Dark Game

Dark Game
377


__ADS_3

Pada sisi lainnya, Eliza dan Qin Fang telah berhasil


membentuk lebih dari separuh formasi 8 sudut. Meski begitu sisi prajurit golem


batu telah banyak berkurang karena melindungi mereka dari serangan sepuluh ribu


pasukan Hell Memoth.


Qin Fang menggeleng pelan, “Sepertinya pengorbanan dari


pasukan golem kita tetap ada”


Eliza mengangguk tidak berdaya, walau pasukan golem batu dapat


dibuat dengan mudah namun setiap pembuatannya membutuhkan transfer jiwa bumi. Sebagai


pendekar yang memiliki unsur kuat dari bumi, Eliza memiliki ketertarikan unsur


dan jiwa dari setiap golem yang ada.


“Tidak, ini sebanding dengan semuanya. Satu golem batu kita


dapat membunuh dua sampai tiga prajurit Hell Memoth”


“Benar, saya juga hampir menyelesaikan formasi sihir dan


sebentar lagi ini akan berfungsi!”


Qin Fang dan Eliza mulai mempercepat pekerjaannya namun


ketika saat penyentuhan terakhir sebuah ledakan yang sangat keras terdengar.


Sepanjang pertempuran berlangsung, telah terjadi puluhan bahkan ratusan ledakan


dari serangan golem batu.


Namun itu masih sangat wajar, tapi kali ini ledakan begitu


besar sehingga membuat keduanya terhenti. Qin Fang berkata “Dari energi yang


dilepaskan ini adalah serangan pamungkas dari pendekar dewa. Gawat! Tetua Jack


dan Luck dalam bahaya!”


Eliza segera berlari menuju sumber ledakan sementar Qin Fang


tetap melanjutkan penyelesaian formasi sihir yang sedikit lagi selesai.

__ADS_1


Tetua Jack memiliki wajah yang suram. sebelum ledakan ia


berada sedikit jauh dan hanya terkena sedikit energi ledakan. Namun hal yang


sama tidak terjadi pada golem batu dan tetua Luck, terkhusus yang terakhir


adalah pusat dari ledakan.


Seluruh golem batu yang berdiri diantara keduanya hancur


menjadi pasir tidak tersisa sedangkan asap tebal masih menutupi jarak


pandangan.


Tetua Jack menjadi sedih setelah ia tidak melihat keberadaan


tetua Luck, “Tidak! Luck!”


Tetua Jack sekali lagi mengingat kejadian sebelum ledakan


besar terjadi. Saat itu tetua Luck bersama dengan pasukan golem melakukan


serangan diam- diam kepada Hatari. Namun tidak di duga tongkat Hatari yang


semula telah kembali normal dan tidak terlihat berbahaya mulai memancarkan


Tetua Jack yang melihat itu segera berteriak pada tetua Luck


untuk menghentikan penyerangan. Tapi apa daya, Luck telah sangat dekat dengan


Hatari juga melihat perubahan dan ingin segera mundur. Nasib berkata lain, ia


telah beberapa langkah mundur namun tidak cepat hingga tongkat Hatari menyerang


dan tepat mengenai dadanya.


Tongkat tersebut dalam sekejap membesar dan memberikan


perasaan dominasi pada tetua Luck. tetua Luck tidak dapat melanjutkan


pelariannya dan malah berdiri kosong menatap Hatari yang sedang menatapnya


dengan senyum iblis di wajahnya.


“Mencoba serangan diam- diam pada saya? Naif! kalau begini


silahkan mencoba serangan terkuat saya! Staff Domination” teriak Hatari.

__ADS_1


Seketika tongkat memancarkan dominasi yang kuat dan menabrak


tetua Luck dengan kasar. Ledakan besar terjadi, tetua Jack yang menyaksikan


dari kejauhan berteriak sedih ,”Tetua Luck!!”


Sementara kamera beralih pada sumber ledakan. Disana berdiri


Hatari yang sedikit sempoyongan. Energi yang ia lepaskan begitu besar untuk


menyerang tetua Luck. Apa yang ia pikirkan adalah membunuh salah satu atau dua


tetua Akademi Beladiri membawa mereka ikut bersamanya dalam alam kematian.


Dari awal, ia mengetahui bahwa ketika para tetua Akademi


Beladiri menemukannya maka kematian telah ditulis. Itu sebabnya dalam


menyerang, ia menggunakan seluruh serangan terkuatnya mulai dari Bilah emas


sampai Staff Domination.


Walau menghabiskan seluruh energinya namun ia berhasil


membunuh salah satu tetua tinggi Akademi Beladiri. “Walau saya hanya bisa


membunuh satu diantara kalian dengan kekuatan penuh namun dengan kekuatan dua


lainnya tidak cukup untuk membunuhku dengan mudah.”


Setelah beberapa saat, energi pada tongkat mulai berkurang


dan kembali normal. Hatari melihat sekeliling penuh debu dan asap tebal. Selain


membunuh tetua Luck, ia juga membunuh lebih dari lima ratus golem batu Akademi


Beladiri dalam sekali serang.


Hatari mengulum senyum, tugasnya telah selesai. Ia melihat


Eliza dan ketiga tetua yang tersisa mengelilinginya, tetua Jack terkhusus


membawa seorang mayat yang tidak lain adalah mayat tetua Luck.


Dadanya berlubang dengan darah yang telah menetes dan


mengalir deras. Terdapat senyum diwajahnya, sebuah tanda kepuasan dan kebahagian

__ADS_1


di saat kematian menjemput.


__ADS_2