Dark Game

Dark Game
227. Pengobatan 2


__ADS_3

Reynal terbangun setelah mendengar pintu kamarnya diketok dengan keras.


“Aku terlalu bersemangat tadi malam menyiapkan semuanya hingga tidur terlalu larut” Gumam Reynal yang masih merasa sedikit pusing.


Reynal terkejut ketika ia membuka pintu kamarnya, ternyata yang mengetuk pintu kamarnya itu adalah Secret Ryu.


“Kau belum bersiap?” Secret Ryu menanyakan hal itu ketika ia melihat Reynal masih menggunakan pakaian yang sama dengan semalam menandakan Reynal belum selesai bersiap.


“Jelas aku belu bersiap, aku baru bangun. Hoaam, bisakau aku tidur kembali? Sebentar saja..” jawab Reynal masih sedikit mengantuk, ia berharap dapat kembali tidur walau hanya sebentar.


“Kau mau kembali tidur? Baiklah!”


“Byurrr” Reynal seketika terkesiap ketika merasakan siraman seember air dingin.


“Sekarang bersiaplah cepat, sebentar lagi acara makan- makannya akan dimulai, aku yakin kau tidak ingin melewatkan yang satu ini”


“Kau tidak bilang jika ada acara makan, baiklah tunggu aku!” Reynal segera mengganti pakaiannya yang telah basah. Ia membawa lebih dari sepuluh pakaian, tiga diantaranya adalah pakaian khas Akademi Beladiri sedangkan sisanya adalah pakaian bebas.

__ADS_1


Reynal mengambil pakaian salah satu dari pakaian Akademi Beladiri lalu memakainya dengan cepat. ia juga memasukkan hadiah yang telah ia siapkan kemarin untuk diberikan kepada Secret Toun.


Rupanya Parsi dan kedua penjaga Suci, Jack dan Luck juga telah bersiap sedari tadi menunggu Reynal.


“Ayo, saya sudah siap” ucap Reynal sambil membawa kotak berwarna abu- abu ditangannya.


“Apa yang kau bawa itu?”


“Kau akan tahu nantinya”


~~


Reynal segera memberi hormat pada para petinggi guild nomor satu dihadapannya saat ini.


“Duduklah, kami telah menunggu kalian.” ucap Secret Akio menghampiri Reynal.


“Terimakasih"

__ADS_1


Jamuan makan yang diadakan guild Secret God terbilang cukup meriah, berbagai hidangan mewah terpajang di meja makan besar yang berbentuk segi empat memanjang. Suasana Jamuan makan cukup cepat dan terkesan canggung karena tidak ada satupun yang memulai pembicaraan.


Reynal kemudian mengirimkan pesan telepati pada Parsi, ia cukup tidak nyaman dengan suasana seperti itu.


“Kau tidak perlu seperti itu, aku mengetahui satu dua peraturan dari guild ini. Mereka menerapkan peraturan agar tidak berbicara saat makan untuk menghormati pemberian dari para dewa”


Setelah mendengar penjelasan Parsi barulah Reynal sedikit mengerti. Ia kemudian melanjutkan makannya. Reynal sebelumnya berpikir akan memberikan hadiahnya ketika makan berlangsung namun setelah mengetahui peraturan guild Secret God membuat ia mengurungkan niatnya.


Reynal baru memberikan hadiahnya ketika kegiatan makan itu selesai. “Kami memiliki sedikit hadiah kecil pada guild Secret God. Kami harap ketua Secret Toun dapat menerimanya” ucap Reynal sambil memberikan kotak abu- abu.


Secret Toun memeriksa hadiah yang diberikan oleh Reynal sambil tersenyum puas. “Akademi Beladiri terlalu merendah, tentulah kami menerima hadiah yang diberikan oleh nak Reyn ini. Lagipula hadiah seperti ini tidak dapat dikatakan sebagai hadiah kecil... “


“Oh iya kami hampir lupa... Secret Ryu telah menceritakan kehebatan nak Reynal ketika menghadapi pendekar terkuat dari dua belas pemimpin agung Hell Memoth, Fairy Hell. Namun kami ingin mendengarkan langsung cerita yang menurut kami sangat mengejutkan ini, kami sungguh tidak menduga nak Reynal dapat menghadapi bahkan membunuh salah satu iblis yang berwujud manusia yang telah lama menjadi incaran kami” ucap seorang pendekar yang berada didekat Secret Toun.


Pendekar itu tidak lain adalah salah satu wakil ketua guild Secret God yang memiliki julukan Maha Guru Lancher saat ini, Secret Tickar.


Mendengar perkataan dari Secret Tickar membuat Parsi sedikit terkejut, sebelumnya Reynal belum pernah menceritakan hal ini padanya. Pantas saja ketika menghadapi pendekar terkuat dari guild bintang dua sekalipun dirinya tidak gentar maupun takut sama sekali.

__ADS_1


Parsi menatap Reynal tajam lalu mengirimkan pesan telepati padanya. “Kau berani tidak menceritakan hal ini padaku?”


__ADS_2