
Belasan bola yang diselimuti api membara mendekati rombongan
Embert dengan cepat. Dari serangan tersebut saja telah mampu membakar puluhan
pohon dalam hutan dengan hitungan menit.
Namun sayangnya serangan tersebut hanya mampu membuat
beberapa helaian rambut Embert berkibar akibat angin panasnya. Tidak ada
satupun dari serangan yang mampu melukai mereka. Senyum percaya diri terpancar
keluar dari wajah Embert.
“Sayang sekali, saya tahu kau belum mencapai tingkat Semesta
dan masih jauh dari itu. Sungguh masalah untuk guild Raja Nirwana jika kau
dapat tumbuh sampai tingkat yang lebih tinggi.” Embert berteriak dengan penuh
tenaga. Ia melontarkan kalimat sinis dan menjatuhkan yang bertujuan untuk
memperlemah mental pemuda itu.
“Maju dengan kecepatan penuh! Saya serahkan pada kalian
bertiga untuk menghalau seluruh serangan yang ada disini!” Embert tidak lagi
ingin membuang waktunya lebih lama. Telah seminggu berlalu namun hasilnya belum
terlihat, sebab itulah ia memerintahkan ketiga prajurit Hell Warrior untuk
menghalau semua serangan yang akan mereka terima.
Menurut Embert kekuatan serangan cukup lemah sehingga mampu
untuk prajuritnya lewati dengan mudah. Tapi sayang sekali baginya untuk
berpikiran seperti itu. Reynal memang sengaja untuk memasang beberapa jebakan
serangan yang lemah pada awal namun seiring berjalannya waktu serangan tersebut
akan semakin kuat jika berada didalam lembah lebih jauh.
Itulah kesalahan Embert kali ini, Reynal dengan senang hati
menerima kebodohan musuhnya itu dengan tangan terbuka. Semakin bodoh musuh yang
ia lawan maka akan semakin mudah baginya untuk menghabisi dan membunuh mereka.
Perlahan tapi pasti kecepatan mereka semakin melambat,
ketiga prajurit yang diperintahkan oleh Embert juga semakin kesulitan untuk
menahan serangan yang ada.
“Tuan, sepertinya jebakan yang berada di dalam semakin sulit
__ADS_1
untuk ditangani. Kami bertiga telah tidak sanggup untuk menahan serangan
selanjutnya” seru salah satu dari mereka setelah menerima luka bakar dari bola
api berukuran besar yang menghantam bagian punggungnya.
“Benar, kita harus mengubah taktik kita tuan.” Salah satu
lainnya juga memberi saran.
Embert mengangguk sebentar, ia juga cukup menyadari bahwa
perubahan setiap serangan bertambah namun itu masih bukan masalah baginya.
Sebab itu ia memilih untuk kembali menghentikan pasukannya lalu mengirim tiga
orang terkuat untuk menelusuri lembah.
Tiga prajurit tangguh telah ditunjuk, ia dipersanjatai
dengan pelindung diri yang cukup kuat dan juga beberapa senjata tingkat pusaka
untuk membantunya. Ketiganya segera berangkat ketika malam telah menjelang pada
hari itu.
“Kalian hanya untuk memantau, tidak boleh pemuda itu
mengetahui keberadaan kalian. mengerti?!”
Begitulah pesan Embert yang telah di dengar oleh Reynal
melanjutkan perjalanannya ketika malam hari dan di tengah kepungan jebakan yang
tak terhitung jumlahnya.
Karena mereka telah sepenuhnya berada dalam jebakan Reynal
sehingga apapun yang Embert dan pasukannya lakukan akan segera terpantau dan
terdengar oleh Reynal.
Setelah lima belas menit ketiga pasukan Embert memasuki
lembah, Reynal memperkirakan mereka bertiga telah sangat jauh dari jangkauan
Embert barulah ia memerintahkan seluruh pasukannya untuk mengepung ketiganya.
Ia menginginkan informasi mengenai tingkat kekuatan mereka
sebab itu Reynal membunuh kedua prajurit dan menyisakan yang paling lemah
diantara mereka.
Prajurit tersebut gemetar ketakutan segera menyadari
posisinya yang sangat tidak menguntungkan. Namun apa daya, ia telah berada
__ADS_1
dalam kepungan musuh.
“Saya tidak akan membunuhmu jika kau dapat memberikan
informasi yang saya ketahui tentang pasukan Embert.” Reynal tersenyum tenang
ketika bertanya pada tahanannya.
Prajurit itu nampak sedikit bimbang, ia tidak ingin
menghianati pasukannya namun sekarang nyawanya menjadi taruhannya. Ia tidak
ingin mati dengan cepat apalagi ditangan musuh seperti Reynal. Itulah sebabnya
setelah beberapa saat memikirkannya, ia mulai mengangguk dengan tekanan.
Reynal terkekeh pelan, tentu ia memiliki rencana untuk
Embert. Menurutnya Racun yang telah ia siapkan akan beraksi besok siang dan
segera saat itu ia akan menahan mereka semua atau membunuh beberapa lalu
melanjutkan pencarian Koin Keberuntungan.
Namun karena prajurit Embert berniat untuk berkhianat maka
ia tidak perlu khawatir. Dengan cepat Reynal menanyakan tingkat kekuatan yang
kini tersisa.
“Tersisa hanya sepuluh orang, dengan beberapa prajurit Hell
Warrior dan tiga lainnya prajurit elit yang dikembangkan oleh tuan Embert
sendiri. Sebelumnya kami bertiga merupakan prajurit elitnya yang memiliki
kekuatan terbesar disana namun setelah anda membunuh dua dari teman saya maka
yang tersisa hanyalah lebih lemah dari saya. Tuan Embert adalah satu- satunya
pengecualian.” Jawabnya dengan jelas.
Reynal menggangguk puas, lalu kembali bertanya beberapa hal
lainnya. Setelah puas berulah ia berniat untuk membebaskannya.
“Kalau begitu kau akan saya bebaskan kembali. Ingatlah untuk
tidak membocorkan hal ini pada orang lain. Dan satu lagi, jika kau berniat
untuk menjadi prajuritku maka saya akan memberimu satu hal yang pasti.”
“Apa itu tuan?”
“Kalian semua telah diracuni oleh racunku yang hebat, tidak
ada satupun yang dapat menyembuhkan kalian kecuali saya seorang. Sebab itu jika
__ADS_1
kau ingin berada dipiihakku maka kau akan mendapatkan penawarnya.”