Dark Game

Dark Game
57. Pedang Nyawa Bagian 1


__ADS_3

Dua ketua Guild terkenal yaitu Guild Tujuh Warna dan Guild Kerajaan Krunch terlihat bertarung bersama dengan seorang kenalan lama mereka yang juga kini menjadi pasukan aliansi Hell Memoth. Seorang tetua guild Pedang Tua yang lebih dikenal sebagai Pedang Nyawa oleh anggota guild serta beberapa teman dekatnya.


“Cia, Inso, apa yang terjadi pada kalian?” tanya Pedang Nyawa kepada kedua temannya sambil menahan serangan yang diberikan. Hanya tatapan kosong dari keduanya yang ia dapatkan, serta serangan demi serangan yang diaktifkan oleh ketua Cia dan Inso.


Setelah dibangkitkan kembali ketua Cia dan ketua Inso mengalami peningkatan kekuatan tingkat Matahari awal. Sehingga mereka berdua dapat mengimbangi kekuatan dari Pedang Nyawa yang saat ini pada tingkat Matahari Lapisan 2.


“Kalian pulang seperti ini dan mendapatkan kekuatan yang besar untuk menghadapiku? Kalian benar benar berani sekarang” Pedang Nyawa hampir saja terkena serangan dari keduanya.


Pedang Nyawa menyadari ada yang salah dari ketua Cia dan Inso, mereka seperti terlihat sangat berbeda. “Hei mana omong besarmu yang selalu kau keluarkan ketika melawanku, Inso?” Pedang Nyawa memastikan sekali lagi, namun seperti sebelumnya hanya tatapan kosong dan serangan yang menjawabnya.


Pedang Nyawa mencabut pedangnya, ia mulai bermain serius ketika terkena serangan dari panah milik ketua Cia. Serangan keduanya telah berada setidaknya pada tingkat Matahari Awal dan itu cukup untuk membuat Pedang Nyawa terluka cukup dalam.


Tidak ada cara selain melumpuhkan keduanya jika tidak maka ia akan mendapatkan banyak luka dalam hari ini. Pedang Nyawa melesat kearah ketua Inso, pedang besar miliknya terlihat sangat membuat Inso kewalahan.


“Hei cepatlah bunuh orang itu jika tidak kau akan di pukuli oleh dia” ucap prajurit Horsox ketika melihat pertarungan ketiganya. Mendengar perkataan prajurit tersebut, Pedang Nyawa akhirnya mengerti mengenai tindakan kedua temannya ini.

__ADS_1


“Beraninya kalian mengkhianati Hell Memoth, lihat saja bagaimana aku akan membunuh kalian berdua hari ini” ucap Pedang Nyawa sambil menebas udara dihadapannya.


Bagaimanapun juga Pedang Nyawa adalah salah satu tetua andalan yang paling kuat dalam memakai pedang besar. Ia memainkan pedang besar miliknya seakan sebuah pisau kecil, dengan mudah ia dapat menghempaskan pedang Inso setelah beradu kekuatan dan beberapa trik.


Inso hanya melihatnya datar sambil sesekali menoleh mencari keberadaan pedang miliknya. Melihat celah yang cukup besar, Pedang Nyawa melesat menyerang Inso dengan pedangnya.


Ia memposisikan pedang miliknya secara vertikal sehingga membuat kekuatan yang ia salurkan dapat merata pada tepi pedang yang tajam lalu memutarnya kearah kaki Inso.


Inso tidak dapat bergerak cepat, kecepatan serangan Pedang Nyawa sangat tinggi. Untung saja ketika pedang hampir menyentuh dan mematahkan kakinya sebuah panah melesat kearah Pedang Nyawa.


Ia mengubah serangan pedang dan berhasil memposisikan sebagai tameng. “Wanita Sialan”


Pedang Nyawa bergerak menyerang Cia, ia menggunakan teknik berpedang jarak jauh untuk menyerang Cia selagi ia memperpendek jarak antara keduanya.


Teknik pedang jarak jauh adalah sebuah serangan yang akan memberikan serangan tebasan sejumlah energi dalam jarak tertentu.

__ADS_1


Namun salah satu kelemahan dari trik ini adalah hanya dapat digunakan dengan pedang panjang yang cukup kecil dan ramping, tujuannya adalah untuk mempersempit tekanan sehingga tujuan atau total serangan yang diberikan dapat maksimal.


Selain itu trik yang selalu memakai tenaga dan energi yang besar seperti ini adalah pengendalian jarak dan kekuatan yang sangat sulit untuk waktu yang bersamaan.


Pedang Nyawa saat ini dianggap jenius dalam berpedang sebab ia dapat menggunakan trik ini pada pedang besar yang cenderung besar dan berat juga dapat mengendalikan kelemahan dari serangan.


Pedang Nyawa telah berada di hadapan Cia, mereka mulai beradu kekuatan dan saling adu serangan. Ketua Cia dapat dikatakan kurang beruntung jika ia harus bertarung melawan master pedang dalam jarak dekat sedangkan ia pengguna senjata jarak jauh.


Perbedaan kekuatan tersebut membuat Cia terlempar setelah beberapa kali adu kekuatan. Pedang Nyawa tidak ingin membuang kesempatan untuk melumpuhkan Cia, ia menebas kepala Cia dengan mudah yang sebelumnya telah tergeletak ditanah.


“Kau Selanjutnya” ucap Pedang Nyawa, ia menoleh sekali lagi kearah mayat Cia dan mendapati sesuatu yang aneh terjadi.


“Tidak Mungkin” Pedang Nyawa terlihat ketakutan, ia gemetar dan tak sadar pedang besar milknya terjatuh dari genggaman.


 

__ADS_1


 


__ADS_2