
Setelah bertemu dengan Sindo, Reynal menuju
Akademi Beladiri. Kedatangannya kesana segera disambut meriah oleh Parsi, Ketua
Remi dan yang lainnya. Reynal sedikit tidak siap dengan penyambutan seperti ini
namun ia tidak menolak.
Menurutnya sambutan seperti ini sangatlah
membuatnya senang sebab ini dapat menandakan bahwa di dunia ini masih ada orang
menyayangi dan mencintainya. Berbeda sekali ketika di dunia nyata yang bahkan
orang tuanya tidak peduli padanya.
Ketua Remi mengadakan pesta yang cukup meriah,
ia mengundang seluruh petinggi Akademi Beladiri dan juga kerajaan Horsox. Di
dalam aula Akademi Beladiri, setidaknya lebih dari 30 orang saling bersenda
gurau dengan gembira.
Reynal duduk di tempat khusus yang telah
disediakan, ia beberapa kali menerima perkenalan dari para tokoh Akademi
Beladiri yang baru melihatnya. Reynal melihat mereka yang wajah baru disana,
kekuatan mereka cukup membuat Reynal mengangguk kecil.
“Ketua Remi, kau terlalu berlebihan.” Reynal
mendesah lega setelah pesta telah berakhir. Ia melotot pada ketua Remi. Di sana
kini tinggal hanya sekitar 10 orang saja yang merupakan orang terdekat Reynal
di Akademi Beladiri. Mereka mengetahui sifat asli Reynal sehingga pemuda itu
__ADS_1
segera kembali kepada sifat aslinya.
Ketua Remi menerima itu lalu tersenyum
mengejek. “Apa? kau terlalu menikmati tugasmu sebagai mata- mata di dalam guild
Raja Nirwana sampai melupakan kami semua!”
Parsi ikut mengangguk, “Sekarang kita bingung harus memanggilmu dengan apa, Reynal ataukah Wakil Yin?” ucap Parsi menyindir.
Reynal merengut kesal, ia tidak lagi mengeluh.
Tidak sengaja pandangannya berbalas dengan Eliza yang juga menatapnya. Reynal
tidak mengetahui bahwa Eliza selalu memandangnya sejak pesta dimulai.
Reynal segera menyapa wanita muda itu, “Eliza kau nampak semakin cantik!” Reynal berkata dengan tersenyum.
Eliza sedikit tersipu malu, ia berkata “Wanita memang akan semakin cantik, jika itu pria maka ada yang salah dengan matamu!”
Reynal tertawa mendengarnya, ia tidak lagi mencoba menggoda wanita itu. Pandangannya kembali ke ketua Remi. Sejenak wajahnya berubah menjadi lebih serius.
mengenai pendekar dewa yang mewakili Hell Memoth nanti dalam pertempuran
pendekar terkuat. Banyak dari mereka yang kuat dan setengah dari mereka adalah
pendekar dewa puncak yang masing- masing telah menguasai penggunaan aura”
Sontak Ketua Remi yang mendengarnya sedikit
serius. Ia memang mengetahui jika Hell Memoth tidak mengikut sertakan anggota
mereka melainkan guild besar yang berada dibawah perintah. Selain karena merasa
keamanan dari mereka cukup terganggu, ketua Remi juga sedikit memiliki
kecurigaan yang besar.
Namun ia tidak menduga jika perwakilan dari
__ADS_1
guild besar akan semenakutkan itu. Ia telah menyiapkan 5 dari 7 tempat yang
dimiliki oleh Akademi Beladiri untuk pendekar legenda, mereka memiliki kekuatan
pendekar dewa yang sebentar lagi memasuki tingkatan dewa bumi.
Ia berpikir dengan kekuatan seperti itu akan
mudah bagi Akademi Beladiri merebut tempat 30 atau bahkan 10 besar disana. Namun
jika benar lawan mereka juga memiliki kekuatan yang tangguh maka kesempatan
akan semakin kecil.
Selain itu Parsi dan Fengtian juga ikut serta,
kekuatan mereka sekarang berada pada Dewa lapisan 4 berkat dengan bantuan
sumber daya melimpah dari Akademi Beladiri. Meski begitu dari perkataan Reynal,
keduanya mungkin belum tentu dapat memasuki 100 besar peringkat pendekar dewa
terkuat.
“Jika kekuatan Hell Memoth sebesar ini maka
bagaimana dengan kekuatan dari kekaisaran? Apakah mereka juga memiliki
perwakilan yang tangguh?!” tanya Reynal.
Karena ia berada di dalam faksi Hell Memoth,
ia tidak dapat mengetahui keadaan dalam 2 faksi lainnya. Sebab itu ia paling
penasaran dengan keadaan kekaisaran Humanie, terutama banyak guild besar
seperti Mutiara Putih, Secret God, Asasint Bermuda, White Lotus dan yang
lainnya yang merupakan temannya berada disana.
__ADS_1