Dark Game

Dark Game
333


__ADS_3

Tetua Siu kembali mendapatkan serangan setelah Reynal memerintahkan


Nymph dan yang lainnya untuk kembali menyerang. Kelima undied milik Reynal


mengelilingi tetua Siu yang terlihat sangat kesal.


“Tetua Siu, saya akan memberimu satu kesempatan untuk


mendapatkan kembali hidupmu. Tapi dengan satu syarat”


Mendengar ucapan Reynal, tetua Siu segera menjadi lebih


cerah seolah hidupnya telah selamat dari kematian. Menurutnya apapun syarat


yang Reynal berikan selama ia mampu untuk melakukannya maka ia akan


mengusahakannya.


“Tolong sebutkan syaratnya” tetua Siu memohon.


“Kau harus berjanji menjadi budakku!” Reynal mengatakan


persyaratannya dengan santai dan tenang.


Budak? Sebagai seorang pendekar dewa lapisan 4 yang hampir


menjadi salah satu pendekar terkuat kekaisaran Humanie memiliki harga diri yang


tinggi. Perjuangannya mencapai tingkat dimana ia berdiri sekarang bukanlah


sesuatu yang mampu ia bayangkan di masa depan untuk menjadi budak.


Namun begitu, tetua Siu tidak mengatakan apapun, ia tidak


berani mengatakan hal yang berada di pikirannya kepada Reynal. Satu- satunya yang


dapat ia lakukan adalah menerima persyaratan atau mati.


Menjadi budak tidak diragukan lagi akan menorehkan


penghinaan dan menurunkan harga dirinya sebagai pendekar dewa lapisan 4. Juga


menjadi budak di kalangan pendekar sepertinya tidak lebih baik daripada mati.


Tapi satu hal yang pasti adalah hidupnya terjamin, dimasa depan ia akan dapat

__ADS_1


meningkatkan kekuatannya menjadi pendekar lapisan 5 jika ia tidak mati hari


ini.


Di satu sisi jika ia tidak menerima maka tidak ada keraguan


ia akan mati hari ini. seolah tetua Siu diberikan pilihan nyawa atau harga


dirinya. Bagi sebagian pendekar yang memiliki pemikiran sombong dan tidak


terkekang, pilihan lebih baik mati adalah jalan terbaik yang akan dipilih.


Tetua Siu seakan hanyut dalam pikirannya, sementara pasukan


Akademi Beladiri telah berhasil membunuh seluruh anggota guild Mata Angin. Tidak


satu orang pun yang tersisa dibiarkan untuk hidup, setidaknya itulah keputusan


dari ketua Remi dan tetua Fengtian.


Mereka berdua memutuskan hal ini karena ingin membalaskan


dendam saudara mereka yang telah gugur selama ini dalam mempertahankan kota Air


Biru dari tangan para perebut pesuruh kekaisaran.


masalah sama sekali. Menurutnya itu lebih bagus jika lebih banyak anggota guild


Mata Angin yang tewas sehingga ia dapat membangkitkan pasukan Undiednya lebih


banyak dan lebih kuat.


Saat ini satu- satunya perhatian Reynal adalah tetua Siu. Hanya


tetua Siu yang mampu mendapatkan perhatian darinya, nyawa dari tetua Siu lebih


berharga dari yang lainnya karena ia adalah seorang pendekar dewa lapisan 4


yang kuat.


“Bagaimana? Apa kau setuju dengan persyaratannya?” ucapan


Reynal seketika membuyarkan pikiran tetua Siu.


Tetua Siu segera tersadar dan kembali melihat Reynal dan

__ADS_1


para undied dewa yang mengelilinginya. Tidak terlintas dipikiran Reynal bahwa


ketika tetua Siu melihat hanya tersisa dirinya yang masih hidup dari guild Mata


Angin membuat tetua Siu marah dan memutuskan lebih baik untuk mati dengan


terhormat.


“Awalnya saya akan memilih untuk tetap hidup dan menjalani


sebagai budakmu namun tidak terlintas dalam pikiran saya bahwa kau begitu kejam


dan tidak berperasaan. Kau memang hebat dan memilliki kemampuan, namun itu tidak


cukup untuk membuat saya, He Siu berlutut dan menjadi budakmu!!”


Usai berkata seperti itu tetua Siu mengumpulkan seluruh tenaga


dan energinya yang tersisa untuk mengambil serangan terakhir, serangan bunuh


diri.


Xiu


Bunyi pedang menebas udara seketika terhenti tepat mengenai


jantung dan merenggut nyawa dirinya sendiri. Tetua Siu kini terbaring kaku


dengan pedang yang menembus jantungnya masih mengeluarkan darah merah kental.


Tidak terlintas satupun dalam pikiran tetua Siu sebelum ia


meninggal bahwa Reynal masih bisa memanfaatkan dirinya walau ia telah


meninggal. Reynal masih bisa membuatnya menjadi Undied dewa yang memiliki


kekuatan yang besar.


Pergantian peristiwa itu begitu cepat, bahkan Reynal tidak


dapat bereaksi tepat waktu. Walau begitu ia lebih menyukai pilihan tetua Siu,


menurutnya lebih baik mati terhormat daripada menjadi budak orang lain.


Reynal selebihnya setuju dengan tetua Siu, ia mendapatkan

__ADS_1


hormat Reynal sepenuhnya. Namun sayang baginya tetua Siu berdiri bersebrangan


dengannya.


__ADS_2