Dark Game

Dark Game
161


__ADS_3

“Sangat hebat! Kau tidak perlu lagi menyembunyikan identitasmu yang sebenarnya sekarang. Musuh kita yang tersisa hanya tinggal sang Utusan” Ketua Remi berkata.


Reynal mengangguk pelan sebelum merobek penyamarannya, seketika itu juga banyak orang mulai mengenali wajah dan tampilan asli dari Reynal yang tidak lain adalah sang pemimpin Suci Akademi Beladiri.


Saat itu juga seluruh prajurit dan pendekar Akademi Beladiri dan pasukan sekutu berlutut di hadapan Reynal, hanya menyisakan ketua Remi dan Reynal yang masih berdiri. Reynal yang tidak terbiasa dengan acara seperti itu segera memerintahkan mereka untuk berdiri.


Reynal mengerti pasukan Akademi Beladiri masih membutuhkan penjelasan mengenai ini semua, terutama maksud Reynal menyamar dan menyusup menjadi salah satu bagian kekuatan Hell Memoth. Tapi prioritas untuk saat ini adalah mengalahkan sang utusan dan merebut batu waktu dari tangannya.


Diatas langit yang luas, pertarungan antara pendekar dewa bumi terus berlanjut, Kali ini Sang Utusan mulai merasa terpojok setelah 10 legenda memasuki pertarungannya dengan tetua Yin Yang.


Sayang sekali bahwa, sang utusan kembali harus mendengar jika salah satu kuasa mutlaknya telah tewas dibunuh oleh seorang penghianat yang tidak lain adalah kuasa mutlaknya yang lain. Hal ini berhasil membuat goncangan kecil di hati sang utusan.


“Sialan! Kalian semua licik” Sang utusan meraung sedih tak berdaya. Ia menatap mayat Black Dangger yang kini telah dihidupkan oleh Reynal. Ia tahu bahwa ketika Reynal akan membuat undied Black Dangger untuk menyerangnya. Saat itu ia tidak lagi mampu bertahan dan hidupnya akan dalam bahaya.

__ADS_1


Melihat tidak punya pilihan lain, Sang utusan menggertakkan giginya lalu mengambil sebuah terompet berwarna hitam pucat dengan aura yang sangat kuat terpancar dari terompet itu. Usai mengeluarkan terompet, sang utusan menggunakan kekuatan tercepatnya untuk menciptakan jarak pada lawan- lawannya.


Barulah ketika merasa mereka telah terpisah cukup jauh, sang utusan berhenti dan mulai menempelkan bibirnya ke lubang bunyi terompet. “Dengan terompet ini maka belum lagi Akademi Beladiri, bahkan dunia Soun akan berada didalam genggaman saya”Sang utusan tersenyum keji sekaligus kesal.


Ia kesal karena Akademi Beladiri telah memaksanya untuk memakai terompet yang menjadi kartu as paling tersembunyi sekaligus paling kuat yang dimilikinya. Ujung terompet telah berhasil menempel di bibir sang utusan tepat ketika Tetua Yin Yang dan yang lainnya berhasil menyusul sang utusan.


“Terompet apa itu? saya merasakan tekanan yang sangat kuat dari terompet itu” Draco bertanya dengan penasaran.


“Saya dapat merasakan beberapa energi yang sangat kuat dari terompetnya. Apa mungkin itu adalah senjata legendaris para dewa?” kata tetua Yin Yang.


Senjata legendaris para dewa, bahkan tetua Yin Yang yang sebagai salah seorang murid dari penjaga alam semesta tidak pernah melihatnya karena keberadaannya yang legendaris. Itu juga senjata yang sangat mematikan.


Jika seorang diberi senjata dewa maka akan sangat mudah baginya untuk menguasai seluruh alam atas dan alam bawah dengan batuan senjata tersebut.

__ADS_1


“Saya tahu bahwa kau akan mengatakan hal seperti itu, tapi sayang sekali bahkan jika kau mengetahuinya itu tidak akan membuat hidup setelah hari ini” Sang utusan mendengus, ia mulai mengalirkan energinya pada suara dan tenggorokannya.


Wuing! Wuing!Wuing!


Seketika gelombang suara menakutkan keluar dari lubang besar terompat membuat para pendekar yang mendengarnya terguncang. Bahkan para pendekar dewa Bumi ikut terjungkal kebelakang beberapa meter karena tekanannya.


Segera tidak lama setelah bunyi terompet itu terdengar, langit seolah- oleh mulai retak layaknya kulit terlur yang rapuh. Retak itu kemudian mulai menjalar dan bertambah banyak karena saling sambung menyambung.


Para pendekar yang melihat kejadian itu tidak bisa untuk tidak merasakan takut dan merinding, bahkan para legenda tidak terkecuali, mereka sangat ingin melihat siapa yang memiliki kekuatan seperti itu untuk membuat langit retak hingga hampir pecah.


“Hahaha! Tamatlah riwayat kalian semuanya. Inilah konsekuensi ketika melawan dan mengkhianati saya. Dengan terompet Kiamat ini, saya telah memanggil ras malaikat bersayap kemari. Kalian semua akan tewas ditangan para malaikat. Hahahah...” Sang utusan tertawa sedangkan wajah yang lainnya cemberut.


Benar saja, setelah langit nampak runtuh, cahaya berwarna emas menyinari dunia Soun. Kali ini cahayanya bukan hanya di kekaisaran Humanie namun mencakup seluruh wilayah yang ada membuat kekaisaran lainnya terkejut.

__ADS_1


__ADS_2