Dark Game

Dark Game
9


__ADS_3

Sementara itu jauh beratus- ratus kilometer dari Akademi


Beladiri, atau lebih tepatnya di kota kekaisaran Humanie, Eternie. Reynal mendapati


seorang yang tengah bersembunyi di Lorong tepat didepan kamar pangeran mahkota


Karlos.


“Politik tidak sehat! Baik itu di bumi atau di dunia Soun


selalu saja ada. Inilah yang membuat politik menjadi buruk dimata rakyat,


padahal sebenarnya jika dilakukan dengan persaingan sehat maka politik akan


terlihat baik bagi negara maupun rakyat”


Reynal yakin jika orang yang bersembunyi itu tidak lain


adalah pembunuh yang disewa oleh saingan pangeran Mahkota. Ia dapat merasakan


sedikit niat membunuh disana.


Lagipula Reynal pernah diceritakan oleh pangeran ke tujuh,


Alex bahwa untuk menjadi Pangeran Mahkota, ke 10 pangeran dari Humanie Empire


harus saling menjatuhkan satu sama lain dengan segala macam cara.


“Jika diingat- ingat, saingan terberat dari pangeran Mahkota


adalah pangeran Hesgon! Ia adalah pangeran kedua yang kekuatan dan pengaruhnya


yang paling tinggi setelah pangeran Karlos.”


Tiba- tiba di tengah pikiran Reynal, pemuda itu mendapat


sebuah ide untuk menjebak sang pembunuh. Idenya tidak lain adalah membuatnya


menyamar menjadi pangeran mahkota lalu berlari keluar memancing sang pembunuh


menjauh dari sana.


Setelah itu Reynal akan mudah menyadari keberadaan sang


pembunuh jika berada di luar ruangan.


Cat: Dan satu lagi orang yang akan terjebak di dalam


perangkat tokoh utama yang licik. Entah mengapa penulis suka sekali


menggambarkan tokoh utama Reynal dengan sifat licik yang kejam. Itu sama sekali


berbeda jauh dengan tokoh utama di novel lain yang memiliki sifat polos, baik


hati, dan di penuhi dengan cinta kasih.

__ADS_1


~~


Singkat cerita, Reynal berhasil menyamar menjadi pangeran


Mahkota, ia menggunakan salah satu pakaian mewah yang diberikan ia miliki. Ia


kemudian berpura- pura keluar dari sana lalu berjalan menuju ruangan lainnya


yang kosong.


Di dalam ruangan tersebut, terdapat sebuah jendela yang


cukup besar, dibutuhkan 3 orang dewa untuk berdiri disana untuk memenuhi


jendela tersebut. Reynal berpura-pura menikmati keindahan malam dari jendela


padahal sebenarnya ia saat ini sedang memperhatikan keadaan sekitarnya.


Tak lama Reynal dapat merasakan hawa keberadaan orang lain


disana dipenuhi dengan niat membunuh yang kuat. Reynal diam- diam tersenyum kecil.


Senyumnya tentu tidak dapat dilihat oleh orang yang bersembunyi disana.


Rupanya pembunuh tersebut tidak begitu sabar, ia dengan


cepat keluar dari persembunyiannya. Renal sendiri tertawa dalam hati


melihatnya, ia tidak lupa berakting seakan pangeran Mahkota yang terkejut dan


Reynal melihat pembunuhnya tidak lain adalah seorang pemuda


dengan wajah yang dapat dikatakan mirip dengan idol korea yang banyak digemari


oleh kalangan wanita di bumi. Tubuhnya yang tinggi serta kuli putih dan rambut


yang berwarna serasi dengan kulitnya. Tentu dengan sebuah pisau kecil


ditangannya.


Pemuda itu tersenyum melihat pembunuh yang ingin menghabisi


pangeran Mahkota Karlos memiliki kekuatan setara dengan pendekar Galaksi Awal,


yang mana bahkan jika ia menyerang Pangeran Karlos yang aslipun, ia tetap tidak


akan bisa membunuhnya. Sebab pangeran Karlos memiliki kekuatan Pendekar Semesta


lapisan awal yang mana beberapa tingkat lebih tinggi dibandingkan dengannya.


Meski begitu, Reynal sedikit mengagumi kemampuan bersembunyi


pemuda satu ini. Ia jelas sangat terlatih bahkan Reynal yang memiliki insting


yang tidak kalah dengan pendekar papan atas juga tidak dapat merasakan

__ADS_1


keberadaannya dengan jelas.


Reynal ingin bertanya pada pemuda itu, namun pemuda itu


nampaknya tidak mendengarkan dan segera menyerang Reynal dengan pisau


ditangannya.


Gerakannya sangat cepat jika dibandingkan pendekar Galaksi


puncak sekalipun namun dimata Reynal tentunya gerakan tersebut tidak lebih dari


gerakan biasa yang tidak cepat sama sekali. Merasa tidak perlu membuatnya lebih


lama, Reynal kemudian menggunakan Magic Aura Art miliknya dan melepaskan


kekuatan setara dengan pendekar dewa lapisan awal.  (disini reynal menekan kekuatannya agar tidak


terlalu besar)


Pembunuh itu segera merasakan gravitasi di dlam ruangan itu


meningkat tajam dan membuat tubuhnya seketika runtuh dan tidak dapat bergerak. Ia


menatap Reynal tidak percaya. Dengan usaha yang sulit ia kemudian berbicara


“Kau bukan Pangeran ******** itu! Kau bukan dia!”


Reynal kembali terkejut, ia dapat merasakan pembunuh itu


memiliki amarah dan emosi dalam ucapannya. Seolah pangeran Karlos adalah musuh


terbesarnya ketika ia menyebut pangeran Karlos dengan ********.


Pemuda itu ingin mendekati sang pembunuh yang kini tidak


lagi dapat bergerak, namun kemudian Reynal tiba- tiba merasakan perasaan bahaya


yang kuat. Tepat ketika ia ingin bergerak mundur, Reynal merasakan sebuah pisau


menusuk punggungnya cukup dalam.


“Siapa kau sebenarnya?” sebuah suara serak datang dari


belakang membuat Reynal begitu tidak siap. Ia kini menyadari jika pembunuhnya


tidak hanya satu dan juga mereka cukup pintar dan ahli.


Reynal dengan cepat menggunakan Magic Aura Art miliknya


sekali lagi membuat pembunuh yang menusuknya dari belakang terpental mengenai


tembok ruangan. Reynal tidak membuang waktu dan segera mengambil pembunuh yang


pertama lalu kemudian meloncat dari jendela. Ia terbang dengan cepat tanpa

__ADS_1


memperdulikan lukanya.


__ADS_2