
Reynal menggunakan setengah energi yang ia miliki untuk
mengeluarkan kemampuan maksimal dari Magic Aura Art miliknya. Efek dari aura
tersebut seketika membuat para pendekar yang sebelumnya saling bertarung
menjadi tertekan bahkan beberapa langsung jatuh karena tekanan yang menimpa
tubuhnya tidak mampu ia tahan.
Reynal berjalan perlahan sambil menggunakan Magic Aura
Artnya. Ia berjalan dengan bebas disana sebab tidak ada seorangpun yang mampu
menahan kekuatan dari aura miliknya ketika di dorong dalam keadaan maksimal.
Ia dengan lancar mendapatkan sebuah ruangan kosong yang
cukup berada di pusat menara Latihan. Ia tidak menunggu lama memasuki ruangan
tersebut dan menguncinya dari dalam. Barulah setelah Reynal memasuki ruangan
Latihan, auranya juga telah berkurang dan para pendekar kembali dapat bergerak.
“Siapa itu?!”
“Dia, apakah dia bukan pendekar Dewa puncak? Saya merasa
aura miliknya sangat kuat bahkan setara dengan para pendekar dewa puncak!”
“Dia dari bangsa manusia! Apakah benar Humanie Empire kini
telah menghasilkan sebuah monster seperti Secret Toun.”
“Sepertinya bangsa Orc kita akan sulit mendapat tempat di
dalam 100 besar! Lihatlah pemuda itu pasti akan menjadi salah satu dari 100
pendekar terkuat”
“Saya berdoa tidak akan pernah ditantang olehnya!”
__ADS_1
Banyak dari para pendekar yang ada disana membicarakan
Reynal, mereka sungguh tidak menduga akan ada pemuda yang memiliki kekuatan
seperti itu. Namun disisi lain, juga banyak orang yang mencela dan bahkan tidak
menempatkan Reynal di matanya.
“Dia hanya ingin berlagak disini! Jika saja senior telah
tiba disini mungkin ia tidak akan bisa menunjukkan wajahnya!”
“Kau benar, mereka pikir hanya pendekar dari Humanie Empire
saja yang memiliki kekuatan seperti itu? Jelas bangsa Malaikat kita adalah yang
terbaik dan terkuat”
“Saya bertaruh bahkan senior White Tiger dapat
mengalahkannya hanya dengan satu jari!”
Segerombolan pendekar yang memandang rendah Reynal tidak
memang dikenal dengan kesombongannya yang tinggi karena mereka dianugerahi
banyak kekuatan dan kelebihan yang tidak dimiliki oleh bangsa lainnya.
Reynal bisa saja menantang kelompok yang memandang rendah
dirinya namun ia berpikir prioritasnya saat ini adalah menembus lapisan 4 dalam
waktu dua bulan lalu dengan itu ia bisa memasuki tempat 10 besar di pertarungan
100 pendekar terkuat.
“Bangsa Malaikat memang pantas menyombongkan diri mereka,
sebab mereka memiliki banyak kelebihan yang bahkan bangsa Peri saya juga iri!”
sebuah suara asing seketika mengganggu Reynal.
__ADS_1
Pemuda itu dengan cepat menoleh kearah sumber suara. Ia
kemudian mendapati seorang wanita tinggi dengan wajah cantik dan mampu membuat
satu negara diambang kehancuran karena wajahnya. Ia memiliki mata berwarna biru
dengan rambut seputih perak dan telinga runcing.
“Kamu? Ini adalah ruangan saya, kamu pergilah dari sini” Teriak
Reynal. Ia mengingat ketika ia membuka pintu ruangan, tidak ada seorangpun disana
yang berarti bahwa peri itu baru saja masuk beberapa waktu yang lalu.
Tapi Reynal bahkan sama sekali tidak menyadarinya sebelum
peri itu berbicara padanya. Seketika Reynal teringat pada keahlian
persembunyian bangsa Elf yang dimiliki oleh Dark Elf pembunuh. ‘Bangsa Elf dari
dulu dikenal memiliki kemampuan untuk menyembunyikan keberadaan mereka, ini
sungguh tidak adil’ keluh Reynal dalam hatinya.
Reynal mengeluarkan tongkat Ajaibnya sambil terus menerus
waspada dengan perempuan didepannya. Namun melihat Reynal seperti itu membuat
Elf itu semakin mendekatinya.
“Kau mengusirku?” Elf itu sebenarnya terkejut mendapati
Reynal memiliki aura yng menekan seperti sebelumnya. Sebab itu ia mengikutinya
kesini. Ia sungguh sangat kagum dengan kemampuan Reynal yang menurutnya tidak
kalah dengan jagoan dari dunia Elf.
Elf itu kemudian
mengulurkan tangannya lalu berkata ,“Perkenalkan, nama saya Riana. Kau bisa
__ADS_1
memanggilku Ana.” Ucap elf itu dengan senyum.