
Di malam hari, Reynal terbang dengan kecepatan penuh menuju altar Hell Memoth. Sama seperti laporannya pada raja Night, ia juga mengatakan semuanya pada sang utusan. Setelah mendengar semuanya, tangan sang utusan terkepal erat. Ia sangat marah.
“Akademi Beladiri terlalu licik, jika perkataan mu benar maka Akademi Beladiri memiliki mata- mata yang merupakan seorang tetua atau mentri di kerajaan Night! Saya akan memberikanmu wewenang untuk memeriksa setiap orang disana, pastikan kau mendapatkan pelakunya!”
“Itu tidak perlu” Reynal menggeleng pelan.
“Saya sejak awal telah mencurigai seseorang, ia merupakan seorang mentri yang paling diandalkan oleh raja Night. Waktu itu saya memarahinya dan kemudian....” Reynal dengan lihai membuat sebuah cerita bohong di depan sang utusan.
Dalam cerita itu, Reynal membuat seakan tetua itu memiliki dendam kepadanya dan ketika ia ingin berperang, tetua itu sangat bahagia dan senang padahal sebelumnya ia sangat kesal dan marah pada Reynal.
Bodohnya, sang utusan juga percaya dengan mudah oleh tipuan Reynal. Reynal mulai merasa bahwa takdir besar dirinya bukanlah seorang pendekar tapi seorang penipu ulung.
“Atur sidang hukuman bagi tetua ini besok pagi! Saya ingin melihat kepalanya terpenggal dan digantung di pagar kota kerajaan” ucap Sang utusan dengan marah sebelum berbalik pergi meninggalkan Reynal.
__ADS_1
Reynal mengangguk patuh, kepalanya menunduk menyembunyikan senyum lebarnya yang mengerikan. Setelah menghancurkan guild Black Undied, ia kembali berencana untuk mendapatkan kerajaan Night. Dengan kerajaan Night jatuh dalam kendalinya akan sangat mudah untuk membuat Hell Memoth terpojok di masa depan.
Hari berikutnya, sidang pertemuan dimulai, Reynal sebelum itu pergi menemui tetua yang telah ia berikan jabatan itu.
“Sang utusan ingin bertemu denganmu, ia mungkin akan meresmikanmu menjadi anggota Hell Memoth. Namun sang utusan tidak suka orang yang tidak patuh dan tidak mematuhi setiap perintah sebab itu ketika sang utusan menanyaimu mengenai apakah kau melakukan semua yang diperintahkan oleh yang mulia raja maka kau tahu harus menjawab apa bukan?”
Sang utusan mengangguk paham, “Tuan anda dapat yakin, saya bahkan akan mengatakan jika seluruh perbuatan saya adalah perintah dari yang mulia raja”
Reynal tersenyum puas, “Kau memang dapat diandalkan. Setelah ini kau dapat mempelajari banyak jurus yang kita miliki dan ambillah sumber daya yang dapat membuatmu menerobos lapisan 3 segera” Reynal memuji tetua itu diluar namun di dalam ia tertawa atas kemalangan yang sebentar lagi akan menimpanya.
Sementara sang Utusan dan yang lainnya yang mengetahui jika ini adalah persidangan hukuman menatap tetua itu aneh. Satu- satunya yang tidak heran adalah Reynal yang mengatur semua ini dengan baik.
Setelah itu tibalah sang utusan bertanya, Sang utusan menggunakan sebagian energinya untuk berbicara membuat tekanan pada sang tetua.
__ADS_1
Sang tetua sedikit takut, ia melirik ke arah Reynal. Reynal tersenyum tipis kearahnya lalu mengangguk satu kali. Melihat reaksi Reynal, tetua itu menghilangkan ketakutannya dan mulai berbicara seperti yang telah diatur olehnya dan Reynal.
“Tuan utusan, hamba dapat mengatakan jika seluruh perbuatan hamba terkecuali berhubungan dengan pribadi adalah atas perintah yang mulia raja Night.” Tetua itu berkata.
Mendengar hal itu wajah dari semua orang berubah. “Apa maksudmu itu? Apa kau mengatakan jika semua perbuatanmu diketahui dan atas perintah dari raja Night?” Sang utusan terlihat begitu marah.
Tetua itu merasakan perasaan tidak enak di benaknya, ia menoleh ditempat Reynal berdiri berharap Reynal akan menenangkan dirinya. Namun tidak diduga, Reynal bahkan tidak melihatnya, ia berjalan maju dan kemudian memberi hormat pada sang utusan.
Reynal berkata dengan suara keras, “Kemarin, saya hampir kehilangan nyawa karena Akademi Beladiri telah mengepung dan mengetahui rencana kita yang sebenarnya. Saya bertanya- tanya siapa yang telah membocorkan hal sepenting ini. Namun hari ini kita dapat mengetahuinya bersama- sama.”
Reynal kemudian mendekati tetua itu lalu kembali berkata, “Sekarang apakah kau mengakui jika kemarin kau diam- diam memberikan sebuah pesan kepada informan Akademi Beladiri?”
Tetua itu terkejut, ia panik sekaligus takut. Ia tidak menduga akan terjadi seperti ini. “Saya tidak melakukannya. Tuan, anda harus percaya saya bukan orang yang membocorkan rahasia itu pada musuh”
__ADS_1
“Huh! Kau masih tidak mengaku? Baiklah saya akan membuat kau mengakuinya sendiri!” Reynal berjalan keluar. Tak lama ia membawa seorang pria tua yang merupakan seorang penjaga biasa kerajaan Night.
“Pak tua, ceritakan semua yang kau lihat kemarin!”