Dark Game

Dark Game
345


__ADS_3

Reynal telah membuka kehadirannya dengan berteriak dan


menggangu keputusan dari ketua guild Mata Angin. Namun dihadapkan dengan


seluruh tetua guild Mata Angin yang kini menatapnya dengan marah, Reynal hanya


tersenyum tenang.


Ketua guild juga merasakan hal yang sama tapi pengalamannya


sebagai ketua guild dan orang berpengaruh dalam beberapa dekade terakhir telah


menumbuhkan sifat kehati- hatiannya sampai tingkat tertentu.


Melihat pemuda dengan dua pendekar misterius dibelakangnya


menatap mereka dengan tenang setelah mengganggu keputusan guild bukanlah orang


yang mudah dihadapi. Setidaknya ketua guild berpikir ketiganya memiliki latar


belakang yang kuat.


“Tuan- tuan, boleh saya tahu kedatangan anda kemari?”


dihadapkan dengan tatapan tajam dari para tetua guild, Reynal justru menerima


sambutan sopan dari ketua guild. Hal ini membuat senyum tipis Reynal memudar.


Disisi lain, para tetua dengan bodohnya mengalihkan


perhatian mereka pada ketua guild. Mereka terpengarah tidak percaya dengan


tindakan ketua guild yang begitu sopan pada seorang yang telah berbuat kurang


ajar.


“Kedatangan kami? Ini tidak lain adalah untuk menagih hutang!”


ucap Reynal tegas. Aura yang ia pancarkan mulai berubah menjadi lebih dingin.


Dengan bantuan energi dari batu kekuatan, Reynal dapat


membuat auranya beberapa kali lipat dibandingkan sebelumnya. Ia kini dapat


dengan mudah mengibarkan aura tingkat semesta lapisan 3 dengan batu kekuatan.

__ADS_1


Namun itu bukan semua, Reynal masih menyimpan banyak kartu


truf di lengan bajunya membuatnya tenang. Dihadapi dengan dua pendekar dewa dan


dua puluh tiga tetua tingkat semesta, Reynal tidak sedikitpun takut.


Setelah semua, ia bahkan cukup percaya diri bertarung imbang


dengan pendekar dewa lapisan awal dengan semua kartu trufnya diluar dari


pasukan pembasmi yang ia miliki. Lalu kini ia dapat dengan mudah mengatasi dua


puluh lebih tetua yang menatapnya tajam.


“Menagih hutang?” ketua guild mengerutkan kening, ia kini


mengerti sedikit. Tapi yang jelas ketiganya tidak datang dengan niat baik


membuat wajahnya menjadi muram.


Perlahan tanpa diketahui oleh semua, ia menerbangkan sebuah


kode hijau dibalik sakunya lalu dengan mengisi energi miliknya, kode hijau itu


Tidak ada yang tahu kode tersebut kemana sebab hanya ketua


guild yang mengetahuinya. Dan itu tidak lain adalah kode bantuan untuk


kekaisaran. Setelah semua, guild Mata Angin masih merupakan kaki tangan dari


kekaisaran.


“Hmph! Menagih hutang? Apa yang bisa!” salah satu tetua


disana mulai berteriak keras. Ia tidak lain adalah satu- satunya pendekar dewa


dikalangan tetua selain pada ketua guil mereka. Jelas ia memiliki harga diri


dan kesombongan besar.


Bagaimanapun ia pendekar dewa lapisan 3, ia tidak memiliki


keluhan dengan aura dari Reynal yang hanya mempengaruhi para pendekar semesta


kebawah.

__ADS_1


“Bisa!” Reynal tersenyum dingin. Ia kemudian menoleh pada


salah seorang pendekar disebelah kanannya yang tidak lain adalah Nymph. Ia kini


diselimuti oleh cahaya petir putih yang menyilaukan. Walau begitu Nymph belum


mengeluarkan auranya sebagai pendekar dewa lapis 3 sedikitpun.


“Tuan...” melihat keributan yang hampir pecah, ketua guild


memohon. Ia takut ketika tetuanya menyerang terjadi sesuatu dengan tuan


misterius ini dan membuat masalah besar pada guild Mata Anginnya.


“Xiu!” desiran angin cepat melewati mereka dan dengan cepat


menghilang kembali.


Tapi tidak terpikir oleh ketua guild bahwa ia memohon pada


orang yang salah. Setelah itu ia dapat melihat sebuah kepala tertangkap didepan


semua orang oleh seorang pemuda.


Perhatian semuanya kembali fokus pada pemuda yang didepan


atau lebih tepatnya pada penggalan kepala yang ia pegang dengan santai. Setelah


melihat, mereka para tetua dan ketua guild tidak dapat menahan rasa takut yang


menjalar disekujur tubuh.


Ini karena kepala tersebut tidak lain adalah milik dari


tetua yang terakhir kali berteriak menentang. Tetua tersebut memiliki posisi


yang tinggi dan juga kekuatan tertinggi di dalam guild namun hari ini ia mati


dengan cepat tanpa seorangpun dapat melihat kematiannya.


“Sekarang, ketua guild apa masih ada yang ingin


menentang?” pertanyaan Reynal seakan menusuk kedalam udara kembali. Ia


mengagetkan para tetua yang telah menjadi pucat.

__ADS_1


__ADS_2