Dark Game

Dark Game
361


__ADS_3

“Yang Mulia, tolong beri kami kesempatan. Kami berjanji akan


menjadi salah satu guild bawahan kekaisaran jika yang mulia tulus memberikan


kami jaminan” saat ini ketua Guild Bunga Dewa tidak lagi memiliki harga diri


dan wajah. Ia hanya memperdulikan guild Bunga Dewa yang telah ia kembangkan


selama lebih dari ratusan tahun.


Menurutnya untuk harus tersingkir dari lima belas guild


besar merupakan suatu hinaan dan kemunduran bagi guild Bunga Dewa. Sebab selama


berdirinya, guild tersebut selalu menjadi guild yang hebat dan kuat.


Walau digolongkan sebagai guild yang baru berusia kurang


dari satu milenium tahun namun guild Bunga Dewa telah berhasil menjadi guild


lima belas besar selama dua ratus tahun tanpa tergantikan.


“Baiklah kalau kau ingin menjadi bawahan dari kursi ini dan


mendapat jaminan dari saya tapi dengan satu syarat!” Kaisar sejujurnya sangat


senang ketika mendengar guild Bunga Dewa ingin menjadi kaki tangan


kekaisarannya. Guild yang begitu hebat dua ratus tahun itu telah menarik dimata


kaisar membuatnya sayang untuk mengalami kemunduran.


Ketua guild Bunga Dewa segera tersentak bahagia, ia segera


memohon untuk memberikan syaratnya. “Yang Mulia, sekiranya kami akan


memenuhinya”


“Bagus! Persyaratannya sangat mudah, anda cukup mampu


membuat beberapa anggota guild anda kembali memiliki kekuatan paling kurang 5


pendekar dewa yang baru  dalam waktu tiga


tahun. Dengan begitu saya akan memberikan anda jaminan dalam penjurian lima


belas guild besar yang diadakan 5 tahun kedepan.”


Mendengar hal itu ketua Guild sedikit mempertimbangkan,


mudah baginya untuk menghasilkan 10 pendekar dewa dalam waktu tiga tahun namun


itu pastinya akan membutuhkan sumber daya yang begitu besar.

__ADS_1


Setidaknya lebih dari setengah harta kekayaan guild tidak


akan cukup untuk membayar tapi bagi ketua Guild Bunga Dewa, harga itu pantas


untuk menolak kemunduran guild miliknya. Segera ia menyetujui persyaratan


kaisar Humanie.


“Hahaha, kalau begitu keluar!” Ia kemudian pamit dan segera


menuju markas guild utama. Menyiapkan semuanya.


~~


Zein Kingdom, aula utama.


Putri Rose terlihat sangat senang setelah mendengar


keberhasilan Akademi Beladiri. Ia bergegas untuk mencari raja Zein untuk


meminta izin berkunjung ke kerajaan Horsox Multie.


“Yang Mulia, putri ini ingin berkunjung memberi selamat pada


Horsox Multie akan kemenangannya” ucap Putri Rose sambil mengeluarkan


alasannya.


Alasan yang ia ucapkan memang cukup sederhana, bagi orang


itu tidak berlaku bagi sang Raja Zein.


Raja Zein setidaknya telah melihat dan mengenal dengan baik


karakter dari para putri kerajaan. Apalagi putri Rose, salah satu putri yang


paling ia perhatikan. Ketika mendengar alasan dari putri Rose, Raja Zein segera


mengetahui alasan sebenarnya.


Ia tersenyum tipis namun tak berdaya, “Putri, saya tahu anda


ingin menemui Reynal. sebenarnya saya juga ingin berkunjung dan mengucapkan


selamat. Tapi keadaan kita sekarang tidak memungkinkan untuk membuatnya seperti


itu”


“Maksud yang mulia?” Putri Rose bingung, suatu perasaan


khawatir dan cemas segera memenuhi hatinya.


“Maksud saya adalah, kerajaan kita baru saja telah menerima

__ADS_1


perintah dari kaisar Humanie untuk tidak meninggalkan kerajaan bagi saya dan


anda para putri. Dalam perintah kaisar, kita harus tetap dalam kerajaan selama satu


tahun”


“Satu tahun?” putri Rose terkejut, ia sangat bingung mengapa


kaisar membuat perintah seperti itu. sebuah perasaan aneh segera muncul. Namun ia


segera menepisnya dan berpikir positif.


“Yang Mulia apakah hanya kerajaan kita yang diperintahkan


atau kerajaan lain juga diberikan perintah yang sama?”


Raja Zein terdiam sejenak, ekspresinya sedikit berubah namun


ia dengan cepat kembali normal. Putri Rose kurang beruntung melihat ekspresi


raja Zein sebab jika ia melihatnya perasangka buruk yang lama ia tepis kembali


muncul.


“Ini...” Raja Zein menggantung, ia menghela nafas pelan lalu


melanjutkan “Hanya kerajaan kita yang diperintahkan. Kaisar ingin berkunjung


dalam setahun kedepan!”


Syok, kaget dan bingung, ketiganya bersatu. Putri Rose


sangat tidak menyangka kaisar akan berkunjung ke kerajaan Zein miliknya. Ia berusaha


mencari alasan apa yang digunakan oleh Kaisar untuk berkunjung. Namun setelah


sekian lama ia belum juga yakin alasan kaisar ingin berkunjung.


Raja Zein melihat putri Rose yang termenung lama tidak


mengganggunya. Lagipula ia mengetahui bahwa putri Rose saat ini sedang melihat


kemungkinan alasan.


“Maaf, alasan kaisar sebenarnya ingin berkunjung tidak lain


ingin mengajukan pernikahan dengan salah satu dari tiga putri besar.” Gumam raja


Zein kecil, ia tidak ingin memberikan alasan seperti itu pada ketiga putrinya


terutama Rose sebab putri Rose telah mengatakan bahwa ia mungkin memiliki


perasaan terhadap Reynal.

__ADS_1


“Biarlah takdir yang menentukan!” ucap Raja Zein dalam hati.


~~


__ADS_2