Dark Game

Dark Game
241. Tugas Yang Sebenarnya


__ADS_3

Reynal akhirnya terbangun karena sebuah suara berat dari seorang pria memanggilnya terus menerus tanpa berhenti sedikitpun. Ketika ia membuka matanya, nampaklah ruangan putih yang amat luas tanpa ada satupun benda atau selain dirinya disana.


Reynal menatap sekeliling mencoba untuk mencari sesuatu namun dirinya tidak menemukan sesuatu yang dapat membantu. Reynal akhirnya memutuskan untuk berlari, mencoba untuk menemukan ujung dari ruangan tersebut. Sialnya bagi Reynal adalah ruangan putih itu nampak tidak memiliki ujung, sejauh mata memandang hanya warna putih yang dilihatnya.


“Kau terlalu memaksa dirimu...” sebuah suara pria berat yang sama dengan suara yang membangunkannya kini kembali menggema. Reynal yakin itu adalah suara yang berasal dari seseorang yang juga berada dalam ruangan tersebut.


Reynal kembali mencari kesekelilingnya namun tidak juga menjumpai seseorang disana. “Sial, dimana sebenarnya dia? Aku yakin suara itu bukan berasal dari dalam kepalaku tapi dari ruangan ini”


“Kenapa kau terlalu memaksakan diri?” suara itu kembali lagi menggema.Tapi setelah tiga kali suara itu terdengar, Reynal belum mengerti satupun apa yang dimaksudkan oleh suara pria.


“Apa yang kau maksudkan dengan memaksakan diri? Dan dimana kau, tunjukkan dirimu!!” teriak Reynal kesal.


“Aku tidak pernah mengijinkanmu untuk bertanya, ini adalah kekuasaanku! Kau hanya dapat menjawab dan bertanya sesuai dengan perintahku!!”

__ADS_1


Reynal mendengar suara tersebut dengan sangat keras membuat telinganya sedikit sakit, bukan hanya itu tiba- tiba ia merasakan medan gravitasi juga semakin meningkat membuat dirinya tidak dapat mengendalikan posisinya hingga jatuh tersungkur dilantai yang juga berwarna putih susu.


“Aku sepertinya telah salah memilihmu, seharusnya aku memilih orang yang tepat bukan sepertimu”


Reynal tidak dapat menggerakkan tubuhnya setelah jatuh tersungkur seakan dirinya tidak berdaya dalam ruangan tersebut. Ia mencoba untuk mengeluarkan sihirnya namun aliran energi dalam tubuhnya tiba- tiba saja ikut menghilang tanpa ada satupun yang tersisa.


“Apa yang dimaksud olehnya? Aku sama sekali tidak mengerti” Reynal tidak dapat berbuat apa- apa selain tetap mendengarkan ucapan dari seseorang yang sama sekali ia tidak kenal dan tidak tahu rupanya seperti apa.


“Ramalan Sakti? Aku? Tujuan? Apa maksudnya semua ini?” Reynal hanya dapat membatin sebab mulutnya tidak dapat ia gerakkan sama sekali.


“Sepertinya kau tidak mengerti dengan maksud dan ucapanku ini, baiklah akan aku jelaskan semuanya padamu”


Bola mata Reynal melebar ketika dihadapannya muncul sesosok bayangan putih dengan wujud semacam asap, dibelakang sosok itu terdapat sebuah pintu besar berwarna hitam dengan ukiran berupa tujuh naga yang melingkari sebuah bola dua warna yang diketahui sebagai Yin dan Yang.

__ADS_1


Sosok mahkluk asap itu mengangkat tangannya ke udara membuat tubuh Reynal ikut terangkat. Tubuh Reynal seperti melayang sendiri tanpa menggunakan bantuan atau alat apapun.


“Kau akan mengetahui semuanya setelah memasuki pintu kebenaran”


Mahkluk asap itu segera menerbangkan Reynal memasuki pintu berwarna hitam itu yang bagaimana bisa telah terbuka lebar. Ketika tubuh Reynal memasuki pintu tersebut, puluhan bayangan hitam seakan menyedotnya masuk tak bersisa.


Reynal merasakan perubahan tekanan yang sangat tinggi setelah memasuki pintu tersebut. Tidak hanya itu sekitar ratusan pecahan ingatan memasuki kepalanya dengan begitu cepat membuat Reynal berteriak kesakitan akibat otaknya yang dipaksa bekerja.


Ingatan- ingatan itu seolah membentuk sebuah memori yang terekam dalam otak Reynal. Ia memperhatikan beberapa potongan ingatan yang memperlihatkan dua pasukan besar yang tengah bertarung dalam medan pertempuran penuh darah.


Selain itu ia juga melihat seseorang yang mendapatkan sebuah gulungan misterius yang terbang dilangit malam yang gelap. Tidak hanya itu dalam ingatan terakhir, Reynal melihat sepuluh legenda yang tengah berbincang mengenai dirinya dan Ramalan Sakti dalam sebuah gua.


Usai ratusan ingatan itu memasuki kepala Reynal, perlahan kepingan ingatan itu menjadi satu. Ingatan itu kemudian membuat Reynal tersentak terkejut ketika mengetahui isi dari yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2