Dark Game

Dark Game
341


__ADS_3

Undied Nymph atas perintah Reynal segera melancarkan


serangan terkuatnya, seribu petir putih. Dengan ribuan petir di langit


menyambar, Ling Shi Ze melarikan diri dengan bantuan angin puyuhnya yang super


cepat.


Beberapa petir segera terblokir dan berpindah haluan


menyambar tanah maupun hewan yang tengah melarikan diri dari bencana alam


buatan tersebut. Ling Shi Ze membuat pertahanan angin tingkat tinggi pada


seluruh tubuhnya, yang juga menambah percepatannya menjadi lebih cepat.


Nymph yang merupakan pendekar dewa yang berspesialisasi pada


petir dibuat kesusahan olehnya. Beberapa kali serangannya meleset dan mengenai


tanah yang kosong, membuat kawah dan lubang yang cukup dalam di tanah.


Petir- petir bersahut- sahutan sambil berusaha mengalahkan


rangkaian angi puyuh besar tiada akhir membuat langit dan bumi berguncang hebat


disekitarnya. Tidak satupun mahkluk hidup yang dapat bertahan dalam radius lima


ratus meter dari tempat kejaidan.


Perbatasan akhirnya pecah dan rusak, khusunya wilayah Night


Kingdom yang sebagian serangan nyasar jatuh. Pertarungan tersebut kian lama


kian memanas hingga dua pendekar dewa lainnya segera memasuki pertarungan yang


buas.


Ling Shi Ze yang sebelumnya sudah tersudut kian terpuruk. Serangan


demi serangan Nymph yang sebelumnya tidak dapat menyentuhnya kini mulai


menimbulkan luka dibeberapa bagian tubuh.


Pertarungan tersebut berlanjut hingga dua hari kemudian yang


dimenangkan oleh Nymph dan dua pendekar dewa. Ling Shi Ze akhirnya tertusuk

__ADS_1


oleh puluhan petir putih Nymph tepat pada jantung dan titik vital lainnya.


Tidak lupa dengan perintah Reynal, Nymph membawa mayat Ling


Shi Ze kembali menuju sebuah danau yang sedikit luas dekat kerajaan Eternie,


kerajaan pusat Humanie Empire sekaligus kerajaan terkuat Humanie Empire.


Disana sesosok pemuda terlihat sedang duduk bersilah


memasuki keadaan meditasi yang mendalam. Ia berada dalam ambang terobosan


tingkat Semesta. Perlahan tapi pasti ia mulai mengembangkan tabung energi dan


tenaga yang ia miliki. Kekuatannya saat ia menerobos pada tingkat Semesta maka


akan akan sebanding dengan pendekar dewa lapisan awal biasa.


Namun jika ia berhasil mengembangkan tabung energi dan


tenaga yang ia miliki dua kali lipat maka mungkin ia akan mudah unuk menghadapi


serangan dari pendekar dewa lapisan dua biasa tanpa menggunakan senjata ataupun


sihir tingkat tinggi.


Akademi Beladiri. Empat hari  yang lalu


ia berhasil menemukan markas guild Mata Angin yang terletak disebelah barat


daya danau. Ia telah bersiap untuk menyerang guild Mata Angin namun sebuah


peringatan tiba- tiba memasuki pikirannya.


Sejumlah undied yang ia simpan di daerah perbatasan untuk


membantu Akademi Beladiri telah terbunuh dalam waktu yang bersamaan. Merasa


musuh yang kuat, ia segera mengirimkan Nymph bersama dengan dua pendekar dewa


lainnya untuk mengatasi musuh tersebut.


Namun yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya,


tindakannya kali ini akan membuat namanya diketahui oleh Hell Memoth. Ia


menjadi buronan teratas di dalam altar utama Hell Memoth dengan harga kepala

__ADS_1


yang begitu mahal.


~~


Di salah satu tempat sakral dalam altar utama Hell Memoth


kerajaan Night. Seorang pria tua sedang duduk menatap pecahan jiwa yang


tersimpan dalam sebuah kotak kaca yang dikelilingi oleh permata merah delima.


Pria tua itu menatap pecahan jiwa yang baru saja pecah itu


dengan sedih, matanya memerah karena menahan air mata yang ingin jatuh. Aura


mendominasi berwarna merah darah keluar dengan begitu bebas dari dalam tubuhnya


membuat udara di sekitar menjadi lebih sesak seratus kali lipat.


Dengan raungan kemarahan yang sangat, ia berteriak marah


pada langit biru. “Murid bungsu! Siapa yang berani membunuh murid bungsu?!


Mulai hari ini ia tidak akan selamat, seluruh keluarganya akan musnah, kota


serta tanah kelahirannya akan tiada!!”


Teriakan sumpah dengan amarah yang hebat itu berhasil


menggetarkan altar utama Hell Memoth membuat para penghuni disana ketakutan dan


berkeringat dingin.


Tiga sosok mulia turun dari langit biru yang ditatap oleh


pria tua itu. Mereka bertiga bagaikan malaikat yang dipenuhi dengan kekuatan


yang hebat. Dua diantaranya adalah pria dan seorang wanita.


Wanita tersebut memegang sebuah batu roh berwarna hijau,


didalamnya berisi sebuah token suara milik Ling Shi Ze yang berhasil kembali


kepada Hell Memoth. Atau lebih tepatnya kembali pada malaikat Beatrix.


“Guru!” ucap ketiganya bersamaan dengan sikap sopan dan


rendah hati pada pria tua yang baru saja berteriak marah.

__ADS_1


__ADS_2