
“Kalian sungguh membuka mataku hari ini... berkat saran kalian sebelumnya saya harus menjalin hubungan dekat dengan Akademi Beladiri sampai pada Aliansi namun sekarang kalian berdua memaksaku untuk memutuskan hubungan tersebut dengan begitu mudah? Apa kalian pikir hubungan seperti itu semudah menyambung dan memutuskan seutas tali?”
Prince Alex memulai pendapatnya, terdapat nada sindiran dan sarkas dalam setiap kalimatnya yang secara langsung menyinggung keputusan putra Mahkota yang dinilai kurang baik dan bijak.
“Hubungan kita dengan Akademi tidaklah terlalu mendalam saudara, aku tahu kau menyukai salah satu dari pemimpin mereka. Siapa lagi itu? oh iya... namanya Bella, Manajer Bella lebih tepatnya. Namun dalam hal ini hubungan pribadi tidak boleh kau salah gunakan dan campur adukkan!” sela Prince Peerles. Panggilannya pada Pangeran Alex kini telah berubah dari Kakak menjadi Saudara.
“Hubungan Pribadi? Baiklah kalau begitu saya akan bertanya pada kalian berdua, kapan kalian melihat dan merasa saya Prince Alex melakukan hal itu? apakah saya pernah bertindak kotor seperti yang kalian sebutkan sebelumnya?” Nada bicara Prince Alex semakin tidak terkendali. Ia yang biasanya tenang kini telah terlihat bagaikan orang yang pemarah.
Ia tidak lagi menggunakan kata- kata sopan dan nada rendah dan tenang namun memakai kata kasar dan lagi berteriak.
“Prince Alex, ketahui batasanmu!” kini pangeran Putra Mahkota yang tersinggung berat. Sejujurnya ia merasa bahwa Prince Alex bertindak berlebihan kali ini. jabatannya memang tinggi namun itu tidak sebanding dengan Putra Mahkota dan kubu Ibu Ratu.
__ADS_1
“Batasan? Saya selalu berada dalam batasanku sendiri... kalian ingin keputusanku bukan? Baiklah kalian akan dapatkan! Mulai detik ini saya Prince Alex resmi keluar dari kubu Pangeran Putra Mahkota dan Ibu Ratu. Saya merasa tidak pantas dan tidak bijak jika berada dalam kubu seperti ini!!”
Pangeran Alex menyuarakan hal itu dengan begitu lugas dan tenang. Ia memang berteriak namun ketenangannya telah kembali. Pikirannya telah berjalan dan memutuskan bahwa kakaknya tidak memiliki pandangan yang sama dengannya. Ia memang bijak tapi masih dapat terpengaruh dengan keadaan dan situasi. Sifatnya sangat tidak baik untuk menjadi pangeran Mahkota dan pengganti raja selanjutnya.
“Apa kau yakin dengan hal itu? Kau pikir kami keberatan dengan pengunduran dirimu? Baiklah saya setujui, mulai hari ini kubu Ibu ratu tidak lagi menerimamu!” dengus pangeran Mahkota dengan nada dingin.
Prince Alex melenggang keluar meninggalkan ruangan rahasia tersebut dengan santai, tidak peduli dengan pandangan dari kedua saudaranya. Ia kemudian memanggil kasim kepercayaannya bersama dengan pasukannya mulai meninggalkan istana dan menuju Akademi Beladiri di kota Air Biru.
Parsi bersama dengan Lucky dan Rinto sedang memantau situasi terkni dari perguruan Kertas Baja. Mereka bertiga belum melakukan penyerangan karena Legenda Elemen, Rinto merasakan terdapat tiga pendekar Dewa yang berada di lingkup mereka.
Ketiganya tidak khawatir dengan tiga pendekar Dewa tersebut namun identitas dari mereka yang sangat mencurigakan. Yang diketahui oleh Parsi, Akademi Kertas Baja hanya memiliki 2 pendekar Dewa yang menjadi leluhur mereka.
__ADS_1
“Saya tidak yakin namun sepertinya berita pembantaian kita telah menyebar dan 4 perguruan besar telah bersiap menghadapinya. Saat ini setidaknya lebih dari lima perguruan telah dimusnahkan oleh kelima kelompok kita.” Parsi mulai menganalisis.
“Kau takut? Dengar baik- baik, saya adalah seorang pendekar Dewa lapisan 5 puncak dan sepuluh pendekar dewa seperti mereka belum cukup untuk memberikan luka kecil pada diriku.” Legenda Lancer, Lucky angkat bicara.
Dalam hal ini ia sangat terkenal akan kebiasaannya membunuh dan membunuh. Sehingga tentu ia tidak dapat melewatkan hal ini terlalu lama. Apalah artinya ia dikenal sebagai Dark Mage terkuat jika tidak dapat menghancurkan perguruan kecil seperti itu.
Legenda elemen Rinto tidak menolak ataupun menyangkal, ia hanya diam dan terus bermeditasi. Ia juga memiliki kekuatan setara atau lebih kuat dari Lucky jadi tidak terlalu mempermasalahkan tingkah Lucky.
“Kalau begitu legenda Lucky dapat menghadapi ketiganya sementara saya akan menghadapi para tetua. Legenda Rinto dapat menghancurkan perguruan.” Parsi tidak berdaya, ia tidak punya pilihan lain.
“Saya tidak akan sungkan. Hahaha!” tawa Lucky sedikit menggelegar dan membawa suasana seram, sementara Rinto hanya mengangguk pelan sambil merapalkan sebuah mantra. Bumi bergetar ketika mereka berdua bergerak menyebabkan kepanikan pada Perguruan Kertas Baja. Enam pendekar terkuat mereka segera melesat keluar mencari sumber kegemparan tersebut.
__ADS_1