Dark Game

Dark Game
143


__ADS_3

Tidak ada yang memperhatikan, Reynal saat ini tersenyum dengan kejam ke arah Black Undied. “Dimana sikap sombong mu itu sebelumnya? Hmph! Jika saja kau dan Black Undied tidak berencana untuk membunuh saya, maka mungkin kau masih tenang dan nyaman di dalam istanamu”


Sang Utusan tidak lagi percaya dengan perkataan Black Undied setelah semua ini. Jika saja Black Undied bukanlah seorang pendekar dewa bumi yang berharga, maka ia akan segera membunuhnya pada kesempatan pertama.


“Mencoba mengalihkan kesalahanmu pada orang lain? Hmph! Jika kau tidak ingin terbakar jangan bermain api. Kau telah melakukan pengkhianatan pada Hell Memoth dan bersekutu dengan kekaisaran Humanie. Namun disaat yang sama kau juga mendapatkan rasa yang sama dari kekaisaran Humanie. Jika saya tidak salah menebak, kekaisaran Humanie telah mengetahui lokasi altar rahasia kami dan kau percaya pada mereka.” Black Dangger saat ini menganggap diriny hanya kedua dari sang utusan segera berkata dengan marah.


Ia memiliki beberapa kebencian dengan Black Undied yang entah datang dari mana segera mengambil tempatnya menjadi pemimpin kuasa mutlak, setelah itu sang utusan juga lebih percaya dan mengandalkan dirinya membuat Black Dangger tidak bisa melewatkan kesempatan ini untuk membalas kekesalannya selama ini.


“Black Undied, saya akan mengurungmu untuk saat ini. Setelah kembali dari meminta ganti rugi pada pihak kekaisaran, saya akan memutuskan hukumanmu” Setelah itu, sang utusan dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka menuju kekaisaran pusat. Tentu saja, ia tidak lupa membawa seluruh mayat yang ada disana dan menjadi barang bukti kebenarannya.


~~


Kekaisaran saat ini memasuki keadaan tegang, ini dikarenakan kedatangan ketiga tamu tidak diundang di dalam istana. Mereka tidak lain adalah Sang Utusan, Black Dangger dan Reynal. Ketiganya saat ini memasang front ganas pada seluruh petinggi kekaisaran yang ada.

__ADS_1


Reynal dengan cepat menghitung terdapat dua puluhan pendekar dewa lapisan empat, tujuh pendekar dewa lapisan lima, tiga pendekar dewa puncak, dan seorang pendekar dewa bumi. Ini adalah eksistensi teratas dari kekaisaran Humanie.


Walau mungkin itu diluar dari para kehadiran ketua beberapa perguruan dan guild dibawah perintah kekaisaran, namun itu sudah cukup untuk mengalahkan kondisi Hell Memoth yang bahkan Reynal menjadi satu- satunya pendekar dewa lapisan  disana.


“Kalian semua, cepat serahkan harta dan sumber daya yang kalian ambil dari altar kami sebanyak 3 kali lipat. Dengan begitu saya akan melupakan masalah hari ini” ucap sang utusan.


Kaisar Humanie mendengus kesal, ia tidak mengerti mengapa orang- orang ini tiba- tiba datang marah- marah dan menuntuk ganti rugi kepadanya. Ia kemudian mengalihkan pada para tetua yang hadir.


“Apa kau bilang? kami hanya mengambil keuntungan? Piuh! kami bahkan jijik memikirkannya, kekaisaran Humanie sebenarnya merendahkan diri mereka hanya demi beberapa harta dan melakukan beberapa trik kotor.” Sang utusan berteriak marah.


Ia kemudian melambaikan tangannya, di sana muncul beberapa puluh mayat lengkap dengan pakaian seragam kekaisaran ditubuh mereka. Seluruh tetua bahkan kaisar Humanie terkejut melihat semua mayat ini.


Jika itu adalah prajurit rendahan maka mereka masih akan menyangkal dan menuduh Hell Memoth membuat tuduhan palsu namun mayat- mayat yang diperlihatkan merupakan mayat dari para tetua dan esselon atas kekaisaran.

__ADS_1


“Jendral!” Seorang tetua segera mengenal seorang mayat disana. Itu merupakan mayat jendral dengan basis kekuatan lapisan ke 4.


“Bahkan jendral kalian juga menjadi mayat sekarang! Kalian tidak dapat menyangkal lebih jauh lagi” Black Dangger berkata dengan marah.


“Hmph! Meski begitu kami tidak yakin, jika kalian mampu memberikan kami bukti lainnya maka kami akan bersedia membayar kerugian” Kaisar Humanie berkata.


Wajah dari para tetua juga membaik, bukti yang diinginkan mereka adalah formasi unik kekaisaran. Tapi sangat tidak mungkin bagi mereka mendapatkannya.


,Sang Utusan tidak tahan lagi, ia mengeluarkan aura nya yang kuat membuat istana kaisar bergetar hebat. Para tetua tidak tahan untuk mengutuk sang utusan.


“Jangan pikir untuk bertindak berani disini!” Kaisar mendengus dingin, ia tidak mau kalah segera mengeluarkan auranya sebagai seorang pendekar dewa. Itu segera melawan aura sang utusan.


“Saya tidak akan berbasa- basi lagi, ini ambil bukti yang kalian inginkan!” Sang utusan tentu tidak memiliki ketakutan melawan Kaisar Humanie namun ia berpikir jika harus menghadapi dua faksi secara bersamaan maka tidak akan ada hal yang mudah baginya di masa depan. Sebab itu ia mengalah dan memberikan bukti yang diminta oleh kekaisaran Humanie.

__ADS_1


__ADS_2