
Raja Malam tidak
menduga bahwa Reynal akan menyerangnya dengan ribuan ular. Seketika ia melompat
mundur kebelakang tapi naas Raja Malam tidak melihat bahwa dibelakangnya adalah
pilar.
Raja Malam tidak dapat
menghindari serangan Reynal karena terhalang oleh pilar, sehingga ia
menggunakan tinjunya untuk menghancurkan satu persatu ular kecil yang
menyerangnya. Langkah ini cukup ampuh untuk sementara namun terdapat sekitar
seribu lebih ular yang menyerangnya dan juga tangannya hanya ada 2 sehingga ia
tidak dapat menahan semua ular kecil yang menyerangnya.
Alhasil, Raja Malam
tergigit puluhan kali oleh ular kecil ciptaan Reynal. Ia dapat merasakan
puluhan aliran kecil yang aneh bergerak di dalam predaran darahnya.
“Selamat karena telah
mencob racun terkuat yang saya miliki, Five Magical Poison.” Reynal tertawa, ia
lalu mengendalikan racun yang telah memasuki tubuh Raja Malam dan membuat raja
tersebut menjerit kesakitan.
“Ahhhh!!” Teriakan
Raja Malam terlalu keras bahkan membut Beatrix yang tengah di keroyok oleh He
Siu, Voda dan Dillon.
Melihat Beatrix yang
lengah, Reynal tidak tinggal diam segera melemparkn ribuan ular lainnya menuju
pemimpin malaikat suci tersebut. Undied Dillon segera menggunakan petirnya
untuk menyerang Beatrix bersamaan dengan Voda yang menggunakan elemen kegelapan
menyerang Beatrix dari 3 arah.
__ADS_1
Beatrix yang awalnya
ingin menahan serangan Reynal segera mengalihkan kekuatannya pada serangan
Dillon yang terlihat lebih kuat. Namun strateginya itu adalah sebuah kesalahan
bagi Beatrix. Ia meremehkan serangan Reynal yang telah dilapisi oleh racun yang
sama dengan yang kini diderita oleh Raja Malam.
Raut wajah Beatrix
segera berubah menjadi pucat ketika mendapati racun yang sangat kuat memasuki
tubuhnya dan segera menjarah otak manusia dan mendapatkan dokumen dan ingatan
yang ia miliki.
“Magic Power :
Ledakan!” Teriak Reynal melepaskan sihir ledakan tepat pada Beatrix yang masih
menderita racun terkuat Reynal. Beatrix pada akhirnya meninggal di tangan
Reynal. Ia tidak pernah menyangka jika hari ini dengan rencana serangan Hell
Reynal dengan cepat
menandai Beatrix dan Raja Malam yang juga telah tewas bunuh diri karena tidak
tahan menderita rasa sakit yang amat sangat. Ia memenggal kepalanya sendiri
menggunakan pedang kerajaaan miliknya.
“Saya punya ide untuk
kerajaan Malam dan Hell Memoth!” ucap Reynal sambil memungut pedang milik Raja
Malam. Ia segera memasukkannya ke dalam kotak dimensi dan melanjutkan penandaan
mayat untuk nantinya dibangkitkan menjadi undied.
“Saya bisa
menyimpannya terlebih dahulu untuk beberapa hari dalam Gerbang Neraka sebelum
akhirnya kekautan saya meningkat sekali lagi” ucapnya.
~~
__ADS_1
Setelah Beatrix dan
pendekar lainnya tewas dan ditangani, Reynal memerintahkan untuk merubuhkan dan
membakar altar dalam dan menjadikannya rata dengan tanah. Tapi setelah ia
melakukannya, sesosok makhluk yang cukup seram mampu membuat Reynal menggigil
ketakutan muncul dengan aura kemarahan yang tebal.
Reynal memperhatikan
sosok tersebut dan segera menelan ludahnya. Itu tidak lain adalah Black Soul yang
sebelumnya ditahan oleh golem giant. Reynal mencoba menghubungi golem giant
dengan koneksinya namun itu tidak berhasil yang menandakan bahwa Giant Golem
telah kalahkan oleh Black Soul. Sebab itu pandangan Reynal menjadi kesal ketika
melihat Black Soul.
Disisi lain Black Soul
menatap Reynal dengan penuh amarah, “Kau yang membunuh Beatrix dan yang lainnya?!”
teriak Black Soul.
Reynal mengangguk
pelan lalu tersenyum sinis “Siapa yang suruh kalian terlebih dahulu menyerang
Akademi Beladiri? Kalian pikir kami tidak mengetahuinya?Sebelum kalian
menyerang Akademi Beladiri, saya telah menyerang kalian dan menghancurkan 3
altar umum yang kalian miliki.”
“Kau!! Beraninya
berkata seperti itu pada diriku dan Hell Memoth!!”
Beatrix semakin marah,
ia membuka mulutnya lalu tanpa diduga ia berteriak dengan keras bagaikan
teriakan hewan yang ingin disembelih. Reynal merasakan jiwanya terobek- robek
ketika mendengar teriakan Black Soul.
__ADS_1