Dark Game

Dark Game
212. Guild Pisau Keramat


__ADS_3

Reynal berlari keluar menyusul penjaga Luck dan Jack setelah ia memastikan kondisi gadis pelayan itu baik- baik saja. Namun Reynal tidak dapat menutup mulutnya ketika ia melihat apa yang telah terjadi diluar penginapan.


Terdapat sepuluh mayat dengan keadaan yang mengenaskan dan penuh darah memenuhi halaman penginapan yang tergolong kecil itu. Yang mengherankan adalah setelah diperiksa lebih teliti oleh Luck dan Jack ternyata sepuluh mayat tersebut adalah mayat para pendekar.


“Para pendekar ini memiliki kekuatan yang tinggi, tidak untuk membunuh mereka semua dalam waktu yang singkat. Terlebih walau tergolong cukup mengenaskan namun mereka terlihat dibunuh dengan sangat rapih, seolah sang pembunuh memiliki kemampuan yang tinggi dan cukup berpengalaman.” Ucap Penjaga Luck setelah memeriksa beberapa mayat.


“Benar... Pemimpin Suci, sebaiknya kita segera pergi dari kota ini, aku memiliki firasat buruk tentang ini. Akan sangat merepotkan jika ternyata dalam kota ini terdapat pendekar yang berniat buruk pada anda dengan kekuatan yang tinggi.” Tambah penjaga Jack.


Reynal terdiam cukup lama, awalnya ia berpikiran sama dengan kedua penjaga Suci, namun setelah dipikir kembali akan sangat berbahaya bagi mereka jika harus melanjutkan perjalanan dengan energi yang belum cukup.


“Aku akan memikirkannya setelah menanyakan hal yang sebenarnya terjadi pada gadis itu, kalian lebih baik mempercepat pemulihan energi kalian.” Reynal meninggalkan keduanya lalu kembali menuju pada gadis pelayan.


Gadis itu terlihat lebih baik dari sebelumnya, walau wajahnya masih terlihat pucat. Wajar saja jika ia seperti itu, gadis mana yang dapat menahan dirinya untuk tidak pingsan setelah melihat pekelahian dan pembunuhan dihadapannya secara tiba- tiba.

__ADS_1


“Aku ingin kau menceritakan semua yang terjadi!” pinta Reynal.


Gadis itu terlihat menguatkan diri, seolah memaksanya untuk kembali mengingat kejadian sebelumnya yang membuatnya mual dan pingsan. Setelah sedikit tenang barulah ia menceritakan kejadian tersebut pada Reynal.


“Sewaktu kalian telah memasuki kamar, saya saat itu sedang membersihkan ruangan tamu namun segerombolan pendekar mulai memasuki penginapan dengan cara yang kurang baik. Namun sebelum saya menanyakan maksud kedatangan mereka, salah satu dari mereka mulai memintaku untuk menyerahkan seluruh uang dan penghasilan yang telah saya dapatkan hari ini. Saya tentu menolaknya tetapi mereka mulai memancarkan aura yang mengerikan, lebih mengerikan dari aura mereka berdua” ucap gadis itu sambil menunjuk penjaga Luck dan Jack.


“Lalu bagamana mereka semua tewas dengan mudah?” tanya penjaga Luck, tentu ia juga menyadari salah satu dari sepuluh mayat tersebut terdapat seorang pendekar Semesta lapisan tiga.


“Saya berusaha untuk berteriak namun seolah suara yang saya miliki tidak dapat dikeluarkan. Terakhir yang dapat saya ingat adalah pria tua itu mendekat dan memberikan sebuah koin emas milik kalian yang telah diambil.” Tutup gadis itu.


Ketiganya segera mengangguk paham, penjaga Luck segera meminta Reynal agar segera melanjutkan perjalanannya setelah mengetahui pendekar tua yang diceritakan oleh gadis itu adalah seorang pendekar yang memiliki kekuatan setidaknya berada pada tingkat Semesta lapisan empat.


“Apa kau mengetahui nama pria tua itu dan sepuluh pendekar lainnya?” tanya Reynal

__ADS_1


“Sepuluh pendekar itu memakai pakaian sebuah tempat di kota ini yang disebut sebagai guild. Aku tidak mengetahui pasti tapi menurut penduduk sekitar, guild itu bernama Pisau Keramat, salah satu kelompok yang paling berpengaruh di kota ini. Sedangkan pendekar tua itu aku tidak mengenalnya dan sepertinya dia bukanlah penduduk asli kota ini”


“Guild Pisau Keramat? Sepertinya aku pernah mendengar guild ini tapi itu jauh sebelum aku memasuki Akademi Beladiri.” Tandas penjaga Jack.


“Baiklah, kita akan segera berangkat namun sebelum itu aku tidak ingin mencelakai gadis ini. aku tidak menjamin jika guild yang dikenal sebagai Pisau Keramat itu tidak datang kemari menuntuk balas pada gadis yang tidak tahu apa- apa ini.” Reynal mengeluarkan tiga buah kertas jimat tingkat Semesta dari sakunya lalu memberikan kertas jimat tersebut pada gadis itu.


“Ini adalah kertas jimat, aku tidak dapat memberikan hal lain yang lebih baik dari ini.” Reynal kemudian menyentuhkan tangannya pada salah satu urat nadi yang terletak disalah satu tangan gadis pelayan itu.


“Aku memberikanmu pemahaman dan sedikit energi untuk menggunakan kertas ini. gunakanlah dengan baik!”


Gadis itu merasakan sebuah aliran energi yang cukup aneh mengalir pada tubuhnya. Aliran itu perlahan menghilang dan menyatu pada tubuh gadis pelayan. “Terimakasih pendekar” gadis itu menunduk hormat pada Reynal.


“Aku akan melanjutkan perjalananku, terimakasih atas pelayanannya” Reynal memberikan tiga keping emas lainnya pada gadis itu sebelum ia pergi meninggalkan penginapan bersama dengan penjaga Jack dan Luck.

__ADS_1


__ADS_2