
Gilbert bersama dengan Reynal tiba pada sebuah ruangan yang dijaga oleh dua orang pendekar semesta lapisan satu dengan kondisi pintu ruangan sedang terkunci. Reynal dapat mencium secara samar bau racun yang menyengat keluar dari ruangan tersebut.
Biasanya racun pada tingkatan biasa tidak memiliki bau dan warna namun semakin tinggi tingkatannya maka racun tersebut akan semakin berwarna dan berbau. Tepat saja ketika Gilbert membuka ruangan itu, bau racun menyeruak keluar.
“Aku yakin didalam sana terdapat banyak jenis racun tingkat Surga” gumam Reynal sedikit mengecilkan suaranya.
“Hahaha, intuisi tuan sangat tepat. Di tempat ini kami memiliki lebih dari seratus jenis racun tingkat Langit yang sangat langka. Aku yakin setelah melihat- lihat, tuan pasti akan merasa tertarik dengan satu atau dua jenis racun milik kami." balas Gilbert
Reynal terkejut ketika gumamannya ditanggapi oleh Gilbert, padahal ia yakin suaranya sangat kecil dan mustahil untuk di dengar oleh pendekar Semesta lapisan satu sekalipun.
“Tuan, silahkan masuk” ucap Gilbert mempersilahkan Reynal memasuki ruangan penyimpanan. Aroma racun yang sangat menyengat segera menyambut Reynal ketika memasuki ruangan tersebut.
Sekilas ruangan itu tidak jauh berbeda dengan ruangan lainnya. Hanya sedikit yang membedakan seperti sekat antara jenis racun satu dan yang lainnya cukup luas dan dibatasi oleh sebuah dinding kaca kecil yang cukup tebal.
“Tuan silahkan tunggu sebentar, aku akan mengambilkan racun yang anda inginkan” Gilbert mempersilahkan Reynal untuk beristirahat pada sebuah bangku dan meja kecil ditengah ruangan sementara ia mengambilkan ketiga jenis racun yang dimiliki oleh Reynal.
Setelah beberapa saat, Gilbert akhirnya kembali mendekati Reynal dengan membawa tiga buah tabung berukuran sedang. Didalamnya terdapat tiga macam cairan dengan warna yang berbeda- beda.
Gilbert menjelaskan bahwa tabung yang pertama berisikan racun Selaksa Neraka dengan cairan yang berwarna merah pekat kehitaman. Lalu tabung kedua dengan cairan berwarna hijau tua berisikan racun Air Bumi lalu tabung terakhir dengan cairan berwarna kuning kemerahan adalah racun Sinar Penyiksa.
__ADS_1
“Jika tuan tidak percaya dengan racun yang saya bawakan, tuan dapat mencobanya kepada para pengawal diluar sana.” Ucap Gilbert ketika melihat Reynal yang masih terdiam menatap ketiga racun dihadapannya itu.
“Ah, itu tidak perlu. Saya percaya dengan racun yang tuan Gilbert bawakan, yang menjadi pemikiran saya saat ini adalah bagaimana cara saya dapat membayarnya nanti. Saya hanya membawa tiga permata Soun dan saya yakin ketiga racun ini pasti berada diatas harga tiga batu Soun.”
“Itu.. atau begini saja, saya akan memberikan ketiga racun ini pada tuan dengan syarat tuan berjanji akan membantu kami dalam sebuah misi. Tapi sepertinya setelah saya pikir-pikir kembali, lebih baik tuan tidak menyanggupinya.”
“Misi? Boleh saya tahu misi yang harus saya kerjakan?”
"Aku tidak yakin tuan dapat menyelesaikannya, misi ini sangat sulit untuk pendekar yang kekuatannya seperti anda."
"Tidak! aku akan berusaha, manajer Gilbert tidak perlu khawatir"
“Begini, melihat tuan sepertinya sangat mengenal tentang racun maka anda pasti telah mendengar tentang tanaman racun Dark Honey?”
“Dark Honey?” Reynal seperti mengingat sesuatu, ia pernah mendengar tanaman racun tersebut.
“Iya, sebuah tanaman racun yang mempunyai kemampuan untuk memproduksi sebuah racun tingkat Langit. Racun yang dihasilkan oleh tanaman tersebut tidaklah berbeda dengan madu namun dengan versi warna yang berbeda. Rasanya sangat manis bahkan lebih manis dari pada madu yang asli namun dibalik rasa manis tersebut terkandung sebuah racun yang sangat mematikan.
Seseorang yang meminum racun tersebut maka organ dalamnya akan hancur dan meleleh bagaikan madu yang diperas keluar dari dalam sarangnya.”
__ADS_1
“Oh tanaman itu, aku ingat.” seru Reynal.
“Baguslah kalau anda mengetahuinya, misi ini adalah mencari tanaman tersebut di sebuah tempat bernama Jurang atau Lembah Neraka. Awalnya misi ini tidaklah sangat berbahaya namun karena tempat asalnya yang berada pada kawasan Jurang Neraka membuat misi ini menjadi sangat berbahaya. Tidak ada anggota guild yang berani mengambil misi berbahaya seperti itu bahkan untuk para pendekar tingkat Semesta sekalipun."
“Tapi aku...” ucapan Reynal segera dipotong oleh Gilbert
“Tuan tidak usah cemas, sepuluh pendekar tingkat Semesta kami akan mendampingi tuan kesana. Aku yakin tuan bisa mendapatkan tanaman tersebut”
“Baiklah tapi sebenarnya ak...” lagi-lagi perkataan Reynal kembali dipotong oleh Gilbert
“Soal bayaran, tuan tenang saja. Kami akan memberikan tiga buah racun ini secara gratis dan juga bonus sebuah racun tingkat langit jika tuan menyanggupinya”
Reynal kembali ingin berkata namun penawaran yang dibuat oleh Gilbert membuat Reynal berpikir bahwa ini adalah saat yang tepat sebab itu ia segera menyanggupi permintaan Gilbert takut orang itu menarik kembali penawarannya.
“Aku tidak dapat menjamin bisa mendapatkannya dengan mudah dalam kawasan Jurang Neraka sebab tempat itu sangat berbahaya namun jika kau sangat menginginkannya mungkin aku dapat membantu” ucap Reynal, ia tentu tidak ingin membuang kesempatan emas begitu saja.
~~
Ayo beri vote dan like pada novel Dark Game. Vote sebanyak- banyaknya yah... Oh iya jangan lupa buat bergabung dalam grub Chat Dark Game ( dapat dilihat dibawah kolom vote pada profil utama cerita atau kunjungi profil penulis) disana akan ada informasi seputar Dark Game(bocoran eps selanjutnya) serta jadwal update Dark Game setiap harinya. Dan yang paling penting, disana Author akan membagikan puluhan poin gratis setiap harinya pada beberapa anggota, jadi tunggu apa lagi? buruan gabung!!
__ADS_1