
Sementara itu jauh beratus- ratus kilometer dari Akademi
Beladiri, atau lebih tepatnya di kota kekaisaran Humanie, Eternie. Reynal mendapati
seorang yang tengah bersembunyi di Lorong tepat didepan kamar pangeran mahkota
Karlos.
“Politik tidak sehat! Baik itu di bumi atau di dunia Soun
selalu saja ada. Inilah yang membuat politik menjadi buruk dimata rakyat,
padahal sebenarnya jika dilakukan dengan persaingan sehat maka politik akan
terlihat baik bagi negara maupun rakyat”
Reynal yakin jika orang yang bersembunyi itu tidak lain
adalah pembunuh yang disewa oleh saingan pangeran Mahkota. Ia dapat merasakan
sedikit niat membunuh disana.
Lagipula Reynal pernah diceritakan oleh pangeran ke tujuh,
Alex bahwa untuk menjadi Pangeran Mahkota, ke 10 pangeran dari Humanie Empire
harus saling menjatuhkan satu sama lain dengan segala macam cara.
“Jika diingat- ingat, saingan terberat dari pangeran Mahkota
adalah pangeran Hesgon! Ia adalah pangeran kedua yang kekuatan dan pengaruhnya
yang paling tinggi setelah pangeran Karlos.”
Tiba- tiba di tengah pikiran Reynal, pemuda itu mendapat
sebuah ide untuk menjebak sang pembunuh. Idenya tidak lain adalah membuatnya
menyamar menjadi pangeran mahkota lalu berlari keluar memancing sang pembunuh
menjauh dari sana.
Setelah itu Reynal akan mudah menyadari keberadaan sang
pembunuh jika berada di luar ruangan.
Cat: Dan satu lagi orang yang akan terjebak di dalam
perangkat tokoh utama yang licik. Entah mengapa penulis suka sekali
menggambarkan tokoh utama Reynal dengan sifat licik yang kejam. Itu sama sekali
berbeda jauh dengan tokoh utama di novel lain yang memiliki sifat polos, baik
hati, dan di penuhi dengan cinta kasih.
__ADS_1
~~
Singkat cerita, Reynal berhasil menyamar menjadi pangeran
Mahkota, ia menggunakan salah satu pakaian mewah yang diberikan ia miliki. Ia
kemudian berpura- pura keluar dari sana lalu berjalan menuju ruangan lainnya
yang kosong.
Di dalam ruangan tersebut, terdapat sebuah jendela yang
cukup besar, dibutuhkan 3 orang dewa untuk berdiri disana untuk memenuhi
jendela tersebut. Reynal berpura-pura menikmati keindahan malam dari jendela
padahal sebenarnya ia saat ini sedang memperhatikan keadaan sekitarnya.
Tak lama Reynal dapat merasakan hawa keberadaan orang lain
disana dipenuhi dengan niat membunuh yang kuat. Reynal diam- diam tersenyum kecil.
Senyumnya tentu tidak dapat dilihat oleh orang yang bersembunyi disana.
Rupanya pembunuh tersebut tidak begitu sabar, ia dengan
cepat keluar dari persembunyiannya. Renal sendiri tertawa dalam hati
melihatnya, ia tidak lupa berakting seakan pangeran Mahkota yang terkejut dan
Reynal melihat pembunuhnya tidak lain adalah seorang pemuda
dengan wajah yang dapat dikatakan mirip dengan idol korea yang banyak digemari
oleh kalangan wanita di bumi. Tubuhnya yang tinggi serta kuli putih dan rambut
yang berwarna serasi dengan kulitnya. Tentu dengan sebuah pisau kecil
ditangannya.
Pemuda itu tersenyum melihat pembunuh yang ingin menghabisi
pangeran Mahkota Karlos memiliki kekuatan setara dengan pendekar Galaksi Awal,
yang mana bahkan jika ia menyerang Pangeran Karlos yang aslipun, ia tetap tidak
akan bisa membunuhnya. Sebab pangeran Karlos memiliki kekuatan Pendekar Semesta
lapisan awal yang mana beberapa tingkat lebih tinggi dibandingkan dengannya.
Meski begitu, Reynal sedikit mengagumi kemampuan bersembunyi
pemuda satu ini. Ia jelas sangat terlatih bahkan Reynal yang memiliki insting
yang tidak kalah dengan pendekar papan atas juga tidak dapat merasakan
__ADS_1
keberadaannya dengan jelas.
Reynal ingin bertanya pada pemuda itu, namun pemuda itu
nampaknya tidak mendengarkan dan segera menyerang Reynal dengan pisau
ditangannya.
Gerakannya sangat cepat jika dibandingkan pendekar Galaksi
puncak sekalipun namun dimata Reynal tentunya gerakan tersebut tidak lebih dari
gerakan biasa yang tidak cepat sama sekali. Merasa tidak perlu membuatnya lebih
lama, Reynal kemudian menggunakan Magic Aura Art miliknya dan melepaskan
kekuatan setara dengan pendekar dewa lapisan awal. (disini reynal menekan kekuatannya agar tidak
terlalu besar)
Pembunuh itu segera merasakan gravitasi di dlam ruangan itu
meningkat tajam dan membuat tubuhnya seketika runtuh dan tidak dapat bergerak. Ia
menatap Reynal tidak percaya. Dengan usaha yang sulit ia kemudian berbicara
“Kau bukan Pangeran ******** itu! Kau bukan dia!”
Reynal kembali terkejut, ia dapat merasakan pembunuh itu
memiliki amarah dan emosi dalam ucapannya. Seolah pangeran Karlos adalah musuh
terbesarnya ketika ia menyebut pangeran Karlos dengan ********.
Pemuda itu ingin mendekati sang pembunuh yang kini tidak
lagi dapat bergerak, namun kemudian Reynal tiba- tiba merasakan perasaan bahaya
yang kuat. Tepat ketika ia ingin bergerak mundur, Reynal merasakan sebuah pisau
menusuk punggungnya cukup dalam.
“Siapa kau sebenarnya?” sebuah suara serak datang dari
belakang membuat Reynal begitu tidak siap. Ia kini menyadari jika pembunuhnya
tidak hanya satu dan juga mereka cukup pintar dan ahli.
Reynal dengan cepat menggunakan Magic Aura Art miliknya
sekali lagi membuat pembunuh yang menusuknya dari belakang terpental mengenai
tembok ruangan. Reynal tidak membuang waktu dan segera mengambil pembunuh yang
pertama lalu kemudian meloncat dari jendela. Ia terbang dengan cepat tanpa
__ADS_1
memperdulikan lukanya.