Dark Game

Dark Game
482


__ADS_3

Cat: (Beberapa capter


kedepan mungkin akan mengandung unsur romance, penulis tidak terlalu pandai


dalam menulis cerita romance tapi penulis berusaha untuk melakukan yang


terbaik. Jika pembaca merasa penulis kurang dalam menulis romance atau suasana


yang digambarkan kurang menyentuh atau tidak sesuai maka tolong beri komentar,


saran atau kritiknya!!! Terimakasih)


Ketua Remi menjamu putri


Rose dengan ala kadarnya, ia sungguh menaruh curiga pada Putri Rose yang kini


notabenenya adalah kaki tangan kekaisaran. Adapun Reynal ia sungguh tidak


menyangka jika Putri Rose akan berubah sejauh itu.


Putri Rose menggunakan


pakaian ala pendekar dengan memperlihatkan lengan putihnya  yang indah semacam giok tapi juga kuat. Selain


itu Putri Rose juga dulunya selalu ber-rias membuat wajahnya yang cantik


menjadi lebih cantik lagi.


Ketua Remi kemudian


pamit kepada keduanya, jelas bahwa putri Rose ingin menemui Reynal secara


pribadi sehingga ia tidak ingin mengganggu keduanya.


“Putri Rose, lama


tidak bertemu. Bagaimana kabarmu sekarang?” sapa Reynal dengan senyum.


Putri Rose mengangguk


pelan, “Baik- baik saja, bagaimana denganmu?”


“Ya, seperti yang kamu


lihat, hahaha” jawab Reynal.


Cat:  (Untuk Sebagian dialog antara Reynal dan


pemain perempuan yang dekat, penulis akan mengubahnya dari formal ke Bahasa


yang lebih dekat dengan panggilan aku atau kamu)


“Putri Rose, apa yang


sebenarnya kamu ingin bicarakan? Sepertinya sangat penting!” Reynal menaikkan


alisnya bingung, ia menatap Putri Rose yang masih menunduk.


“Reynal, kedatangan


Aku kemari sebenarnya hanya ingin menemuimu. Aku….” Putri Rose berhenti sejenak


“Aku ingin bilang bahwa aku akan dijodohkan oleh raja kepada pangeran mahkota


Prince Karos II.”


“Apa?! Jadi kau


setuju?” Reynal terkejut mendengarnya. Ia sangat mengenl putri Rose dulu sebab

__ADS_1


keduanya sering berjalan Bersama. Selain itu, Reynal sedikit merasa ada sesuatu


yang mengganggu hatinya ketika putri Rose berkata seperti itu.


“Aku awalnya menolak


dan mengatakan pada Raja Zein untuk berlatih selama beberapa bulan di


perbatasan. Karena itu penampilanku berubah dan karena terbawa suasana juga


mungkin karena terlalu sering memakai pakaian seperti ini maka aku menjaid


terbiasa dan  mengubah penampilanku


menjadi berbeda.


Aku pulang ke


kerajaan, berharap raja tidak mengingat tentang pernikahan itu dan berubah


pikiran karena penampilanku yang berubah. Tapi aku salah, raja tetap berniat


menikahkanku dengan pangeran Karlos. Saat itu aku tidak punya pilihan lain


selain menerimanya karena kerajaan Zein tidak lagi memiliki kekuatan setelah


kepergian guild Bunga Dewa dan Akademi Beladiri. Demi kerajaan, Aku rela


menikah dengan pangeran mahkota Karlos.”


“Andai saja waktu itu


Aku bisa meyakinkan Raja untuk menjadi faksi dari Akademi Beladiri maka


pernikahan itu tidak akan terjadi!”  ucap


Putri Rose menyesal.  Putri Rose menangis


Reynal prihatin dengan


keadaan putri Rose. Wanita itu walau telah merubah pakaiannya menjadi pendekar


namun ia tetaplah seorang putri yang lembut. Reynal tidak tahan melihatnya


menangis sehingga Reynal dengan pelan memeluk Putri Rose.


Membuat wanita itu


menangis dalam pelukannya. Badannya yang kecil dan tipis seakan rapuh ketika


Reynal memeluknya. Pemuda itu bahkan bisa merasakan tubuh putri Rose gemetar


karena tangis dan kesedihannya.


Reynal kemudian


mengingat ketika pertama kali perkenalannya dengan Putri Rose. Wanita itu


begitu Bahagia dengan wajah yang riang dan ramah membuat Reynal sedikit ingin


mencubit pipinya yang cukup tebal.


Kini wajah dari wanita


itu begitu kurus dengan kesedihan dan juga tidak ada rasa kegembiraan yang dulu


Reynal lihat di wajahnya. Sekilas sebuah adegan ketika Reynal dan putri Rose


sedang menikmati hamparan bunga di suatu tempat yang tenang.

__ADS_1


“Putri, aku yakin anda


memiliki banyak calon dan pangeran  yang


memperebutkan dirimu untuk menjadi pendampingnya bukan?” tanya seorang pemuda


yang tidak lain adalah Reynal.


Seorang wanita yang


cantik terlihat di sebelahnya. Wanita itu Nampak sedang sibuk memetik dan


memilih bunga yang tumbuh setinggi lututnya. “Tidak! Sebagai putri dari


kerajaan Zein kami tidak menikah akan menikah kecuali dengan seorang yang kami


cintai. Sebab itu seberapa banyak pelamar untuk ku tapi jika aku tidak


menyukainya maka kau tahu kan?”


Wanita itu berbalik


menatap Reynal, ia memegang 3 tangkai bunga mawar ditangan kananya. “Sudahlah,


jangankan menikah bahkan saya tidak pernah keluar jalan atau sekedar berbincang


santai dengan mereka. Reynal, kau adalah pria yang satu- satunya yang bisa


membuatku jalan dan berbincang denganmu. Kau seharusnya tersanjung, Hmph!”


Reynal tertawa melihat


tingkat putri Rose, namun disisi lain ia juga terkejut ketika mengetahui


dirinya adalah yang pertama berhasil mengajak putri Rose.


“Lalu jika Raja Zein


membuatmu menikah dengan seseorang? Apa yang kau perbuat?!” tanya Reynal lagi.


“Raja tidak akan


pernah memaksa kehendaku, kecuali itu berhubungan dengan kerajaan Zein. Jika


suatu saat kerajaan Zein diujung tanduk, maka saat itu perjodohanku mungkin


akan ditentukan dan baru saat itulah aku menyetujuinya dengan rakyat dan


kerajaan” jawab Putri Rose.


Jawaban dari putri


Rose sedikit membuat Reynal terkejut, ia tidak pernah menyangka jika perempuan


di depannya ini akan relah melepaskan keinginan dan pilihannya demi rakyat dan


tanggung jawabnya.


“Putri, anda tenang


saja. Selama Akademi Beladiri tetap berdiri dan Aku masih hidup, tidak akan ku biarkan


kau menerima pengorbanan seperti itu!” ucap Reynal.


“Benarkah? Kau yakin?”


“Saya yakin!”


Keduanya kemudian

__ADS_1


tertawa begitu lebar sampai akhirnya Putri Rose hampir terjatuh karena


tersandung batu akibat tidak memperhatikan jalan karena tertawa.


__ADS_2