Dark Game

Dark Game
153. Dijemput


__ADS_3

Reynal baru saja menyelesaikan latihannya dalam menyempurnakan salah satu jurus yang ia pelajari dari salah satu buku sakti yang ia miliki. Perwakilan guild Mutiara Putih menjemput Reynal setelah ketua Remi menyebutkan bahwa ide dari misi selanjutnya pihak aliansi berdasar atas saran Reynal.


Istana Zein Kingdom sempat menjadi heboh dengan kedatangan pasukan guild Mutiara Putih, salah satu anggota guild segera menceritakan tujuan mereka sebenarnya. Sang penjaga tidak dapat menahan rasa terkejutnya ketika ketua Guild Mutiara Putih datang mencari salah satu tamu penting Zein Kingdom.


Sang penjaga mengira bahwa kedatangan guild Mutiara Putih tidak bermaksud baik, terlepas dari itu jika saja guild Mutiara Putih bertarung dengan kekuatan penuhnya maka Zein Kingdom mungkin akan menerima kekalahan yang besar.


Guild Mutiara Putih dipimpin langsung oleh ketua guild mereka yaitu Karin, kekuatannya berada pada tingkat dewa lapisan dua membuat hanya sedikit orang yang mampu menandinginya dalam duel.

__ADS_1


Ketua Karin menjadi salah satu dari pihak aliansi yang mengetahui kekuatan dan kekuasaan yang Reynal miliki pada Akademi Beladiri membuat dirinya sekarang ini harus menunduk hormat. Bagaimana tidak, ketika sebuah perguruan telah mencapai perguruan bintang dua membuat kekuatan dan kedudukannya setara dengan para guild besar sekalipun.


“Paman, kau tidak perlu khawatir, mereka datang kemari bermaksud baik. Aku akan menemui mereka, paman dapat kembali bertugas” kedatangan Reynal secara tiba-tiba membuat anggota guild Mutiara Putih terkejut, namun tidak dengan sang petugas yang telah terbiasa dengan kemunculan Reynal secara tiba-tiba.


“Ketua Karin tidak perlu hormat seperti itu, aku tidak memiliki kekuatan yang begitu besar sampai membuat ketua menunduk” ucap Reynal sambil terkekeh pelan, sebenarnya ia juga terkejut melihat hasil peningkatan kekuatan Draco secara langsung.


Beberapa bulan yang lalu ketika Reynal bertemu Ketua Karin dalam acara lelang kota Air Biru, kekuatan ketua Karin hanya sebatas tingkat Semesta lapisan Puncak. menurut penjelasan yang ia dapatkan dari Draco menaikkan kekuatan dari tingkat Semesta menjadi tingkat dewa sangat sulit dilakukan.

__ADS_1


“Hahaha, kau tidak berubah. Sepertinya kekuatanmu juga berkembang dengan pesat.” Ketua Karin mengelak, jelas saat ini ia sedang merendah. Para anggota guild Mutiara Putih yang juga ikut dalam perbincangan tersebut tidak dapat menahan keterkejutan mereka dari awal.


Melihat ketua guild mereka yang saat ini memiliki kekuatan besar dengan mudah memberi hormat pada seorang pemuda usia dua puluhan tahun serasa sangat tidak mungkin. Hanya dua kemungkinan yang mereka dapat simpulkan, yang pertama adalah karena pemuda tersebut memiliki kekuatan yang jauh diatas ketua guild mereka dan yang kedua adalah karena latar belakang dan juga keluarga dari pemuda tersebut.


Melihat usia Reynal yang baru menginjak dua puluh tahun beberapa waktu yang lalu membuat para anggota guild Mutiara Putih tidak berpikir dengan kemungkinan yang pertama. Mereka sepakat dengan kemungkinan yang kedua yaitu Reynal memiliki latar belakang yang kuat melebihi ketua guild mereka sendiri.


“Ketua Remi meminta tolong kepadaku untuk menjemput anda disini sebelum berangkat bersama dengan anggota Akademi Beladiri yang lainnya di kota Eternie”

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, aku akan berpamitan lebih dahulu dengan putri Rose dan raja Zein, takut mereka mencariku jika tidak memberikan kabar kepada mereka”


“Aku akan menunggu, anggota guild Mutiara Putih juga ingin membeli beberapa senjata dan pusaka baru di Akademi Beladiri Dagang. Kita akan bertemu disana” setelah berkata seperti itu, Ketua Karin bersama dengan kelompoknya meninggalkan kawasan istana Zein menuju pusat kota Ulan Baton yang menjadi tempat berdirinya salah satu cabang terbesar dari Akademi Beladiri Dagang.


__ADS_2