Dark Game

Dark Game
31


__ADS_3

Reynal menggunakan setengah energi yang ia miliki untuk


mengeluarkan kemampuan maksimal dari Magic Aura Art miliknya. Efek dari aura


tersebut seketika membuat para pendekar yang sebelumnya saling bertarung


menjadi tertekan bahkan beberapa langsung jatuh karena tekanan yang menimpa


tubuhnya tidak mampu ia tahan.


Reynal berjalan perlahan sambil menggunakan Magic Aura


Artnya. Ia berjalan dengan bebas disana sebab tidak ada seorangpun yang mampu


menahan kekuatan dari aura miliknya ketika di dorong dalam keadaan maksimal.


Ia dengan lancar mendapatkan sebuah ruangan kosong yang


cukup berada di pusat menara Latihan. Ia tidak menunggu lama memasuki ruangan


tersebut dan menguncinya dari dalam. Barulah setelah Reynal memasuki ruangan


Latihan, auranya juga telah berkurang dan para pendekar kembali dapat bergerak.


“Siapa itu?!”


“Dia, apakah dia bukan pendekar Dewa puncak? Saya merasa


aura miliknya sangat kuat bahkan setara dengan para pendekar dewa puncak!”


“Dia dari bangsa manusia! Apakah benar Humanie Empire kini


telah menghasilkan sebuah monster seperti Secret Toun.”


“Sepertinya bangsa Orc kita akan sulit mendapat tempat di


dalam 100 besar! Lihatlah pemuda itu pasti akan menjadi salah satu dari 100


pendekar terkuat”


“Saya berdoa tidak akan pernah ditantang olehnya!”

__ADS_1


Banyak dari para pendekar yang ada disana membicarakan


Reynal, mereka sungguh tidak menduga akan ada pemuda yang memiliki kekuatan


seperti itu. Namun disisi lain, juga banyak orang yang mencela dan bahkan tidak


menempatkan Reynal di matanya.


“Dia hanya ingin berlagak disini! Jika saja senior telah


tiba disini mungkin ia tidak akan bisa menunjukkan wajahnya!”


“Kau benar, mereka pikir hanya pendekar dari Humanie Empire


saja yang memiliki kekuatan seperti itu? Jelas bangsa Malaikat kita adalah yang


terbaik dan terkuat”


“Saya bertaruh bahkan senior White Tiger dapat


mengalahkannya hanya dengan satu jari!”


Segerombolan pendekar yang memandang rendah Reynal tidak


memang dikenal dengan kesombongannya yang tinggi karena mereka dianugerahi


banyak kekuatan dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh bangsa lainnya.


Reynal bisa saja menantang kelompok yang memandang rendah


dirinya namun ia berpikir prioritasnya saat ini adalah menembus lapisan 4 dalam


waktu dua bulan lalu dengan itu ia bisa memasuki tempat 10 besar di pertarungan


100 pendekar terkuat.


“Bangsa Malaikat memang pantas menyombongkan diri mereka,


sebab mereka memiliki banyak kelebihan yang bahkan bangsa Peri saya juga iri!”


sebuah suara asing seketika mengganggu Reynal.

__ADS_1


Pemuda itu dengan cepat menoleh kearah sumber suara. Ia


kemudian mendapati seorang wanita tinggi dengan wajah cantik dan mampu membuat


satu negara diambang kehancuran karena wajahnya. Ia memiliki mata berwarna biru


dengan rambut seputih perak dan telinga runcing.


“Kamu? Ini adalah ruangan saya, kamu pergilah dari sini” Teriak


Reynal. Ia mengingat ketika ia membuka pintu ruangan, tidak ada seorangpun disana


yang berarti bahwa peri itu baru saja masuk beberapa waktu yang lalu.


Tapi Reynal bahkan sama sekali tidak menyadarinya sebelum


peri itu berbicara padanya. Seketika Reynal teringat pada keahlian


persembunyian bangsa Elf yang dimiliki oleh Dark Elf pembunuh. ‘Bangsa Elf dari


dulu dikenal memiliki kemampuan untuk menyembunyikan keberadaan mereka, ini


sungguh tidak adil’ keluh Reynal dalam hatinya.


Reynal mengeluarkan tongkat Ajaibnya sambil terus menerus


waspada dengan perempuan didepannya. Namun melihat Reynal seperti itu membuat


Elf itu semakin mendekatinya.


“Kau mengusirku?” Elf itu sebenarnya terkejut mendapati


Reynal memiliki aura yng menekan seperti sebelumnya. Sebab itu ia mengikutinya


kesini. Ia sungguh sangat kagum dengan kemampuan Reynal yang menurutnya tidak


kalah dengan jagoan dari dunia Elf.


 Elf itu kemudian


mengulurkan tangannya lalu berkata ,“Perkenalkan, nama saya Riana. Kau bisa

__ADS_1


memanggilku Ana.” Ucap elf itu dengan senyum.


__ADS_2