
Reynal telah membuka kehadirannya dengan berteriak dan
menggangu keputusan dari ketua guild Mata Angin. Namun dihadapkan dengan
seluruh tetua guild Mata Angin yang kini menatapnya dengan marah, Reynal hanya
tersenyum tenang.
Ketua guild juga merasakan hal yang sama tapi pengalamannya
sebagai ketua guild dan orang berpengaruh dalam beberapa dekade terakhir telah
menumbuhkan sifat kehati- hatiannya sampai tingkat tertentu.
Melihat pemuda dengan dua pendekar misterius dibelakangnya
menatap mereka dengan tenang setelah mengganggu keputusan guild bukanlah orang
yang mudah dihadapi. Setidaknya ketua guild berpikir ketiganya memiliki latar
belakang yang kuat.
“Tuan- tuan, boleh saya tahu kedatangan anda kemari?”
dihadapkan dengan tatapan tajam dari para tetua guild, Reynal justru menerima
sambutan sopan dari ketua guild. Hal ini membuat senyum tipis Reynal memudar.
Disisi lain, para tetua dengan bodohnya mengalihkan
perhatian mereka pada ketua guild. Mereka terpengarah tidak percaya dengan
tindakan ketua guild yang begitu sopan pada seorang yang telah berbuat kurang
ajar.
“Kedatangan kami? Ini tidak lain adalah untuk menagih hutang!”
ucap Reynal tegas. Aura yang ia pancarkan mulai berubah menjadi lebih dingin.
Dengan bantuan energi dari batu kekuatan, Reynal dapat
membuat auranya beberapa kali lipat dibandingkan sebelumnya. Ia kini dapat
dengan mudah mengibarkan aura tingkat semesta lapisan 3 dengan batu kekuatan.
__ADS_1
Namun itu bukan semua, Reynal masih menyimpan banyak kartu
truf di lengan bajunya membuatnya tenang. Dihadapi dengan dua pendekar dewa dan
dua puluh tiga tetua tingkat semesta, Reynal tidak sedikitpun takut.
Setelah semua, ia bahkan cukup percaya diri bertarung imbang
dengan pendekar dewa lapisan awal dengan semua kartu trufnya diluar dari
pasukan pembasmi yang ia miliki. Lalu kini ia dapat dengan mudah mengatasi dua
puluh lebih tetua yang menatapnya tajam.
“Menagih hutang?” ketua guild mengerutkan kening, ia kini
mengerti sedikit. Tapi yang jelas ketiganya tidak datang dengan niat baik
membuat wajahnya menjadi muram.
Perlahan tanpa diketahui oleh semua, ia menerbangkan sebuah
kode hijau dibalik sakunya lalu dengan mengisi energi miliknya, kode hijau itu
Tidak ada yang tahu kode tersebut kemana sebab hanya ketua
guild yang mengetahuinya. Dan itu tidak lain adalah kode bantuan untuk
kekaisaran. Setelah semua, guild Mata Angin masih merupakan kaki tangan dari
kekaisaran.
“Hmph! Menagih hutang? Apa yang bisa!” salah satu tetua
disana mulai berteriak keras. Ia tidak lain adalah satu- satunya pendekar dewa
dikalangan tetua selain pada ketua guil mereka. Jelas ia memiliki harga diri
dan kesombongan besar.
Bagaimanapun ia pendekar dewa lapisan 3, ia tidak memiliki
keluhan dengan aura dari Reynal yang hanya mempengaruhi para pendekar semesta
kebawah.
__ADS_1
“Bisa!” Reynal tersenyum dingin. Ia kemudian menoleh pada
salah seorang pendekar disebelah kanannya yang tidak lain adalah Nymph. Ia kini
diselimuti oleh cahaya petir putih yang menyilaukan. Walau begitu Nymph belum
mengeluarkan auranya sebagai pendekar dewa lapis 3 sedikitpun.
“Tuan...” melihat keributan yang hampir pecah, ketua guild
memohon. Ia takut ketika tetuanya menyerang terjadi sesuatu dengan tuan
misterius ini dan membuat masalah besar pada guild Mata Anginnya.
“Xiu!” desiran angin cepat melewati mereka dan dengan cepat
menghilang kembali.
Tapi tidak terpikir oleh ketua guild bahwa ia memohon pada
orang yang salah. Setelah itu ia dapat melihat sebuah kepala tertangkap didepan
semua orang oleh seorang pemuda.
Perhatian semuanya kembali fokus pada pemuda yang didepan
atau lebih tepatnya pada penggalan kepala yang ia pegang dengan santai. Setelah
melihat, mereka para tetua dan ketua guild tidak dapat menahan rasa takut yang
menjalar disekujur tubuh.
Ini karena kepala tersebut tidak lain adalah milik dari
tetua yang terakhir kali berteriak menentang. Tetua tersebut memiliki posisi
yang tinggi dan juga kekuatan tertinggi di dalam guild namun hari ini ia mati
dengan cepat tanpa seorangpun dapat melihat kematiannya.
“Sekarang, ketua guild apa masih ada yang ingin
menentang?” pertanyaan Reynal seakan menusuk kedalam udara kembali. Ia
mengagetkan para tetua yang telah menjadi pucat.
__ADS_1