
Perguruan Pusaka Berat mengirim undangan pada Akademi Beladiri. Undangan tersebut tidak lain adalah mengundang ketua Remi bersama dengan para tetua utama Akademi Beladiri untuk hadir dalam acara tahunan yang diadakan oleh perguruan Pusaka Berat.
Acara tersebut merupakan perayaan yang mengundang seluruh perguruan menengah dan besar pada kekaisaran Humanie dan beberapa perguruan besar kekaisaran tetangga. Tujuan utama dari undangan tersebut adalah membentuk hubungan dan mempererat antara satu dan yang lainnya.
Namun Ketua Remi telah memiliki pemikiran yang berhati- hati sekarang. Ia telah merasakan Akademi pada titik terlemahnya dan itu tidak akan berpikiran untuk terjebak untuk kedua kalinya.
Ketua Remi memutuskan untuk tidak datang, ia lebih memilih perwakilan sebagai gantinya. Mengetahui bahwa dalam acara perguruan Pusaka Berat akan diadakan kontes bakat maka ketua Remi juga akan memberikan izin kepada beberapa generasi muda.
Perguruan Akademi Beladiri Tarung telah dibangun dengan megah dan termasuk perguruan bintang tiga. Terdapat lebih dari dua ribu murid disana dan beberapa adalah murid dari para legenda yang memiliki kemampuan diatas yang lainnya.
Walau memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekuatan oleh Draco namun ketua Remi melarang untuk seluruh murid perguruan untuk mendapatkan hal tersebut sebab dapat melemahkan pondasi mereka. Akibatnya selain dari murid tahun pertama yang telah mencapai tingkat Matahari yang lainnya hanya berada pada tingkat Bulan lapisan lima paling tinggi.
“Aku tidak tahu apa yang diinginkan oleh ketua Quan You ini! dia awalnya ingin menekan kita namun sekarang ingin membangun hubungan?!” Tetua utama Fengtian bernada dingin. Ia mengetahui beberapa hari terakhir perguruan Pusaka Berat secara tiba- tiba menekan Akademi Beladiri.
“Tenanglah! Aku yakin kita dapat mengatasinya jika berpikir baik. Andalan kita adalah kertas jimat yang mana memiliki kuantitas terbaik di kekaisaran Humanie. Lagipula Aku telah mencium bau siasat dari si tua Quan ini”
__ADS_1
“Tapi ketua, jika kita terus berdiam tanpa melakukan perlawanan maka perguruan Pusaka Berat akan mengira kita takut berhadapan dengan mereka!”
Ketua Remi tidak dapat menjawab argumen Fengtian, ia kemudian menoleh pada Parsi yang mana saat ini telah menjadi salah satu pilar utama Akademi. Parsi telah berhasil menjadi pendekar Dewa dan sekarang kekuatannya akan terus berkembang dengan obat- obatan dan lainnya yang disediakan oleh Akademi.
“Untuk masalah ini saya punya rencana... Kirimkan saya bersama dengan beberapa murid Akademi Beladiri menghadiri jamuan itu. Kekuatan saya saat ini hanya beberapa yang dapat menandingi juga walaupun mereka mempunyai lebih banyak yang lebih hebat tapi dengan pusaka legendari yang kita miliki maka semuanya akan aman. Saya akan menyembunyikan kekuatan setara dengan tingkat Semesta lapisan 5 untuk menghindari keributan yang tidak perlu” Jelas Parsi.
Ketua Remi dan Fengtian mengangguk setuju, mereka tidak membantah ataupun menolak rencana Parsi setelah Parsi mengatakan bahwa Akademi Beladiri akan menekan generasi penerus dari perguruan Pusaka Berat.
Dalam kehidupan dunia Soun semuanya berjalan kejam, mereka tidak bisa menghindari untuk berbuat seperti itu sebab terdapat sebuah pepatah mengatakan bahwa ‘jika kau tidak ingin dimakan maka kau harus memakan lebih dulu’. Siapapun harus mengambil keputusan seperti itu jika ingin terus hidup dan berkembang.
Humanie Empireyang terkenal dengan kekaisaran terkuat didunia Soun wajar jika memiliki lebih dari sepuluh perguruan besar yang berkembang di dalamnya. Perguruan Pusaka Berat adalah salah satu dari mereka bersama tiga perguruan lainnya.
Mereka memiliki visi yang sama jadi sudah sewajarnya jika mereka memiliki hubungan erat. Ketua perguruan Pusaka Berat, Quan You menyapa dengan hormat tiga orang ketua didepannya.
“Salamku pada Ketua Wenara” Quan You memberi salamnya pertama kali pada seorang pria sepuh yang merupakan ketua dari perguruan Mata Air. Ketua Wenara, atau lebih dikenal sebagai Monster Hiu Daratan adalah seorang pendekar Dewa lapisan satu. Ia memakai pakaian khas perguruan mereka yang mana warna dasarnya adalah biru dan putih.
__ADS_1
“Adik Quan, salam..” Wenara membalas salam Quan dengan sedikit santai. Wajah tuanya sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan yang lebih saat ini.
“Salam ketua Chiu Xie..” kemudian Quan You melangkah menuju seorang wanita yang berpenampilan bak wanita berusia lima puluh tahun. Wajahnya sedikit dipenuhi keriput dan beberapa helai rambutnya berwarna putih namun aura yang memancar dari tubuhnya bahkan akan membuat seorang pria gagah berani menjadi gemetar ketakutan.
Chiu Xie atau yang lebih dikenal sebagai Wanita Ninja, seorang ketua dari perguruan Angin Timur yang juga merupakan perguruan terbesar kelima diatas Perguruan Pusaka Berat dan sedikit dibawah Perguruan Mata Air.
“Salam Adik Guan..” yang terakhir adalah seorang pemuda usia paruh baya, tampangnya yang begitu tenang menampilkan dengan mudah karakter dari pendekar Wajah Dingin dari perguruan Taman Sakti. Guan Ping atau biasa disebut sebagai wakil Guan adalah pendekar Semesta yang sebentar lagi melangkah menuju pendekar Dewa.
Usai melakukan penyambutan, Quan You segera mengajak ketiganya untuk memasuki Mansion megahnya. Didalam telah tersedia lebih dari seratus jenis hidangan dimeja makan lengkap dengan sepuluh guci arak ukuran besar yang masing- masing dipegang oleh dua orang wanita cantik sebagai pelayan.
Quan mempersilahkan ketiganya duduk, ia menjamu ketiga tamunya dengan sangat baik bak seorang raja. Wenara terkekeh pelan sambil menikmati hidangan yang dijamu dihadapannya begitupula dengan Chiu Xie. Guan Ping sendiri lebih memilih untuk menikmati arak disebelahnya.
Guan mengambil segelas arak lalu meminumnya dengan cepat. satu teguk.. dua teguk.. tiga teguk.. sampai tetes terakhir masuk dalam tenggorokannya. Ia tersenyum lebar sebentar lalu mulai mengambil arak lagi.
Wenara selesai mencicipi beberapa hidangan lalu mulai bertanya rencana khusus apa yang ingin dijalankan oleh perguruan Pusaka Berat untuk menekan Akademi Beladiri.
__ADS_1
“Ketua Wenara memang bijak! Saya ingin ketiga tamu terhormat dapat membantu saya pada kontes bakat nanti!” ucapan dari Quan segera menghentikan acara makan Chiu Xie bahkan Guan Ping yang mulai mabuk seketika memiliki kembali kesadarannya.