
“Tetua Fengtian, kekhawatiran itu adalah hal yang bagus! di dalam perang, akan selalu ada kejadian yang tak terduga selain itu kekhawatiran adalah sebuah perasaan yang timbul akibat perasaan cemas yang berlebih oleh sesuatu yang bahkan belum tentu terjadi.
Memiliki kekhawatiran adalah hal yang bagus karena dengan begitu kita akan tetap waspada dan tidak pernah merasakan kemenangan yang terlalu cepat.”
“Banyak peperangan yang telah terjadi, beberapa diantara mereka berakhir dengan telak, beberapa berakhir dengan imbang dan beberapa berakhir dengan kejutan. Diantara yang terakhir, adalah disebabkan oleh hilangnya rasa khawatir.
Mereka merasa kemenangan telah berada ditangan mereka sehingga mereka tidak lagi menjadi waspada, pada saat itu ketika musuh mengeluarkan kartu as mereka, pasukan itu tidak memiliki kesempatan untuk melawan dan menyebabkan keadaan mereka berbalik dalam sepersekian detik. “
“Sebab itu apapun yang terjadi nantinya jika kita telah memenangkan dan berhasil menghabisi pasukan musuh, kita harus tetap waspada sebab kita tidak tahu apakah musuh menyimpan rencana rahasia atau kartu tersembunyi.”
Tetua Parsi memberikan sarannya. Tetua Fengtian mengangguk paham, ia telah mencerna dan memahami nasehat dari tetua Parsi. Tepat ketika keduanya ingin kembali ke tempat peristirahatan, seorang pendekar Dewa yang tidak lain adalah salah satu tetua Tinggi dibawah asuhan Parsi mendekat dengan wajah muram.
__ADS_1
Tetua Parsi melihat bawahannya memiliki wajah muram segera merasakan sesuatu yang buruk, ia segera bertanya mengenai hal yang terjadi.
“Pasukan kerajaan Night telah mengambil tindakan! mereka telah bergerak dalam jumlah yang cukup besar kearah kota Kirin. Diantara mereka, terdapat dua orang pendekar dewa lapisan 3 yang tidak lain adalah jendral Kambing dan jendral macan” tetua tinggi itu menjelaskan.
“Persiapkan pasukan pada pangkalan militer kota Kirin, pastikan terdapat 5 hingga 10 pendekar dewa disana. Perintahkan untuk menahan pasukan musuh selama mungkin, saya akan segera kesana” tetua Parsi berkata.
Tetua Tinggi itu mengangguk dan segera mengeluarkan alat komunikasi jarak jauh, dari alat itulah ia mendapatkan informasi pergerakan tentara kerajaan. Segera ia memberitahukan perintah tetua Parsi pada seorang di seberang.
Jauh dari sana tepatnya di kota Kirin, keadaan para pasukan Akademi dalam keadaan siap bertempur. Walau Akademi Beladiri telah mengirimkan pasukan pertahanan gelombang pertama setiap pangkalan kecil sekitar 3 ribu orang, namun menghadapi pasukan lebih dari 10 ribu orang adalah hal yang berat.
Kota Kirin mungkin merupakan kota kecil sama seperti 3 lainnya, namun mereka memiliki beberapa aliran sungai yang jernih serta penghasil pangan terbesar diwilayah itu. Bagi jendral Kambing dan Macan menyerang kota Kirin sebagai tujuan pertamanya tidak lain adalah untuk merebut sumber pangan itu dari tangan Akademi Beladiri.
__ADS_1
Pangkalan kecil kota Kirin hanya berisi 3 ribu pendekar dengan pendekar dewa hanya berjumlah belasan orang. Ada 4 orang pendekar dewa lapisan 3 dipasukan itu, mereka adalah penjaga Suci Akademi Beladiri.
Walau mereka ada 4, namun mereka sama sekali tidak merasa tenang sebab lawan yang dihadapi oleh mereka adalah 2 jendral besar kerajaan. Sosok lawannya memiliki posisi dan pengalaman yang lebih tinggi dibandingkan mereka.
“Kita tidak boleh takut, walau mungkin jumlah mereka lebih banyak namun jumlah pendekar dewa dan semesta yang kita miliki lebih banyak. Kita akan menahan jendral Kambing dan Macan dengan masing- masing dua orang. Sementara yang lainnya akan menghabisi pasukan dengan cepat!” seorang dari keempatnya berkata.
“Itu benar! Kita hanya ditugaskan untuk menahan mereka sampai tetua Parsi datang. Mungkin mustahil bagi kita untuk mengalahkan atau membunuh keduanya tapi jika hanya menahan mereka maka itu mungkin” Jawab seorang lainnya.
Dua orang lainnya saling berpandangan sebelum mengangguk setuju, mereka kemudian menjelaskan rencana pada para pasukan.
Diluar, kedua jendral kerajaan Night belum melakukan serangan karena mereka masih memikirkan cara untuk menembus formasi pertahanan yang dipasang oleh Akademi Beladiri. Meski itu tidak sekuat formasi pertahanan yang ada di pangkalan militer namun itu masih cukup untuk menahan pendekar dewa lapisan 2 dan 3 selama beberapa waktu. Ini cukup untuk memberikan waktu pada pasukan pertahanan untuk menyusun rencananya.
__ADS_1