
Reynal menghadapi sekelompok orang yang diduga salah satu komplotan prampok dengan mudah. Walau dalam keadaan sedang menahan sebagian besar kekuatan miliknya namun pemahaman Reynal dalam berbagai ilmu dan kekuatan membuatnya memiliki beberapa trik khusus untuk melawan musuh dalam jumlah yang banyak.
Suasana taman tidak lagi membuat hatinya tenang dan santai, Reynal melanjutkan berkeliling kota sesekali mengawasi sekitar. Perasaannya kian bertambah buruk, membuatnya senantiasa memasang mode waspada.
Merasa hatinya kian memburuk, Reynal mempercepat langkahnya kembali kepenginapan. Ia melompat dengan sedikit tenaga agar dapat masuk melalui jendela kamarnya yang terletak pada lantai 3 penginapan.
Reynal memilih untuk berlatih membuka sisa ikatan tubuhnya yang belum terbuka serta meningkatkan kekuatannya dengan energi dari batu kekuatan.
Tidak terasa matahari telah kembali bersinar, Reynal menghentikan latihannya ketika mendengar keributan dari lantai bawah. Segera ia keluar dan melihat seorang pria tua sedang bersujud memohon kepada Joni.
Reynal terkejut melihat pemandangan dihadapannya namun ia berusaha untuk tetap bersikap normal dan mulai menanyakan akar permasalahannya kepada Jini.
“Pagi buta bapak itu telah berada di depan halaman hotel, ia awalnya terlihat seperti pengemis. Merasa iba saya dan Joni bermaksud ingin memberikan sedikit uang dan makanan kepadanya, namun entah kenapa ketika di dekati pria tua itu segera memeluk dan bersujud didepan kaki Joni sampai sekarang” setelah mendengar penjelasan dari Jini, pandangan Reynal beralih pada Joni.
__ADS_1
Joni mengangkat kedua tangannya seakan mengatakan dirinya tidak tahu apa apa tentang masalah ini. “Aku telah puluhan kali mencoba menanyakan masalah bapak ini tapi sepertinya ia tidak ingin cerita apapun pada kita” ucap Joni
“Aku akan coba”Reynal berjalan mendekat kemudian berjongkok mencoba untuk menatap wajah pria itu.
“Coba ceritakan masalahmu mungkin saja temanku ini bisa membantumu”
“Tidak, dia tidak dapat membantuku... yang dapat membantuku adalah sang penyelamat kota” pria itu belum menyadari bahwa orang yang ia cari berada dihadapannya.
“Baiklah aku akan memanggilkan sang penyelamat disini, sebelum itu tolong jelaskan kepadaku tentang masalahmu” bujuk Reynal
Semakin lama ketukan semakin keras pria tua tidak tahan lagi dan bersiap untuk mengambil sebuah tongkat untuk dipakai sebagai senjata.
Ia membuka pintu rumahnya dan mendapati sepuluh orang dengan memakai topeng berwarna hitam berdiri didepan pintunya sambil membawa senjata tajam.
__ADS_1
Ia dirampok, seluruh harta serta anaknya yang masih kecil juga dibawa oleh kelompok bertopeng. Setelah kelompok itu pergi, ia bergegas menuju penginapan untuk mencari seseorang yang disebut sebagai sang penyelamat oleh seluruh warga kota.
“Kita harus menolongnya, tolong tunjukkan rumahmu dan posisi mereka terakhir kali kau melihatnya semalam” Reynal membangunkan pria tua itu lalu memperkenalkan dirinya.
Raut wajahnya berubah menjadi cerah, seakan sebuah harapan muncul dalam hidupnya. Ia berlari keluar penginapan dengan terburu- buru.
“Rey, kami juga akan ikut bersamamu” ucap Joni dan Jini serempak.
Reynal hanya menganggukkan kepalanya sebentar lalu kembali mengikuti pria yang dikena sebagai Yolo oleh warga kota. ia memang memiliki anak angkat sejak dua tahun yang lalu, setelah istrinya meninggal lima tahun yang lalu membuatnya sangat kesepian itulah sebabnya dua tahun kemudian ia mengambil anak dari sebuah yayasan.
“Firasatku sedikit buruk hari ini, mudah mudahan tidak terjadi sesuatu yang besar” ucap Reynal berbisik dalam hatinya.
Reynal sebelumnya menduga kawanan perampok yang dimaksud oleh Yolo adalah kelompok yang sama ia hadapi ditaman.
__ADS_1