Dark Game

Dark Game
280. Pembantaian Satu Sisi


__ADS_3

“Jika Andre berada dikota kecil seperti ini maka seharusnya tidak banyak penjaga dan prajurit yang menjaganya. Jika berhasil membunuhnya malam ini maka guild Raja Nirwana tidak akan mendapatkan persembahan itu tepat waktu”


“Rey apa kau yakin kehadiran Andre disini berhubungan dengan persembahan itu?” Eliza sedikit tidak yakin, walau Reynal telah menjelaskan bahwa dalam rencana membunuh Andre ia tidak akan berpartisipasi karena kekuatannya yang sangat mudah untuk dikenali.


Walaupun Reynal memiliki kekuatan yang besar namun Eliza tidak yakin Reynal mampu mengalahkan para penjaga itu tanpa keributan. Meski Eliza pernah mendengar sepak terjang Reynal dalam berbagai kesempatan yang membuat seluruh pendekar tercengang.


Cukup lama Reynal mengintai situasi penginapan Andre, ia dapat melihat seitar sepuluh pendekar galaksi selain Andre berada disana. Serta sekitar 30 pendekar Matahari juga ikut melindungi Adre.


“Lima belas menit” ucap Reynal singkat pada Eliza sebelum ia meloncat tinggi melewati belasan atap rumah dengan mudah. Eliza ingin mengatakan sesuatu namun jarak dirinya dan Reynal telah sangat jauh.


“Dasar! Tersandung saja kau sana!”


Pandangan Eliza tertuju pada punggung Reynal yang sudah tidak terlihat lalu ia mengalihkan pandangannya menuju bulan yang saat itu sedang purnama. Cahaya bulan terpantul pada wajahnya yang cantik membuat wajah Eliza sedikit bersinar karenanya.


Jika saja para pria melihat pemandangan itu maka mereka mungkin tidak akan bisa menahan mereka untuk tidak memalingkan wajahnya. Eliza sedikit merasa aneh dengan Reynal, pemuda itu sedikitpun tidak pernah terlihat mengagumi kecantikannya membuat Eliza sedikit kesal.

__ADS_1


Pada saat mereka pertama bertemu di kota Votum, Reynal hanya menatapnya sekian detik lalu tersadar. Tatapan Reynal saat itu tidak sedikitpun mengandung kekaguman tapi justru kebingungan. Dan lagi selama mereka berjalan berdua, beberapa kali Eliza mencoba namun Reynal hanya menatapnya seperti awal.


Dari kecil Eliza selalu membuat para lawan jenis yang meandangnya kagum dan memuji kecantikannya namun Reynal belum pernah sekalipun memujinya dan berkata bahwa Eliza cantik. Jika para fans Eliza mengetahui hal ini maka mungkin Reynal akan kehilangan nyawanya saat itu juga.


Cukup lama Eliza berada posisi seperti itu sampai akhirnya sebuah suara yang akhir- akhir ini familiar ditelinganya menyapa. Eliza segera memandangi pemilik suara itu, dan betapa terkejutnya ketika ia melihat Reynal telah kembali dengan berlumuran darah pada pakaiannya.


Eliza menebak bahwa itu bukanlah darah Reynal melainkan darah dari Andre dan anggota guild Raja Nirwana yang telah ditewas ditangannya. Eliza kini menyadari bahwa cerita sepak terjang Reynal yang ia sering dengarkan bukanlah omong kosong semata.


‘Pada saat bertarung melawan saya, jika ia berniat serius saya tidak yakin dapat bertahan walau tiga detik.’ Gumam Eliza.


Reynal merasa kelompok Andre tidak begitu membuat dirinya khawatir, ia mengatakan pada Eliza bahwa ia membutuhkan waktu lima belas menit untuk mengatasi mereka. Namun perkiraannya meleset, ia bahkan mampu menyelesaikannya kurang dari itu.


Walau terdapat sepuluh pendekar Galaksi namun itu bukanlah hal yang sulit bagi Reynal. ia dengan cepat melepaskan jurus ledakan bintang jurus kelima yang jarak serangannya mencakup ruangan yang luas, dengan begitu Reynal dapat membunuh tiga sampai empat pendekar sekaligus.


Adapun Andre dan ke 30 pendekar Matahari disana hanya dapat membuka mulut mereka ketika melihat pembantaian yang dilakukan oleh Reynal. Andre bahkan mengumpat dalam hati ketika ia mengenali Reynal sebagai penjaga dari seorang gadis yang ditemuinya siang tadi.

__ADS_1


Andre mulai menyesali tindakannya yang terlalu gegabah untuk berkunjung pada kota kecil tanpa pengawalan yang ketat. Ia merasa dirinya kuat karena menjadi murid dari jagoan nomor dua Guild Raja Nirwana sehingga tidak ada yang berani berhadapan dan mencari masalah dengannya.


“Mohon ampuni saya” Andre bergetar hebat ketika sekali lagi ia melihat ke 30 pendekar lainnya meregang nyawa dihadapannya. Terlebih Reynal sama sekali tidak terlihat terganggu ataupun khawatir dengan itu semua.


Reynal tidak menjawab permintaan maafnya, pemuda itu hanya melangkah dengan cepat kearahanya.


“Traaak”


Terdengar bunyi tuliang leher Andre yang patah disertai dengan tubuhnya yang mengejang hebat. Darah mengalir derah dari lehernya yang hampir putus bersisa tulang leher dan beberapa saluran darah yang membuat Andre masih dapat merasakan sakit yang luar biasa.


Andre dapat merasakan sakit pada seluruh tubuhnya tanpa terkecuali. Ia juga terus mengejang sampai akhirnya berhenti dengan kedua bola mata yang melihat keatas.


Reynal segera menjarah tempat itu, ia mengambil seluruh surat berharga yang kemungkinan berisi informasi berharga serta seluruh harta yang dimiliki oleh mereka lalu menyimpannya pada kotak dimensi. Dengan begitu selesailah pembantaian malam itu.


Perlahan bau amis darah menyeruak keluar dan menghebohkan warga sekitar.

__ADS_1


__ADS_2