Dark Game

Dark Game
142


__ADS_3

Sementara ribuan pasukan Akademi Beladiri menaklukkan belasan kota dalam sekejap, sang utusan dan 2 kuasa mutlak Hell Memoth menuju  faksi Kekaisaran Humanie dengan sangat cepat. Karena kekuatan pendekar dewa bumi, mereka hanya perlu menempuh perlajanan selama beberapa jam.


Mereka menuju altar sumber daya yang dijaga oleh kuasa Mutlak Black Undied. Kuasa Mutlak Black Undied baru saja tiba namun ia menemukan altar yang menjadi tanggung jawabnya telah hancur. Terlebih terdapat banyak mayat dari para penjaga altar dan juga mayat dari pihak kekaisaran.


Wajah Black Undied suram menyadari sesuatu yang salah melihat masih terdapat formasi- formasi kerajaan disana. Kemarin, karena beberapa keperluan ia harus kembali ke guild Black Undied dan meninggalkan penjagaannya pada altar sumber daya.


Namun ia tidak menduga ketika ia tidak ada disana, sesuatu yang besar terjadi. Black Undied tahu jika berita ini diterima oleh Hell Memoth maka sang utusan akan menjatuhinya hukuman yang berat. Sebab itu ia bergegas untuk menghancurkan formasi kerajaan yang masih terpasang disana.


Tapi sayang, tepat ketika ia ingin menghancurkan formasi tersebut, suara menggelegar datang dan membuat tubuh Black Undied bergetar. Wajah Black Undied ketakutan, hanya satu orang yang dapat membuatnya seperti ini, itu tidak lain adalah sang utusan.


Segera ia berbalik dan melihat sang utusan menatapnya dengan wajah yang sangat marah, selain itu dibelakang sang utusan, ia melihat Black Dangger dan Black King menatapnya sinis.

__ADS_1


“Tuan Utusana” Black Undied segera membungkuk memberikan hormatnya pada sang utusan. Namun sebuah penjara yang terbentuk dari energi yang paling gelap dan kejam mengurungnya dan membuat Black Undied kesakitan.


Wajah Reynal sedikit berubah melihat penjara itu. Tetua Yin Yang pernah menyebutkan jika ia terluka karena Black Undied memiliki teknik aneh semacam penjara yang sangat menyulitkan.


Sang utusan tidak repot untuk melihat wajah kesakitan Black Undied, ia kesini untuk memeriksa altar sumber daya milik Hell Memoth. Namun kemarahan sekali lagi terlihat dan semakin kuat ketika sang utusan melihat puluhan mayat yang tergeletak di tanah. Dalam sekali lihat, mereka tahu jika mayat itu tidak lain berasal dari Hell Memoth dan pihak kekaisaran.


Setelah itu ketiganya dapat melihat altar Hell Memoth yang dulunya megah kini telah tersisa puing- puingnya saja dengan beberapa celah formasi unik disana.


“Formasi kekaisaran!” Black Dangger berkata dengan terkejut.


Tatapan sang utusan semakin dingin kepada Black Undied, keadaanya seperti ini jelas dugaan dan berita yang dibawakan oleh Reynal kemungkinan besar benar. Terlebih ia datang tepat ketika Black Undied ingin menghancurkan formasi itu, ini akan hanya menambah kecemasan mereka.

__ADS_1


Black Dangger menggeleng pelan sambil berbisik kearah Reynal. “Sayang sekali Black Undied melakukan hal ini. Baru saja sang utusan berniat untuk memberinya jabatan pemimpin Hell Memoth dan menaikkan kekuatannya, sayang niat sang utusan dalam hal ini sangatlah tipis untuk dilaksanakan”


Reynal terkejut mendengarnya, ia bersyukur jika rencana ini lebih dulu tiba sebelum Black Undied mendapatkan keuntungan dari sang utusan. Kemudian Reynal tidak lupa menyanjung Black Dangger, “Saya kira niat itu akan berpindah tangan, Saudara Dangger sepertinya anda akan semakin kuat setelah ini”


Mendengar itu, wajah Black Dangger seketika digantikan dengan kebahagiaan, “Hahaha... Itu benar, saya dapat merasakan tidak akan lama saya akan menjadi pendekar dewa bumi lapisan dua.”


Sementara itu, Black Undied semakin lemah karena mendapatkan siksaan dari kurungan itu. Sebuah hisapan yang kuat segera menariknya membuat Black Undied merasakan sakit yang sangat dalam waktu singkat. Ia rupanya dikendalikan oleh sang utusan.


“Saya tidak pernah menyangka jika kau akan melakukan pengkhianatan di belakangku! Sungguh sangat disayangkan waktu itu saya menyelamatkanmu di alam bawah” Sang utusan berkata, Reynal dapat melihat sedikit kilat kekecewaan di matanya.


“Pengkhianatan? tuan apakah anda salah paham?” Black Undied bingung.

__ADS_1


“Hmph! Anda tidak usah berpura- pura bingung, semua bukti mengarahkan pada pengkhianatanmu! Sungguh disayangkan jika bahkan seorang pengkhianat sepertimu juga ikut dikhianati.” Sang Utusan melempar Black Undied ke bawah dengan keras.


Suara retak tulang terdengar, Black Undied meringis. “Tuan, ini salah paham! Saya dijebak” Black Undied terlihat sangat menyedihkan, ia berlutut meminta mohon pada sang utusan.


__ADS_2