
Cat: (Beberapa capter
kedepan mungkin akan mengandung unsur romance, penulis tidak terlalu pandai
dalam menulis cerita romance tapi penulis berusaha untuk melakukan yang
terbaik. Jika pembaca merasa penulis kurang dalam menulis romance atau suasana
yang digambarkan kurang menyentuh atau tidak sesuai maka tolong beri komentar,
saran atau kritiknya!!! Terimakasih)
Ketua Remi menjamu putri
Rose dengan ala kadarnya, ia sungguh menaruh curiga pada Putri Rose yang kini
notabenenya adalah kaki tangan kekaisaran. Adapun Reynal ia sungguh tidak
menyangka jika Putri Rose akan berubah sejauh itu.
Putri Rose menggunakan
pakaian ala pendekar dengan memperlihatkan lengan putihnya yang indah semacam giok tapi juga kuat. Selain
itu Putri Rose juga dulunya selalu ber-rias membuat wajahnya yang cantik
menjadi lebih cantik lagi.
Ketua Remi kemudian
pamit kepada keduanya, jelas bahwa putri Rose ingin menemui Reynal secara
pribadi sehingga ia tidak ingin mengganggu keduanya.
“Putri Rose, lama
tidak bertemu. Bagaimana kabarmu sekarang?” sapa Reynal dengan senyum.
Putri Rose mengangguk
pelan, “Baik- baik saja, bagaimana denganmu?”
“Ya, seperti yang kamu
lihat, hahaha” jawab Reynal.
Cat: (Untuk Sebagian dialog antara Reynal dan
pemain perempuan yang dekat, penulis akan mengubahnya dari formal ke Bahasa
yang lebih dekat dengan panggilan aku atau kamu)
“Putri Rose, apa yang
sebenarnya kamu ingin bicarakan? Sepertinya sangat penting!” Reynal menaikkan
alisnya bingung, ia menatap Putri Rose yang masih menunduk.
“Reynal, kedatangan
Aku kemari sebenarnya hanya ingin menemuimu. Aku….” Putri Rose berhenti sejenak
“Aku ingin bilang bahwa aku akan dijodohkan oleh raja kepada pangeran mahkota
Prince Karos II.”
“Apa?! Jadi kau
setuju?” Reynal terkejut mendengarnya. Ia sangat mengenl putri Rose dulu sebab
__ADS_1
keduanya sering berjalan Bersama. Selain itu, Reynal sedikit merasa ada sesuatu
yang mengganggu hatinya ketika putri Rose berkata seperti itu.
“Aku awalnya menolak
dan mengatakan pada Raja Zein untuk berlatih selama beberapa bulan di
perbatasan. Karena itu penampilanku berubah dan karena terbawa suasana juga
mungkin karena terlalu sering memakai pakaian seperti ini maka aku menjaid
terbiasa dan mengubah penampilanku
menjadi berbeda.
Aku pulang ke
kerajaan, berharap raja tidak mengingat tentang pernikahan itu dan berubah
pikiran karena penampilanku yang berubah. Tapi aku salah, raja tetap berniat
menikahkanku dengan pangeran Karlos. Saat itu aku tidak punya pilihan lain
selain menerimanya karena kerajaan Zein tidak lagi memiliki kekuatan setelah
kepergian guild Bunga Dewa dan Akademi Beladiri. Demi kerajaan, Aku rela
menikah dengan pangeran mahkota Karlos.”
“Andai saja waktu itu
Aku bisa meyakinkan Raja untuk menjadi faksi dari Akademi Beladiri maka
pernikahan itu tidak akan terjadi!” ucap
Putri Rose menyesal. Putri Rose menangis
Reynal prihatin dengan
keadaan putri Rose. Wanita itu walau telah merubah pakaiannya menjadi pendekar
namun ia tetaplah seorang putri yang lembut. Reynal tidak tahan melihatnya
menangis sehingga Reynal dengan pelan memeluk Putri Rose.
Membuat wanita itu
menangis dalam pelukannya. Badannya yang kecil dan tipis seakan rapuh ketika
Reynal memeluknya. Pemuda itu bahkan bisa merasakan tubuh putri Rose gemetar
karena tangis dan kesedihannya.
Reynal kemudian
mengingat ketika pertama kali perkenalannya dengan Putri Rose. Wanita itu
begitu Bahagia dengan wajah yang riang dan ramah membuat Reynal sedikit ingin
mencubit pipinya yang cukup tebal.
Kini wajah dari wanita
itu begitu kurus dengan kesedihan dan juga tidak ada rasa kegembiraan yang dulu
Reynal lihat di wajahnya. Sekilas sebuah adegan ketika Reynal dan putri Rose
sedang menikmati hamparan bunga di suatu tempat yang tenang.
__ADS_1
“Putri, aku yakin anda
memiliki banyak calon dan pangeran yang
memperebutkan dirimu untuk menjadi pendampingnya bukan?” tanya seorang pemuda
yang tidak lain adalah Reynal.
Seorang wanita yang
cantik terlihat di sebelahnya. Wanita itu Nampak sedang sibuk memetik dan
memilih bunga yang tumbuh setinggi lututnya. “Tidak! Sebagai putri dari
kerajaan Zein kami tidak menikah akan menikah kecuali dengan seorang yang kami
cintai. Sebab itu seberapa banyak pelamar untuk ku tapi jika aku tidak
menyukainya maka kau tahu kan?”
Wanita itu berbalik
menatap Reynal, ia memegang 3 tangkai bunga mawar ditangan kananya. “Sudahlah,
jangankan menikah bahkan saya tidak pernah keluar jalan atau sekedar berbincang
santai dengan mereka. Reynal, kau adalah pria yang satu- satunya yang bisa
membuatku jalan dan berbincang denganmu. Kau seharusnya tersanjung, Hmph!”
Reynal tertawa melihat
tingkat putri Rose, namun disisi lain ia juga terkejut ketika mengetahui
dirinya adalah yang pertama berhasil mengajak putri Rose.
“Lalu jika Raja Zein
membuatmu menikah dengan seseorang? Apa yang kau perbuat?!” tanya Reynal lagi.
“Raja tidak akan
pernah memaksa kehendaku, kecuali itu berhubungan dengan kerajaan Zein. Jika
suatu saat kerajaan Zein diujung tanduk, maka saat itu perjodohanku mungkin
akan ditentukan dan baru saat itulah aku menyetujuinya dengan rakyat dan
kerajaan” jawab Putri Rose.
Jawaban dari putri
Rose sedikit membuat Reynal terkejut, ia tidak pernah menyangka jika perempuan
di depannya ini akan relah melepaskan keinginan dan pilihannya demi rakyat dan
tanggung jawabnya.
“Putri, anda tenang
saja. Selama Akademi Beladiri tetap berdiri dan Aku masih hidup, tidak akan ku biarkan
kau menerima pengorbanan seperti itu!” ucap Reynal.
“Benarkah? Kau yakin?”
“Saya yakin!”
Keduanya kemudian
__ADS_1
tertawa begitu lebar sampai akhirnya Putri Rose hampir terjatuh karena
tersandung batu akibat tidak memperhatikan jalan karena tertawa.