Dark Game

Dark Game
415


__ADS_3

Kuangyang hampir saja selesai ketiak jeritan ketua pembunuh


merah terdengar. Ia segera meminta 2 pria tua untuk menghentikan transformasi


darah. Ia melihat pemimpinnya dalam keadaan yang buruk, ia sekarat sedangkan


Jacson Prier tersenyum lebar.


Kuangyang mengepalkan tangannya marah, ia kembali berteriak


kepada Jacson untuk melepaskan pemimpinnya. Namun sepertinya Jacson tidak


menghiraukan teriakannya malah membuat cekikan pada leher ketua pembunuh merah.


“Kuangyang, sepertinya kau sangat memperdulikan pemimpin


guildmu ini? Hahaha... Kau lihat itu! Dia sekarang sangat lemah dan sekarat,


lebih baik bagimu untuk menjadi salah satu wakil dari guild Raja Nirwana”


“Cuih!” Kuangyang meludah, ia menatap jijik Jacson Prier


“Bagaimana mungkin saya memiliki pikiran seperti itu.”


“Hahaha, kalau begitu saya tidak perlu repot untuk mendengar


teriakanmu itu.” Jacson merasa tersinggung dengan tingkah Kuangyang.


“Aaahhh!!” Ketua Pembunuh Merah kesakitan, tubuhnya bergetar


ketika Jacson memperkuat cekikannya. Setelah itu, terdengar suara tulang yang


patah. Bersamaan dengan itu tubuh ketua pembunuh merah berhenti bergetar. Nyawanya


telah terbang ke alam kematian, dengan mata yang masih terbuka.


Para penonton tidak bisa bernafas dengan benar ketika


melihat ketua Pembunuh Merah dibunuh seperti itu oleh Jacson Prier. Anggota


dari guild Pembunuh Merah berteriak sedih sedangkan guild Raja Nirwana tertawa


senang. Hanya Reynal sedikit tidak memasang wajah bahagia, untuk menghindari


keanehan ia segera mundur kebelakang menjauh dari pusat perhatian.

__ADS_1


Ketua Pembunuh Merah telah meninggal, KuangYang melihat


kematian pemimpinnya di depan matanya sendiri membuat kemarahannya memuncak.


Tangannya mengepal dengan kuat hingga buku jarinya terlihat merah.


“Guild Raja Nirwana! Akan saya pastikan kau menerima


akibatnya!” Kuangyang melepaskan niat membunuhnya sekali lagi. Kali ini aura


dingin membunuh terasa lebih kuat dari sebelumnya.


Jacson juga merasa Halu King dan Chayton tidak akan dapat


menekannya sehingga ia turun dari arena meninggalkan mayat dari ketua Pembunuh


Merah yang tergeletak di lantai. Jacson kemudian membantu Halu King dan lainnya


menekan aura dingin membunuh milik Kuangyang sedangkan Reynal kini mencari cara


untuk mendapatkan mayat dari Ketua Pembunuh Merah.


Suasana sepenuhnya tidak lagi dapat terkendali, namun


Beatrix dan malaikat lainnya yang menjaga belum mengambil tindakan berarti.


menyelesaikan skor yang telah terbentuk.


Beberapa guild besar lainnya juga berniat menonton dan


beberapa ingin menambahkan kayu dalam api. Mereka sangat senang jika kedua


guild besar tersebut bertarung sehingga kemampuan mereka akan berkurang. Saat


itu mereka tidak perlu lagi takut pada keduanya.


“Kuangyang, menyerahlah! Guild Pembunuh Merah hari ini harus


menjadi bawahan setia dari guild Raja Nirwana! Saya akan memberimu posisi


tinggi jika kau dapat menurunkan egomu dan bergabung dengan kami!” ucap Jacson.


Ia sangat jelas menghargai bakat dan kekuatan dari Kuangyang, apalagi aura


dingin membunuh yang kuat, Jacson pasti mengetahui untuk membentuk aura dan

__ADS_1


mengembangkannya menjadi seperti itu adalah sebuah hal yang berharga.


“Ketua Jacson, anda mungkin senang hari ini tapi tidak untuk


besok!” ucap Kuangyang dingin, ia baru saja ingin menyerang Jacson dengan


segenap kekuatannya namun dua penjaga tua di belakangnya mengirimkan pesan


rahasia untuk tidak implusif.


Kuangyang menoleh pada barisan malaikat, “Malaikat, saya


bersama dengan guild Pembunuh Merah menarik diri dari kompetisi”


“Apa?! Kau yakin?” Beatrix menemukan ini sedikit tidak


terduga.


“Yakin!” ucap Kuangyang mantap.


“Baik! Tapi anda dapat meninggalkan Hell Memoth setelah


babak pertama berakhir” ucap Beatrix sambil menoleh pada beberapa panggung


pertempuran yang masih belum selesai.


Untuk para pendekar dewa yang kekuatannya sebanding, jika


mereka melakukan duel maka sangat wajar jika itu diselesaikan dalam beberapa


jam yang lama atau bahkan bisa sehari atau dua hari.


“Malaikat, bisakah kami membawa mayat dari pemimpin? kami


tidak ingin setelah dilecehkan hari ini, mayat pemimpin tidak mendapatkan


tempat terakhir yang baik”


Malaikat Beatrix mengangguk pelan, ia mengabulkan permintaan


Kuangyang. Beatrix menyuruh seorang murid dari Hell Memoth untuk mengumpulkan


mayat pendekar yang tewas dan memberikannya pada guild masing- masing.


Mereka yang tewas merupakan pendekar dewa hebat yang kuat,

__ADS_1


memiliki posisi yang tinggi dan terhormat dalam guild mereka. Akan sangat tidak


enak jika mereka tidak mengambil mayat dan menguburkannya dengan layak.


__ADS_2