Dark Game

Dark Game
309. Menjebak Embert 2


__ADS_3

Belasan bola yang diselimuti api membara mendekati rombongan


Embert dengan cepat. Dari serangan tersebut saja telah mampu membakar puluhan


pohon dalam hutan dengan hitungan menit.


Namun sayangnya serangan tersebut hanya mampu membuat


beberapa helaian rambut Embert berkibar akibat angin panasnya. Tidak ada


satupun dari serangan yang mampu melukai mereka. Senyum percaya diri terpancar


keluar dari wajah Embert.


“Sayang sekali, saya tahu kau belum mencapai tingkat Semesta


dan masih jauh dari itu. Sungguh masalah untuk guild Raja Nirwana jika kau


dapat tumbuh sampai tingkat yang lebih tinggi.” Embert berteriak dengan penuh


tenaga. Ia melontarkan kalimat sinis dan menjatuhkan yang bertujuan untuk


memperlemah mental pemuda itu.


“Maju dengan kecepatan penuh! Saya serahkan pada kalian


bertiga untuk menghalau seluruh serangan yang ada disini!” Embert tidak lagi


ingin membuang waktunya lebih lama. Telah seminggu berlalu namun hasilnya belum


terlihat, sebab itulah ia memerintahkan ketiga prajurit Hell Warrior untuk


menghalau semua serangan yang akan mereka terima.


Menurut Embert kekuatan serangan cukup lemah sehingga mampu


untuk prajuritnya lewati dengan mudah. Tapi sayang sekali baginya untuk


berpikiran seperti itu. Reynal memang sengaja untuk memasang beberapa jebakan


serangan yang lemah pada awal namun seiring berjalannya waktu serangan tersebut


akan semakin kuat jika berada didalam lembah lebih jauh.


Itulah kesalahan Embert kali ini, Reynal dengan senang hati


menerima kebodohan musuhnya itu dengan tangan terbuka. Semakin bodoh musuh yang


ia lawan maka akan semakin mudah baginya untuk menghabisi dan membunuh mereka.


Perlahan tapi pasti kecepatan mereka semakin melambat,


ketiga prajurit yang diperintahkan oleh Embert juga semakin kesulitan untuk


menahan serangan yang ada.


“Tuan, sepertinya jebakan yang berada di dalam semakin sulit

__ADS_1


untuk ditangani. Kami bertiga telah tidak sanggup untuk menahan serangan


selanjutnya” seru salah satu dari mereka setelah menerima luka bakar dari bola


api berukuran besar yang menghantam bagian punggungnya.


“Benar, kita harus mengubah taktik kita tuan.” Salah satu


lainnya juga memberi saran.


Embert mengangguk sebentar, ia juga cukup menyadari bahwa


perubahan setiap serangan bertambah namun itu masih bukan masalah baginya.


Sebab itu ia memilih untuk kembali menghentikan pasukannya lalu mengirim tiga


orang terkuat untuk menelusuri lembah.


Tiga prajurit tangguh telah ditunjuk, ia dipersanjatai


dengan pelindung diri yang cukup kuat dan juga beberapa senjata tingkat pusaka


untuk membantunya. Ketiganya segera berangkat ketika malam telah menjelang pada


hari itu.


“Kalian hanya untuk memantau, tidak boleh pemuda itu


mengetahui keberadaan kalian. mengerti?!”


Begitulah pesan Embert yang telah di dengar oleh Reynal


melanjutkan perjalanannya ketika malam hari dan di tengah kepungan jebakan yang


tak terhitung jumlahnya.


Karena mereka telah sepenuhnya berada dalam jebakan Reynal


sehingga apapun yang Embert dan pasukannya lakukan akan segera terpantau dan


terdengar oleh Reynal.


Setelah lima belas menit ketiga pasukan Embert memasuki


lembah, Reynal memperkirakan mereka bertiga telah sangat jauh dari jangkauan


Embert barulah ia memerintahkan seluruh pasukannya untuk mengepung ketiganya.


Ia menginginkan informasi mengenai tingkat kekuatan mereka


sebab itu Reynal membunuh kedua prajurit dan menyisakan yang paling lemah


diantara mereka.


Prajurit tersebut gemetar ketakutan segera menyadari


posisinya yang sangat tidak menguntungkan. Namun apa daya, ia telah berada

__ADS_1


dalam kepungan musuh.


“Saya tidak akan membunuhmu jika kau dapat memberikan


informasi yang saya ketahui tentang pasukan Embert.” Reynal tersenyum tenang


ketika bertanya pada tahanannya.


Prajurit itu nampak sedikit bimbang, ia tidak ingin


menghianati pasukannya namun sekarang nyawanya menjadi taruhannya. Ia tidak


ingin mati dengan cepat apalagi ditangan musuh seperti Reynal. Itulah sebabnya


setelah beberapa saat memikirkannya, ia mulai mengangguk dengan tekanan.


Reynal terkekeh pelan, tentu ia memiliki rencana untuk


Embert. Menurutnya Racun yang telah ia siapkan akan beraksi besok siang dan


segera saat itu ia akan menahan mereka semua atau membunuh beberapa lalu


melanjutkan pencarian Koin Keberuntungan.


Namun karena prajurit Embert berniat untuk berkhianat maka


ia tidak perlu khawatir. Dengan cepat Reynal menanyakan tingkat kekuatan yang


kini tersisa.


“Tersisa hanya sepuluh orang, dengan beberapa prajurit Hell


Warrior dan tiga lainnya prajurit elit yang dikembangkan oleh tuan Embert


sendiri. Sebelumnya kami bertiga merupakan prajurit elitnya yang memiliki


kekuatan terbesar disana namun setelah anda membunuh dua dari teman saya maka


yang tersisa hanyalah lebih lemah dari saya. Tuan Embert adalah satu- satunya


pengecualian.” Jawabnya dengan jelas.


Reynal menggangguk puas, lalu kembali bertanya beberapa hal


lainnya. Setelah puas berulah ia berniat untuk membebaskannya.


“Kalau begitu kau akan saya bebaskan kembali. Ingatlah untuk


tidak membocorkan hal ini pada orang lain. Dan satu lagi, jika kau berniat


untuk menjadi prajuritku maka saya akan memberimu satu hal yang pasti.”


“Apa itu tuan?”


“Kalian semua telah diracuni oleh racunku yang hebat, tidak


ada satupun yang dapat menyembuhkan kalian kecuali saya seorang. Sebab itu jika

__ADS_1


kau ingin berada dipiihakku maka kau akan mendapatkan penawarnya.”


__ADS_2