Dark Game

Dark Game
152


__ADS_3

*


Para pembaca budiman, saya ingin menyampaikan bahwa beberapa part mungkin akan mengandung istilah- istilah suatu agama sebab itu jika ada sesuatu yang salah saya meminta maaf karena ini hanyalah fiktif belaka, saya tidak pernah ingin menghina ataupun merendahkan suatu agama. Semoga kita tetap bersatu dalam keberagaman, terimakasih!


*


Sementara itu Reynal kembali muncul dihadapan murid lainnya, kali ini ia berhenti tepat di depan pintu, murid yang ia hadapi kali ini memiliki tampilan sederhana, dengan kain kuning polis dan kalung tasbih yang besar menggantung di lehernya. Kepalanya botak dan tubuhnya memancarkan aura keemasn yang kuat


“Biksu?!” Reynal terkejut melihat kehadiran bikus ini, jelas ia tidak lain adalah murid dari legenda Destian, Faith.


“Amithaba, dermawan tolong hentikan tindakanmu ini dan menyerah pada Akademi Beladiri. Kami tidak ingin membunuh orang- orang  yang masih belum bertaubat” biksu itu berkata dengan tenang, dari semuanya mungkin biksu ini yang paling tenang.


Reynal terkekeh kecil sambil melemparkan keterampilam Faith yang ia latih. Biksu itu terkejut melihat Reynal memiliki kemampuan Faith.


“Sungguh tidak terduga, rupanya sang Budha juga memberi anda penerangan yang suci” Biksu itu melemparkan serangan tapaknya dalam menghadapi serangan Reynal.

__ADS_1


Bang! serangan Reynal seperti sebuah kaca yang pecah ketika berbenturan dengan tapak sang biksu. Sang Biksu juga tidak melanjutkan serangan setelah melihat serangan Reynal dipecahkan olehnya.


Sebagai gantinya ia menatap Reynal dengan tidak percaya sebelum menangkupkan kedua tangannya di dada. “Amithaba, saya memberi hormat pada pemimpin Suci”


Kini giliran Reynal yang terkejut mendapati biksu itu segera mengetahui identitasnya. yang sangat rahasia. Masalah ini sangat serius, itu sebabnya Reynal segera mengambil langkah di depan sang biksu dan menatapnya dengan tajam.


“Siapa yang memberitahumu hal itu?” Reynal berkata dengan sangat tajam dan jahat. Ia seolah ingin memakan sang biksu secara langsung saat ini.


Meski begitu, sang biksu tidak terkejut. Ia bahkan memasang posisi tenang dan tenang di bawah ancaman Reynal lalu berkata, “Maha Guru Destian pernah berkata bahwa ia hanya memiliki 5 orang murid. Mereka adalah Pemimpin Suci, Ketua Devisi Lou Yi, Tetua Maria, Orang Suci pertama dan Saya. Ketua Devisi Lou Yi, Tetua Mari dan Orang suci pertama tidak mungkin dan hanya pemimpin suci yang kemungkinan menjadi dirimu”


“Baik, anda telah membuat saya kagum. Tapi tolong rahasiakan ini pada yang lainnya!” Reynal melambaikan tangannya, lalu sebuah tongkat kayu berwarna emas muncul ditangannya.


“Ambil ini, saya melihat kau tidak memiliki senjata yang cocok sebab itu saya harap tongkat ini bisa menjadi senjata mu yang kuat” Zhen Yuan kemudian sekali lagi menghilang menuju murid legenda lainnya.


 Biksu itu sedikit terpana namun dengan cepat ia tersenyum, “Amithaba!”

__ADS_1


Sementara itu Reynal kali ini bertemu dengan murid dari legenda Draco, yang merupakan seorang perempuan dengan tongkat sihir saint ditangannya. Disekelilingnya dipenuhi dengan aura sihir yang kuat.


Reynal mendecak kagum, dari segi penampilan dan wibawa, murid Draco memang yang paling mencolok. Reynal juga dapat melihat kekuatan darinya juga yang paling kuat diantara yang lainnya.


“Akhirnya kau sudah datang, saya menduga kau telah melumpuhkan beberapa saudara saya secara sembunyi- sembunyi” Baru ketika Reynal ingin menunjukkan dirinya, Wanita itu berkata dengan tenang seolah ia telah mengetahui Reynal disana.


“Bagaimana kau tahu?” Reynal terkejut melihat penyembunyiannya diketahui. Mungkin wanita ini adalah satu- satunya yang telah menyadari penyembunyian Reynal.


Wanita itu tersenyum tipis, lalu memberikan tanda hormatnya pada Reynal. “Pemimpin Suci, anda tidak perlu berpura- pura. Saya mengetahui anda”


Reynal tersenyum kecut, kali kedua ia diketahui oleh para murid legenda. Ia sekarang tidak lagi memandang para murid legenda dengan cara biasa.


“Apakah Legenda Draco yang memberitahukanmu?” tanya Reynal penasaran dari mana wanita itu mengetahui identitasnya.


“Bagaimana mungkin seorang penggemar tidak mengenal idolanya sendiri? Pemimpin Suci, saya adalah penggemar beratmu sebab itu bahkan jika seluruh dunia tidak mengetahuinya saya masih tetap akan mengenalimu”

__ADS_1


Wanita itu tersenyum tipis, Reynal menaikkan alisnya. “Penggemar?” Reynal berkata sambil menahan tawanya.


__ADS_2