
Dark Elf berhenti tepat beberapa centi dari formasi racun
Reynal. Entah mengapa perasaannya mengatakan ia tidak boleh bergerak lebih jauh
dari ini. Ia berdiam diri disana selama 15 menit hingga membuat Reynal sangat
kesal karena menunggu terlalu lama.
Reynal kemudian mendapatkan ide untuk memberikannya dorongan
agar Dark Elf tersebut memasuki formasi racun yang ia miliki.
“Magic Power: Elemental Fire- Fireball!” Bola api besar
seketika muncul tiba- tiba di depan Dark Elf.
“Lemah!” Dark Elf menangkis dengan mudah bola api yang
menyerangnya.
“Sekarang aku tahu persembuyianmu!” ucapnya sambil tersenyum
senang. Dark Elf pembunuh itu dengan cepat melompat tepat ke dahan pohon tempat
Reynal berdiri. Ia telah mendapatkan lokasi Reynal dari serangan bola api.
Adapun Reynal, ia tidak menghindar ketika melihat Dark Elf
menuju kearahnya dengan pisau kecil ditodongkan kedepan. Reynal menghentakkan
tongkatnya dan seketika ruang tersebut berubah menjadi sangat terang.
“Tuan Benjamin, sekarang!” teriak Reynal. Pemuda itu
memanggil Benjamin sekarang karena ia telah memberikan cahaya yang terang di
sekitar sehingga keahlian bersembunyi Dark Elf seketika melemah dan membuat
Benjamin dapat dengan mudah merasakannya.
Benjamin yang mendengar hal itu segera melompat dari
kursinya. Ia bergerak dengan cepat menuju posisi Reynal. Sedangkan pemuda itu
bergerak mundur menghindari serangan Pembunuh Dark Elf.
“Saya serahkan dia padamu!” Reynal sekali lagi menggunakan
sihri elemen, kali ini adalah sihir elemen petir.
“Magic Power: Heaven Thunder!”
Aliran kilat yang sangat kuat dan cepat memutari tubuh
Reynal lalu kemudian menyerang pembunuh Dark Elf menyebabkan dirinya setruman
dari energi sihir kilat.
“Aaahh!” Dark Elf pembunuh berteriak kesakitan ketika
merasakan tubuhnya terkena serangan Heaven Thunder Reynal. Dark Elf pembunuh
akibatnya kehilangan momentum untuk menyerang Reynal karena energinya
terguncang.
__ADS_1
Ia menatap Reynal penuh dengan kemarahan, namun kemudian ia
merasakan energi membunuh yang sangat kuat menuju kearahnya. “Sial!” umpatnya
sambil melarikan diri dari sana.
Jelas Dark Elf menyadari jika pendekar yang bersama Reynal
kali ini adalah pendekar dewa puncak yang sebentar lagi menjadi pendekar dewa
Bumi. Ia tidak memiliki kepercayaan diri untuk menghadapinya apalagi ada Reynal
yang kekuatannya juga sangat merepotkan.
Benjamin disisi lain telah melihat sang pembunuh. Ia awalnya
sangat terkejut mendapati sosok Dark Elf yang mirip dengan cerita Reynal. Walau
ia telah mendengar sosok tersebut namun dengan melihatnya sendiri ia merasakan
sedikit perbedaan.
“Jangan lari pengecut!” teriak Benjamin sambil menggunakan
energinya untuk membentuk sebuah energi tombak yang kuat. Energi itu memadat
dan membentuk sebuah tombak berwarna emas yang berkilau.
Reynal yang melihatnya sedikit terkejut mendapati Benjamin
dapat melakukan hal seperti itu tanpa menguasai sihir. Kekuatan atau keahlian
pembentukan benda melalui energi murni adalah salah satu kemampuan yang
dimiliki oleh dewa bumi selain daripada seorang penyihir. Itulah yang dikatakan
“Tuan Benjamin dapat dikatakan telah memiliki setengah
langkah menjadi seorang dewa bumi!” Reynal berdecak kagum merasakan energi yang
membentuk tombak itu sangat kuat hingga mungkin akan menggores tongkat Sihir
saint miliknya.
Benjamin tidak menghiraukan ucapan kagum dari Reynal,
melainkan memfokuskan pandangannya pada sang Dark Elf pembunuh. Cukup sulit
baginya untuk menargetkan sesuatu yang bergerak sampai ketika ia hampir saja
melemparkan tombaknya, Dark Elf pembunuh itu malah melemparkan sesuatu
berbentuk seperti bola berwarna hitam.
Reynal yang melihat benda itu segera berteriak khawatir pada
Benjamin, “Tuan awas!” Namun teriakannya itu datang terlambat sebab bola itu
telah meledak tepat di depan Benjamin. Energi yang kuat mendorong Benjamin
menjauh 500 meter lalu kemudian bola itu perlahan mengeluarkan asap yang cukup
pekat.
Benjamin sama sekali tidak terluka oleh dorongan energi
__ADS_1
tersebut namun ia jelas sangat kesal karena jarak pandangnya itu mulai
terhalang oleh asap hitam pekat.
“Pembunuh itu cukup pintar karena telah menyiapkan bom asap!
Sepertinya ia melihat beberapa kemungkinan buruk sehingga menyiapkan sesuatu
untuk membantunya melarikan diri!” Reynal berseru kagum menatap bom asap yang
telah berhenti mengeluarkan asap.
“Magic Power : Elemental Wind”
Reynal kemudian menggunakan sihir elemental miliknya untuk
membuat hembusan angin kencang dan menerbangkan asap hitam yang berkumpul
disana.
Ia melompat dari dahan pohon kemudian mendarat tepat di
depan bom asap yang telah kosong tersebut. Reynal mengambilnya dengan cepat
lalu memasukkannya ke dalam kotak dimensi. Jelas ia melihat sesuatu yang dapat
ia kembangkan.
“Bom asap, bahkan dibumi ada banyak hal yang sama seperti
ini! Menggunakan teknologi dan bahan akan membutuhkan waktu yang cukup lama
untuk membuatnya. Lebih baik jika saya bisa meneliti dan mengembangkannya
menggunakan energi dan sihir seperti di kekaisaran Elver”
Bom asap itu sepenuhnya sangat jarang dan langka di
kekaisaran Humanie namun di kekaisaran Elver adalah hal yang umum. Sama seperti
tongkat Sihir saint tingkat tinggi ataupun bola kristal sihir yang langka di
Humanie Empire namun sangat umum di kekaisaran Sihir Tinggi dan Penyihir Utama.
Perbedaan ini tidak lain disebabkan dengan faktor utama
adalah setiap pendekar di kekaisaran memiliki kekuatan, ras dan bangsa yang
berbeda. Contoh di kedua kekaisaran sihir, di dominasi oleh bangsa Penyihir dan
Manusia yang memiliki kecenderungan menyukai sihir dan ahli dalam hal tersebut.
Itu sebabnya banyak pernak- Pernik ataupun senjata yang berhubungan dengan
sihir yang dikembangkan disana.
Adapun di kekaisaran Humanie terdapat pejuang atau pendekar
yang mengandalkan senjata seperti pedang dan tombak sehingga kekaisaran Humanie
di kenal memiliki kerajinan senjata yang tinggi dan hebat. Berbeda dengan Elver
Empire yang kebanyakan adalah ras peri dan Dark Elf yang cenderung pada sihir
cahaya, penyembuhan, tanaman dan semua kekuatan yang berkaitan dengan alam.
__ADS_1
Serta kekuatan seperti Asasint atau pembunuh yang paling banyak disana.