Dark Game

Dark Game
121


__ADS_3

Ketua Remi sedikit mengangkat alisnya ketika mendengar kedua jendral yang akan menjadi pemimpin penyerangan kerajaan Night. Mereka adalah jendral kambing dan jendral macan.


Walau kekuatan mereka diantara para jendral dan komandan lainnya adalah yang terlemah namun tidak diragukan lagi mereka masih merupakan pendekar dewa lapisan 3. Selain itu, setiap jendral kerajaan biasanya memiliki kemampuan analisa dan menguasai strategi perang dengan sangat baik.


“Untunglah Tetua Fengtian dan tetua Parsi ada disana, keduanya akan dapat dengan mudah menghabisi para jendral dan pasukannya” Ketua Remi mendesah lega.


Disisi lain, sesuai dengan dugaan mentri Sia, Hell Memoth walau belum menunjukkan pergerakan untuk membantu, tapi mereka telah memperhatikan keadaan kerajaan Night. Reynal tidak begitu terkejut ketika mendengarkan Akademi Beladiri telah berhasil menguasai 4 kota kecil dalam waktu kurang dari sehari semalam.


“Ini bukan suatu kebetulan Akademi Beladiri menyerang kota bagian barat kerajaan Night! Mereka pasti mengetahui keadaan kota bagian barat adalah yang terlemah karena tidak memiliki pendekar dewa satupun.” Reynal berkata pada sang utusan dan petinggi Hell Memoth lainnya.


Sang utusan mengangguk, “Kau benar! Mereka pasti mengetahuinya. Tapi yang menjadi persoalan adalah darimana mereka mengetahui tingkat keamanan dan kekuatan dari kota itu? Kita telah memberikan perintah untuk menutup setiap informasi mengenai kekuatan pada dunia khususnya Akademi Beladiri”

__ADS_1


Reynal pura- pura berpikir lalu berkata, “Tuanku, jika saya menebak maka pasti ada seorang mata- mata di kerajaan Night atau mungkin di salah satu kekuatan Hell Memoth ini! Ia pasti yang membocorkan berita ini pada Akademi Beladiri” Sebenarnya Reynal berkata benar, Adapun mata- mata itu tidak lain adalah dirinya sendiri.


Sang utusan terlihat begitu marah, ia mengepalkan tangannya, “Akademi Beladiri tercela! Lihat saja, kita akan mencari dan menemukan mata- mata itu lalu memberinya kematian yang amat menyakitkan” Kemarahan yang memancar dari sang utusan membuat semua orang yang ada disana berlutut.


Bahkan Reynal dapat merasakan beberapa bagian tubuhnya merinding mendengar kemarahan sang utusan. Jika sang utusan mengetahui mata- mata yang dicarinya itu kini berlutut dihadapannya maka Reynal mungkin akan mati selama seratus atau bahkan seribu kali.


“Black King Yin, anda saya perintahkan untuk terus memperhatikan keadaan kerajaan Night. Jika situasi mereka semakin memburuk, maka anda bisa memberikan pertolongan pada mereka. Setidaknya anda bisa menyelamatkan sang Malaikat Suci dan Pemimpin Agung!” sang utusan berbalik pergi setelah mengatakan hal tersebut.


Sebelum pergi, Reynal juga menyapa Black Dangger dan Black Undied. Namun hanya Black Dangger yang membalas sapanya, Black Undied sama sekali tidak memperhatikan Reynal. Reynal tersenyum, ia sama sekali tidak terlihat tersinggung dengan sikap Black Undied.


“Hmph! kau mungkin masih akan bersikap sombong saat ini, tapi saya akan lihat ketika keadaan berubah apakah kau masih akan bisa sombong”  Reynal menggumam pelan sebelum pergi menuju kerajaan Night.

__ADS_1


~~


Parsi dan Fengtian baru saja menyelesaikan beberapa bagian pelengkap dari pangkalan militer utama dari 4 kota besar. Itu meliputi sejumlah sungai maupun kebun membuatnya sangat cocok untuk dijadikan sebagai pangkalan militer utama.


Selain itu letak dari pangkalan milter utama berada paling dekat dengan pintu masuk perbatasan Akademi Beladiri dengan luas hampir lima belas kilometer, dengan tampungan maksimum sekitar 100 ribu pendekar dan puluhan ribu pasukan monster.


Selain itu ia juga dilengkapi dengan formasi dan pertahanan yang paling baik, dengan kelima devisi Akademi Beladiri juga ikut membangun markas kecil mereka disana.


“Tetua Parsi, perang besar akan segera terjadi, saya merasakan beberapa perasaan khawatir. Tapi setelah melihat kesiapan Akademi Beladiri, beberapa kekhawatiran saya menghilang” Tetua Fengtian berkata, walau mereka berdua dikenal sebagai tetua utama yang memiliki kedudukan setara namun nyatanya, tetua Fengtian menghormati tetua Parsi dan menganggapnya lebih tinggi.


Ini dikarenakan bukan hanya tetua parsi memiliki banyak sekali pengalaman diluar sana namun ia juga jauh lebih tua darinya sehingga tetua Fengtian akan selalu mengungkapkan masalahnya pada tetua Parsi.

__ADS_1


__ADS_2