Dark Game

Dark Game
120. Panggilan T'lah Tiba


__ADS_3

Reynal berhasil mempelajari jurus yang diberikan oleh Lucifer serta Poison King. Keduanya memberikan jurus terkuat mereka kepada Reynal setelah melihat kekuatan Reynal yang begitu besar.


Reynal berhasil menguasainya ketika ia sedang memasuki sebuah kota besar yang bernama Java. Kota tersebut sangat besar mencapai tiga kali luas kota Air Biru. Kota Java adalah salah satu kota terbesar yang dimiliki oleh Zein Kingdom. Kota ini menjadi pusat perdagangan, industri serta budaya kerajaan.


Reynal masih ingat dengan lima belas murid Akademi Beladiri yang ia perintahkan untuk berpencar mencari informasi penting terkait aliran Hell Memoth. Rencananya Reynal akan memanggil mereka setelah tiba di kota Java.


Sebelum melakukan hal tersebut, ia memutuskan untuk berkeliling melihat situasi terlebih dahulu. Karena menjadi salah satu kota terbesar menyebabkan keamanan dan pertahanan kota tersebut sangatlah kuat.


Para pemberontak tidak dapat melakukan sesuatu yang berarti pada kota ini sehingga kota Java terhindar dari serangan pemberontakan. Setelah puas berkeliling, akhirnya Reynal tiba pada salah satu penginapan besar yang terdapat pada kota Java.


Reynal kemudian merapalkan sebuah mantra aneh lalu langit berubah menjadi gelap selama beberapa saat sebelum akhirnya kembali nomal. Langit yang berubah menjadi gelap secara mendadak di seluruh wilayah menyebabkan banyak pihak menjadi panik.

__ADS_1


Reynal memasuki penginapan tersebut dengan senyuman khasnya. Para penjaga penginapan sempat menghentikan Reynal namun ia memberikan beberapa keping emas membuat penjaga tersebut lebih sopan dan mempersilahkan dirinya masuk.


Reynal mendekati resepsionis penginapan lalu mulai memesan kamar dalam ukuran besar. Sang resepsionis sedikit ragu ketika melihat penampilan Reynal yang mirip seperti seorang pengemis.


“Maaf tuan namun sepertinya anda tidak mampu menyewa penginapan kami karena harganya terlalu mahal. Jika anda ingin menyewa tempat lebih baik anda mencari penginapan yang lebih kecil.” Perkataan penjaga tersebut sangat sopan terhadap Reynal walau perkataanya menyinggung namun dapat dilihat resepsionis tersebut memiliki rasa kasihan pada Reynal karena penampilannya.


“Tidak apa, aku dapat membayarnya.” Reynal mengeluarkan sepuluh keping emas kepada resepsionis sebagai bayaran dimuka. Resepsionis penginapan terkejut mengetahui Reynal memiliki uang emas dalam jumlah yang banyak dan dengan mudah memberinya kepada orang lain.


“Jika kurang kau dapat menerimanya setelah aku selesai menginap, bagaimana?” sang resepsionis menggeleng pelan sebelum memberikan sebuah kunci kamar pada Reynal.


“Semoga anda puas dengan pelayanan kami tuan” resepsionis itu terlihat lebih sopan kepada Reynal.

__ADS_1


Reynal hanya tersenyum puas, ia tidak menduga bahwa bahwa uang dapat membuat mereka lebih dihormati selain kekuatan.


Di sebuah menara kuno terdapat seorang penyihir tua dengan rambur berwarna putih seluruhnya melihat peristiwa tersebut tersenyum penuh makna. Energi yang terpancar dari dala tubuhnya sangatlah besar hingga mampu membuat pendekar dan ksatria tingkat Semesta lapisan akhir hilang kesadaran.


“Hahaha, tidak kusangka ternyata salah satu pemain Dark Game mampu memiliki kekuatan sebesar itu pada dunia ini. Aku tidak sabar untuk melihatnya bertambah kuat.” Penyihir tua tertawa dengan keras.


Bentuk tubuhnya tidak jauh berbeda dengan seorang lansia umur delapan puluh tahun keatas. Ringkih dan hanya menampilkan wajah tirusnya yang bahkan hampir seperti tengkorak hidup.


Pada beberapa wilayah kekaisaran Humanie, pada tiga kerajaan besar sepuluh orang remaja dengan energi yang besar melesat dengan cepat menuju sebuah kota.


~~

__ADS_1


__ADS_2