
Peperangan hari ke sepuluh masih berlangsung, ditengah kericuhan muncul cahaya besar dari langit. Cahaya itu mulai mengeluarkan energi sihir yang besar dan menyerang pasukan aliansi Humanie. Cahaya itu tidak lain adalah segerombolan pasukan Thor Knight Empire yang menjadi pasangan aliansi Elver.
Thor Knight Empire merupakan salah satu kekaisaran terkuat sebab memiliki beberapa prajurit dan pemain dengan level yang tinggi. Nampaknya hari ini adalah hari terakhir peperangan sebab para tetua dan ketua semua telah turun untuk mengambil bagian dalam medan pertempuran.
Sesuai perkiraan, kekuatan pihak musuh terus meningkat walaupun dapat diatasi dengan beberapa kertas jimat milik Gara. Selama beberapa hari terakhir telah terjual masing –masing sebanyak 300 ribu lembar kertas jimat.
Gara memperoleh keuntungan yang sangat besar, untuk itu ia tidak boleh hanya menonton pertarungan. Ia mencari beberapa pemain ataupun NPC yang memiliki kekuatan hebat dan mampu menjadi salah satu pilar dari Heaven Kingdom.
Guild Cemara Hijau bertarung melawan Guild Air Reina menimbulkan banyak kerusakan dan kematian. Berbeda nasib dengan Guild Bunga tulip yang terpaksa menerima kekalahan yang besar setelah dikepung oleh Guild Warna Rupa dan Api Suci. Pertarungan kedua Guild besar sangat sayang bila tidak disaksikan dan dinikmati.
“Saya ingin melihat kekuatan dari ketua Song yang selama ini tersembunyi” ketua dari Air Reina berusaha memancing.
“Kalau begitu mari saya tunjukkan...” keduanya beradu serangan, kekuatan yang dahsyat dilepaskan oleh keduanya.
Ketua Song memiliki jiwa pedang yang mampu membuat apapun yang berada di genggamannya menjadi pedang dan memiliki tingkat ketajaman yang sangat tajam. Kali ini dia memakai pedang asli dan kekuatannya berlipat dari yang biasanya.
Ketua Guild Reina adalah seorang peri yang memiliki kekuatan Anial. Ia memiliki jiwa anial monster Badak. Melawan ketua Song hari ini maka ia menggunakan Skin Armornya untuk memperkuat pertahanan.
Pertarungan yang serupa juga terjadi antara Guild Bunga tulip yang dikeroyok oleh guild Api Suci dan Guild Warna Rupa. Ketua Sinime merasa terpojok dengan kekuatannya, sekarang ia mampu menang menghadapi salah satu dari keduanya namun itu tidak terjadi.
Untunglah saja berkat kertas jimat yang dijual oleh Gara, semua pertandingan dimenangkan oleh Humanie Empire atau berakhir seimbang. Melihat kekalahan pasukannya, kaisar Qin melarikan diri bersama dengan Guild yang masih sempat bergerak menjauh.
__ADS_1
Guild Air Reina, Api Suci, dan Rupa Warna menjadi tahanan perang Humanie Empire. Para tahanan itu tidak lain adalah para NPC atau Komputer yang belum sempat di habisi oleh pasukan aliansi.
Para pemain yang tidak ingin dijadikan tahanan biasanya akan membunuh dirinya sendiri. Sedangkan yang memilih untuk menyerah akan menjadi pelayan kekaisaran ataupun buruh kerja kerajaan.
Sekelompok pasukan gabungan masih terlihat ingin bertarung, Gara memutuskan untuk menghadapi mereka. Gara akan menaruh segel pada setiap NPC yang meninggal nantinya, sekarang ini mengumpulkan energi kematian yang lebih besar sangat diperlukan.
Gara mengambil kesempatan itu dan mulai mengaktifkan Aura tingkat Quict yang membuat arena kematian. Seluruh kekuatan Elver Emipre yang tersisa memilih untuk menghadapi Gara bersama-sama.
Ia hanya menyayangkan kebodohan yang diperbuat oleh mereka, dengan ini ia dapat lebih mudah mengumpulkan pasukan yang nantinya akan menjadi salah satu kekuatan besarnya.
Semalam Gara diajarkan untuk melewati batasan tingkat 1 kekuatan Mage. Salah satu kekuatan itu disebut Necromancer, sebuah kekuatan yang dapat membangkitkan banyak mayat hidup dan menjadikan mereka pasukan.
~~
Diruangan pribadi pendiri utama Dark Game tersenyum puas, setelah sekian lama akhirnya ia mampu mengaktifkan batu Waktu yang ia dapatkan. “Selamat Berpetualang di dunia nyata..”
Setelah membereskan barangnya yang berantakan, ia berjalan menuju ruang pemberitahuan. Ia memberitahukan kepada seluruh staf Game dan penanggung jawab untuk berkumpul diaula kantor.
Semua karyawan segera menghentikan pekerjaan mereka dan mulai bergerak ke aula, setelah semuanya berkumpul ia mengeluarkan tongkat sihir yang sangat mirip desainnya dengan yang dibuat dalam Game.
Ia merapalkan sesuatu dan tongkat itu mulai bercahaya didepan seluruh staf dan pegawai serta penanggung jawab Game. Bersamaan dengan itu notifikasi serentak berasal dari Dark Game, mereka semua tersentak kaget melihat berita yang terjadi.
__ADS_1
Keterkejutan mereka berlanjut ketika satu persatu dari mereka juga berubah menjadi cahaya putih ketika tongkat diarahkan kepada mereka.
“Selamat Tinggal...”
Buku 1\- berlanjut Season 2
Season 1 dari buku ini telah selesai, esok kita akan memasuki Season 2 buku ini yang dijamin akan lebih seru lagi pokoknya...
Jadi terus dukung novel ini dengan menekan tombol Like dan memberikan saran dan komentar yang membangun....
Penulis sangat berterimakasih dan mengucapkan selama berjumpa kembali pada S2
__ADS_1