
“Yang Mulia, tolong beri kami kesempatan. Kami berjanji akan
menjadi salah satu guild bawahan kekaisaran jika yang mulia tulus memberikan
kami jaminan” saat ini ketua Guild Bunga Dewa tidak lagi memiliki harga diri
dan wajah. Ia hanya memperdulikan guild Bunga Dewa yang telah ia kembangkan
selama lebih dari ratusan tahun.
Menurutnya untuk harus tersingkir dari lima belas guild
besar merupakan suatu hinaan dan kemunduran bagi guild Bunga Dewa. Sebab selama
berdirinya, guild tersebut selalu menjadi guild yang hebat dan kuat.
Walau digolongkan sebagai guild yang baru berusia kurang
dari satu milenium tahun namun guild Bunga Dewa telah berhasil menjadi guild
lima belas besar selama dua ratus tahun tanpa tergantikan.
“Baiklah kalau kau ingin menjadi bawahan dari kursi ini dan
mendapat jaminan dari saya tapi dengan satu syarat!” Kaisar sejujurnya sangat
senang ketika mendengar guild Bunga Dewa ingin menjadi kaki tangan
kekaisarannya. Guild yang begitu hebat dua ratus tahun itu telah menarik dimata
kaisar membuatnya sayang untuk mengalami kemunduran.
Ketua guild Bunga Dewa segera tersentak bahagia, ia segera
memohon untuk memberikan syaratnya. “Yang Mulia, sekiranya kami akan
memenuhinya”
“Bagus! Persyaratannya sangat mudah, anda cukup mampu
membuat beberapa anggota guild anda kembali memiliki kekuatan paling kurang 5
pendekar dewa yang baru dalam waktu tiga
tahun. Dengan begitu saya akan memberikan anda jaminan dalam penjurian lima
belas guild besar yang diadakan 5 tahun kedepan.”
Mendengar hal itu ketua Guild sedikit mempertimbangkan,
mudah baginya untuk menghasilkan 10 pendekar dewa dalam waktu tiga tahun namun
itu pastinya akan membutuhkan sumber daya yang begitu besar.
__ADS_1
Setidaknya lebih dari setengah harta kekayaan guild tidak
akan cukup untuk membayar tapi bagi ketua Guild Bunga Dewa, harga itu pantas
untuk menolak kemunduran guild miliknya. Segera ia menyetujui persyaratan
kaisar Humanie.
“Hahaha, kalau begitu keluar!” Ia kemudian pamit dan segera
menuju markas guild utama. Menyiapkan semuanya.
~~
Zein Kingdom, aula utama.
Putri Rose terlihat sangat senang setelah mendengar
keberhasilan Akademi Beladiri. Ia bergegas untuk mencari raja Zein untuk
meminta izin berkunjung ke kerajaan Horsox Multie.
“Yang Mulia, putri ini ingin berkunjung memberi selamat pada
Horsox Multie akan kemenangannya” ucap Putri Rose sambil mengeluarkan
alasannya.
Alasan yang ia ucapkan memang cukup sederhana, bagi orang
itu tidak berlaku bagi sang Raja Zein.
Raja Zein setidaknya telah melihat dan mengenal dengan baik
karakter dari para putri kerajaan. Apalagi putri Rose, salah satu putri yang
paling ia perhatikan. Ketika mendengar alasan dari putri Rose, Raja Zein segera
mengetahui alasan sebenarnya.
Ia tersenyum tipis namun tak berdaya, “Putri, saya tahu anda
ingin menemui Reynal. sebenarnya saya juga ingin berkunjung dan mengucapkan
selamat. Tapi keadaan kita sekarang tidak memungkinkan untuk membuatnya seperti
itu”
“Maksud yang mulia?” Putri Rose bingung, suatu perasaan
khawatir dan cemas segera memenuhi hatinya.
“Maksud saya adalah, kerajaan kita baru saja telah menerima
__ADS_1
perintah dari kaisar Humanie untuk tidak meninggalkan kerajaan bagi saya dan
anda para putri. Dalam perintah kaisar, kita harus tetap dalam kerajaan selama satu
tahun”
“Satu tahun?” putri Rose terkejut, ia sangat bingung mengapa
kaisar membuat perintah seperti itu. sebuah perasaan aneh segera muncul. Namun ia
segera menepisnya dan berpikir positif.
“Yang Mulia apakah hanya kerajaan kita yang diperintahkan
atau kerajaan lain juga diberikan perintah yang sama?”
Raja Zein terdiam sejenak, ekspresinya sedikit berubah namun
ia dengan cepat kembali normal. Putri Rose kurang beruntung melihat ekspresi
raja Zein sebab jika ia melihatnya perasangka buruk yang lama ia tepis kembali
muncul.
“Ini...” Raja Zein menggantung, ia menghela nafas pelan lalu
melanjutkan “Hanya kerajaan kita yang diperintahkan. Kaisar ingin berkunjung
dalam setahun kedepan!”
Syok, kaget dan bingung, ketiganya bersatu. Putri Rose
sangat tidak menyangka kaisar akan berkunjung ke kerajaan Zein miliknya. Ia berusaha
mencari alasan apa yang digunakan oleh Kaisar untuk berkunjung. Namun setelah
sekian lama ia belum juga yakin alasan kaisar ingin berkunjung.
Raja Zein melihat putri Rose yang termenung lama tidak
mengganggunya. Lagipula ia mengetahui bahwa putri Rose saat ini sedang melihat
kemungkinan alasan.
“Maaf, alasan kaisar sebenarnya ingin berkunjung tidak lain
ingin mengajukan pernikahan dengan salah satu dari tiga putri besar.” Gumam raja
Zein kecil, ia tidak ingin memberikan alasan seperti itu pada ketiga putrinya
terutama Rose sebab putri Rose telah mengatakan bahwa ia mungkin memiliki
perasaan terhadap Reynal.
__ADS_1
“Biarlah takdir yang menentukan!” ucap Raja Zein dalam hati.
~~