca pikiran Black Soul dan membuat wajahnya menjadi kaku dalam sekejap.


Black Soul dapat


merasakan wajahnya kaku, ia berusaha untuk melirik namun matanya tidak


merespon. Ia mencoba menggerakkan mulutnya namun sayang seolah itu bukanlah


bagian dari tubuhnya sendiri.


Tiba- tiba pendekar


dewa itu tertawa seram, tawanya begitu menyeramkan membuat Black Soul merinding


gemetaran. Black Soul dapat mengatakan bahwa seumur hidupnya, ia dapat


mengatakan bahwa tawa tersebut adalah tawa terseram yang pernah ia dengarkan.


Reynal yang juga telah


kehilangan kesadaran tanpa diduga di bawah alam sadarnya mendengarkan tawa yang

__ADS_1


tidak pernah ia ingin dengarkan. Tawa yang sangat mirip dengan tawa hantu di


dunia nyata, Kuntilanak.


__ADS_2