
Salomon, pemimpin dari pihak guild Bunga Dewa memimpin pertemuan.
Ia mulai membahas mengenai strategi selanjutnya dari pihak mereka. Menurutnya
upaya penarikan diri oleh kerajaan Horsox dan Akademi Beladiri terlalu tiba-
tiba dan terlihat semacam jebakan.
Sebab itu mereka perlu berhati- hati agar tidak masuk dalam
perangkap yang dibuat oleh lawan. Namun keputusan ini segera dibantah oleh Raja
Pembunuh.
“Mereka hanya sekumpulan pengecut. Lebih baik jika kita
segera bertindak! Dengan kita disini mana mungkin Akademi Beladiri dan kerajaan
Horsox bisa bertahan? Lalu serahkan saja tugas membunuh para komandan musuh
pada saya dan anggota elit saya. Sedangkan kalian bisa menyerang para prajurit
lainnya.” Ucap Raja Pembunuh tidak sabaran.
Salomon yang mendengarnya memasang senyum menghina, “Hahaha,
sungguh lucu. Kau ingin menangani para komandan itu dengan mulut besarmu?!
Dengar baik- baik! Walau kau memiliki kekuatan untuk melakukan itu tapi jangan
pernah untuk mencobanya. Akademi Beladiri tidak sedangkal yang kau kira”
Salomon sebagai salah satu petinggi guild Bunga Dewa tentu
mengetahui beberapa hal mengenai Akademi Beladiri dengan baik. Ini karena
sewaktu Akademi Beladir membangun akarnya dalam kerajaan Zein, ia beberapa kali
bertemu dan berinteraksi dengan para anggota dan petinggi mereka.
Sejujurnya, Salomon merasakan bahwa Akademi Beladiri tidak
begitu sederhana dari kelihatannya. Ia telah melakukan pengamatan dan berhasil
membuktikan bahwa Akademi Beladiri menyimpan banyak rahasia yang tersimpan,
salah satunya adalah para ahli tersembunyi.
Menurut pengamatannya, Akademi Beladiri memiliki ahli
tersembunyi yang sangat kuat. Awalnya Salomon juga tidak ingin mempercayainya
__ADS_1
namun setelah ia mendengar keruntuhan guild besar dibawah pihak kekaisaran
setelah menyerang Akademi Beladiri barulah ia mempercayainya.
Namun untuk jumlah ahli yang mereka miliki, ia tidak
mengetahui informasinya. Selain itu, Salomon juga telah mendapatkan informasi
dari mata- mata yang ia miliki dalam kerajaan Horsox Multie bahwa pasukan serta
penjaga dari kerajaan telah berhasil meningkat dalam tingkat yang mengerikan
dan dalam waktu yang sangat singkat. Ini juga disebabkan oleh campur tangan
Akademi Beladiri.
Raja Pembunuh tersinggung dengan perkataan Salomon, wajah
dinginnya kemudian berubah menjadi tatapan membunuh yang kuat. Para komandan
lainnya segera menggigil ketakutan setelah melihat tatapan mematikan dari sang
Raja Pembunuh.
“Katakan saja kau takut, kami tidak akan menghalangimu untuk
menyerah. Hahaha” Raja Pembunuh terang- terangan, ia tertawa dengan keras
Hanya Salomon yang sepertinya tidak gentar dengant tatapan
Raja Pembunuh. Ia bahkan menatap balik dan mencibir pelan. “Dengar baik- baik,
jika kalian masih ingin tetap untuk menjalankan penyerangan ini maka saya akan
memberikan saran bahwa kalian harus berhati- hati! Saya juga akan memutuskan
untuk menarik diri dan tidak lagi ikut dalam penyerangan ini!”
Salomon segera keluar dari pembahasan dan bergegas untuk
kembali ke dalam tendanya. Ia sangat tersinggung dengan kelakuan dari Raja
Pembunuh. Menurutnya, ia sudah sangat berbaik hati untuk memberikan informasi
serta saran yang baik untuk pasukan namun malah dibalas oleh mereka dengan
tertawaan.
Sebab itu ia memutuskan untuk meninggalkan pasukan dan
berniat untuk kembali esok pagi ke markas utama guild Bunga Dewa.
__ADS_1
“Hpmh! Jika kalian tewas di tangan Akademi Beladiri maka
jangan salahkan saya!”
~~
Pagi hari, dalam sebuah gua bawah tanah, dua sosok keluar
dengan cepat. keduanya tidak lain adalah Reynal dan tetua Yin Yang.
“Tetua, apa anda yakin ingin mengatasi mereka? Saya takut
merepotkan anda” ucap Reynal sopan.
“Merepotkan? Hahah, tenang saja! Sebenarnya, saya telah lama
sekali tidak berolah raga jadi hari ini pasti akan cukup menyenangkan” tetua
Yin Yang tertawa.
“Baik, terimakasih tetua”
Selama beberapa hari bersama dengan tetua Yin Yang, Reynal
telah berhasil memahami karakter dari tetua Yin Yang. Sebab itu ia mulai
terbiasa dengan sikap dan tingkah laku beliau.
Hari ini, ia telah memutuskan untuk memberi pelajaran bagi
aliansi 4 perguruan. Dan tnetu saja Reynal tidak akan menolaknya, lagipula
kekuatan dari tetua Yin Yang sangat hebat. Ia yakin walau sendirian, tetua Yin
Yang mampu membunuh dan memberi pelajaran aliansi 4 perguruan.
Selain itu, selagi tetua Yin Yang merawat aliansi 4
perguruan. Dirinya akan memberi pelajaran guild Bunga Dewa. Bersama dengan
puluhan undied dewanya yang tela berhasil ia kumpulkan dari beberapa guild
besar serta koleksinya, Reynal yakin mampu menghadapinya.
Lagipula ia memiliki puluhan ribu undied tingkat Galaksi dan
sekitar sepuluh ribu undied tingkat Semesta. Jumlah ini saja sudah cukup
mencengangkan.
Setelah beberapa waktu, keduanya segera terbang terpisah.
__ADS_1
Reynal terbang ke arah barat dan tetua Yin Yang kearah selatan.