Dark Game

Dark Game
394


__ADS_3

Dillon sedikit terkejut ketika melihat  Nymph menatapnya dingin, Ia tidak merasakan


perasaan apapun dari tatapan Nymph kepadanya membuat hatinya sedikit sakit.


“Nymph, apa kau melupakan gurumu?”


Dillon kembali teringat ketika ia baru saja menjadi pemimpin


agung Hell Memoth tepatnya 50 tahun yang lalu. Saat itu kekuatan untuk menjadi


pemimpin agung adalah tingkat Semesta lapisan 5 yang saat itu seorang pendekar


akan sangat kuat dan tidak tertandingi.


Saat itu hanya beberapa pendekar yang menjadi dewa,


setidaknya hanya 10 orang dari Hell Memoth. Karena kekuatan mereka yang masih


sangat lemah, Hell Memoth masih berusaha menyebarkan kekuatan mereka secara


sembunyi- sembunyi.


Dillon masih muda saat itu, ia terlihat seperti seorang


pendekar muda dengan alis tajam dan wajah yang dapat di bilang tampan. Namun


sayangnya, kekurangan Dillon saat itu hanya satu yaitu kurang bisa bergaul dan


emosinya meledak- ledak.


Hanya kuasa mutlak yang dapat menjalin komunikasi dengannya


sebab itu tidak ada seorangpun yang ingin bergaul dan menjalankan misi Hell


Memoth dengannya. Hal itu terjadi sampai akhirnya  Hell Memoth memutuskan untuk menyebarkan


ajarannya di seluruh kekaisaran Humanie.


Saat itu, banyak pendekar jahat yang mengetahui Hell Memoth


dan memutuskan untuk bergabung. Seorang anak remaja dengan tubuh kurus kering

__ADS_1


datang mendatangi halaman rahasia Hell Memoth. Disana adalah tempat perekrutan


yang diketahui secara diam- diam.


Pada saat itu, kebetulan Dillon yang menjaganya dan melihat


anak itu sedikit. Karena tidak adanya persyaratan yang terlalu sulit, anak itu


akhirnya menjadi anggota Hell Memoth. Entah mengapa dari sekian banyak


pendaftar hanya dia yang tersenyum pada Dillon dan menunjukkan wajah ramah.


Dillon awalnya ingin mengusir bahkan membunuh anak itu karena


mengira ia sedang di ejek. Tepat ketika Dillon memukulnya dengan kekuatan petir


biru yang ia miliki, gejolak petir berwarna putih muncul dari dalam tubuh anak


tersebut dan berusaha menahan petir milik Dillon.


Dillon yang terkejut segera mengambil anak itu dan bertanya


siapa namanya, anak itu lalu menjawab “Saya Nymph. Kakak maaafkan saya karena


energi aneh dalam tubuh saya bergejolak ketika melihat kakak.”


Nymph kecil menjawab dengan jujur membuat Dillon menghela


nafas pelan. Jika cerita Nymph adalah benar maka Nymph memiliki tubuh petir


putih. Adapun gejolak yang ia rasakan karena tubuh petir biru yang dimiliki


Dillon memiliki derajat yang lebih tinggi dari pada petir putih.


Dillon juga merasakan sedikit kehangatan melihat Nymph


membuatnya mengambil keputusan untuk menjadikan Nymph sebagai muridnya. Ia


merasa jika Nymph mendapat pelatihan seperti anggota Hell Memoth lainnya maka


akan sangat sia- sia untuk tubuh petir putih yang ia miliki.

__ADS_1


Akan lebih efektif jika ia diajar langsung oleh Dillon yang


telah berpengalaman. Nymph kecil tidak menyangka dirinya akan diangkat menjadi


murid, walau ia terlihat lusuh dan kurus namun ia memiliki kecerdasan diatas


rata- rata.


Ia mengetahui dengan benar jika Dillon walau masih terlihat


sangat muda adalah salah satu tokoh penting di dalam Hell Memoth. “Hormat pada


guru!” Nymph bersujud memberikan hormatnya sebagai murid.


Sejak saat itu, Nymph menjalani pelatiha keras dari Dillon.


Sampai bertahun- tahun kemudian ketika Hell Memoth memutuskan untuk membuka


diri dari dunia, Dillon diangkat menjadi salah satu Malaikat Suci Hell Memoth


dan Nymph menjadi Pemimpin Agung Hell Memoth.


Keduanya menjelajah bersama di kekaisaran Sihir Tinggi dan


nama keduanya menggelegar sampai membuat dua kekaisaran yang berafilisasi pada


kekuatan sihir itu menjadi takut.


Namun takdir sepertinya menertawakan keduanya, setelah


mereka kembali pada Kekaisaran Humanie, tidak sampai setahun berlalu Nymph


telah dinyatakan tewas ditangan Akademi Beladiri.


Dillon tidak dapat menerimanya, ia membuat segala macam cara


membalas dendam pada Akademi Beladiri mulai dari memberi misi pada balai tugas


dan di tolak oleh Daisy serta meminta pada Hatari dan juga mendapat penolakan


halus hari itu.

__ADS_1


Jika bukan karena tekanan para kuasa mutlak, Dillon pastinya


akan segera mengacak- acak Akademi Beladiri dengan kekuatanya.


__ADS_2