
Pagi hari di desa Air Biru setelah perayaan lelang semalam, sangat berbeda dengan pagi lainnya. Pagi ini para murid akademi mengadakan kegiatan jual beli secara serentak. Puluhan murid menjejerkan karyanya di sepanjang jalanan masuk dan keluar desa.
Hari ini seluruh peserta lelang akan kembali pulang kedaerah asalnya, mereka akan melewati puluhan murid akademi yang sedang berjualan. Tujuan mereka tidak lain ingin menjual barang dagangan akademi beladiri kepada beberapa perwakilan dan peserta lelang yang tertarik.
Disisi lain, Gara mulai menghitung pendapatan lelang kemarin. Bersama dengan Sindo, sepuluh legenda dan seorang bendahara desa. Setelah dihitung mereka mendapatkan lebih dari 30 permata soun dan ratusan ribu koin emas lainnya, mereka berniat untuk mulai membaginya.
Sesuai peraturan, Gara dan desa Air Biru akan mendapatkan 10 buah permata soun, lalu sisanya akan diberikan kepada akademi beladiri. Berkat pelelangan tersebut kini desa Air Biru sedang sibuk untuk membeli beberapa lahan pada derah perbatasan.
Beberapa desa kecil bahkan menyatakan akan menjadi bagian dari desa Air Biru.
Desa Air Biru kini akan menjadi salah satu kota besar, selain itu bukan hanya desa yang melakukan gebrakan besar. Akademi Beladiri kini tengah merencakan untuk membangun cabang pada beberapa kerajaan.
Pagi ini akademi beladiri resmi terbagi menjadi dua yaitu akademi beladiri Tarung dan akademi beladiri Dagang dengan pusat utama keduanya ada dikota Air Biru nantinya.
Murid akademi saat ini bersemangat untuk berkarya sebab nanti setiap dari mereka akan dikirim pada salah satu cabang baru akademi beladiri dan menjadi pengurus disana.
Gara juga telah mengundang beberapa guild dan organisasi yang kemarin telah sepakat untuk bekerja sama. Nanti malam, Gara akan membicarakan sesuatu yang penting terhadap mereka mengenai rencananya.
Ia berniat berkelana bersama dengan para legenda, desa Air Biru sebentar lagi akan menjadi sebuah kota besar. Akademi Beladiri juga telah mampu berdiri sendiri tanpa ada dirinya dan sepuluh legenda. Selain pendapatan mereka kini telah berhasil merekrut beberapa pendekar bebas untuk menjadi bagian dari Akademi Beladiri.
__ADS_1
~~
Gara mempersiapkan hal ini dengan matang, selain mengundang guild dan organisasi ia juga mengundang Sindo dan perwakilan Akademi Beladiri yang akan menggantikan posisinya selama ia mengembara.
“Saya memberi hormat kepada ketua guild Mutiara Putih, tuan Lancel dari organisasi Pendekar Pedang, putri Rose dan tuan Stave dari Zein Kingdom, dan tuan dari organisasi Asasin Bermuda”
“Malam ini, selain ingin mengundang tuan dan putri sekalian saya juga ingin menyampaikan beberapa hal dan pertanyaan. Saya harap tuan dan putri bersedia” ucap Gara memulai pembicaraan.
“Silahkan, kau tidak perlu menanyakannya teman.” Ucap Lancel sambil terkekeh kecil.
“Yah, kau tidak perlu sungkan” setelah mendapat persetujuan mereka semua, Gara mulai menjelaskan rencananya untuk berkenalan namun ia belum tahu betul situasi di luar desa.
“Yah itu sangat bagus, karena rencananya kami ingin berhubungan dengan Akademi milikmu dalam hal pasokan senjata, obat, racun dan Kertas jimat.” Ucap ketua Guild Mutiara Putih.
“Itu betul kami juga ingin menjadikan Akademi Beladiri sebagai pemasok kertas jimat dan obat herbal"
“Zein Kingdom masih memiliki peralatan yang sederhana jika saja Akademi ini dapat bekerja sama dengan kami maka kami akan membangunkan sebuah pusat akademi ini pada Zein Kingdom” Putri Rose kini dapat membuat alasan untuk dapat menemui Gara setiap hari.
“Akademi Beladiri telah menjadi dua bagian yaitu Tarung dan Dagang. Untuk bagian tarung kami akan membangunnya hanya pada daerah Zein Kingdom sedangkan bagian Dagang kami akan membangun pada lima tempat yang berbeda sesuai dengan yang telah saya jelaskan” pengganti Gara bernama Remi mulai menjelaskan bahwa daerah Zein Kindom hanya berdiri satu perguruan disana.
__ADS_1
Dan Akademi Beladiri Tarung dapat menjadi salah satu pertahanan yang kuat jika terjadi serangan. Kami juga akan membuka pendaftaran para murid disana sehingga kita tidak akan kekurangan murid disana.
“Baiklah sekarang saya ingin bertanya kepada tuan dan putri yang hadir disini. Saya ingin tahu informasi yang lebih mendalam mengenai kaum pendatang di dunia Soun ini.”
Yang pertama menjawab adalah ketua Guild Mutiara Putih Karin, ia menjelaskan bahwa saat ini kaum pendatang telah banyak menunjukkan diri. Mereka telah menjadi salah satu kekuatan terkuat yang ada.
Bahkan salah satu klan besar kini menjadi klan monster akibat bergabungnya kaum pendatang. Klan Dao adalah salah satunya, klan ini telah memiliki hampir satu juta anggota dan memiliki tiga orang kekuatan tertinggi yaitu semesta lapisan akhir.
Tidak ada yang mampu menandingi mereka, kami para Guild juga beberapa telah merekrut kaum pendatang sehingga dapat memperkuat pondasi kami.
“Yang saya tahu, beberapa kaum pendatang memiliki masalah serius dengan guild atas. Mereka selalu terlibat perang dan mengakibatkan kekuatan mereka menurun. Kau pasti pernah mendengar Guild Pedang tua, mereka adalah salah satu dari sekian banyak Guild kaum pendatang yang mengalami masalah seperti itu.”
Lancel menjelaskan, bahwa dulunya Organisasi Pendekar Pedang bersama dengan Organisasi Pecinta Pedang ingin bergabung dalam keanggotaan Guild Pedang Tua. Namun setelah dua tahun berturut- turut berperang melawan Guild Pedang Kaca membuat mereka terpuruk dan mengalami masalah keuangan.
Organisasi Pendekar Pedang akhirnya memutuskan untuk tidak bergabung dengan Guild Pedang tua. Namun ada juga guild kaum pendatang yang kini memiliki hubungan yang baik dengan kami seperti Guild Cemara Hijau, Bunga Tulip, Teratai Merah dan Api Suci. Mereka menjadi Guild papan atas dengan bantuan berbagai guild besar lainnya.
__ADS_1