
Pada sisi lainnya, Eliza dan Qin Fang telah berhasil
membentuk lebih dari separuh formasi 8 sudut. Meski begitu sisi prajurit golem
batu telah banyak berkurang karena melindungi mereka dari serangan sepuluh ribu
pasukan Hell Memoth.
Qin Fang menggeleng pelan, “Sepertinya pengorbanan dari
pasukan golem kita tetap ada”
Eliza mengangguk tidak berdaya, walau pasukan golem batu dapat
dibuat dengan mudah namun setiap pembuatannya membutuhkan transfer jiwa bumi. Sebagai
pendekar yang memiliki unsur kuat dari bumi, Eliza memiliki ketertarikan unsur
dan jiwa dari setiap golem yang ada.
“Tidak, ini sebanding dengan semuanya. Satu golem batu kita
dapat membunuh dua sampai tiga prajurit Hell Memoth”
“Benar, saya juga hampir menyelesaikan formasi sihir dan
sebentar lagi ini akan berfungsi!”
Qin Fang dan Eliza mulai mempercepat pekerjaannya namun
ketika saat penyentuhan terakhir sebuah ledakan yang sangat keras terdengar.
Sepanjang pertempuran berlangsung, telah terjadi puluhan bahkan ratusan ledakan
dari serangan golem batu.
Namun itu masih sangat wajar, tapi kali ini ledakan begitu
besar sehingga membuat keduanya terhenti. Qin Fang berkata “Dari energi yang
dilepaskan ini adalah serangan pamungkas dari pendekar dewa. Gawat! Tetua Jack
dan Luck dalam bahaya!”
Eliza segera berlari menuju sumber ledakan sementar Qin Fang
tetap melanjutkan penyelesaian formasi sihir yang sedikit lagi selesai.
__ADS_1
Tetua Jack memiliki wajah yang suram. sebelum ledakan ia
berada sedikit jauh dan hanya terkena sedikit energi ledakan. Namun hal yang
sama tidak terjadi pada golem batu dan tetua Luck, terkhusus yang terakhir
adalah pusat dari ledakan.
Seluruh golem batu yang berdiri diantara keduanya hancur
menjadi pasir tidak tersisa sedangkan asap tebal masih menutupi jarak
pandangan.
Tetua Jack menjadi sedih setelah ia tidak melihat keberadaan
tetua Luck, “Tidak! Luck!”
Tetua Jack sekali lagi mengingat kejadian sebelum ledakan
besar terjadi. Saat itu tetua Luck bersama dengan pasukan golem melakukan
serangan diam- diam kepada Hatari. Namun tidak di duga tongkat Hatari yang
semula telah kembali normal dan tidak terlihat berbahaya mulai memancarkan
Tetua Jack yang melihat itu segera berteriak pada tetua Luck
untuk menghentikan penyerangan. Tapi apa daya, Luck telah sangat dekat dengan
Hatari juga melihat perubahan dan ingin segera mundur. Nasib berkata lain, ia
telah beberapa langkah mundur namun tidak cepat hingga tongkat Hatari menyerang
dan tepat mengenai dadanya.
Tongkat tersebut dalam sekejap membesar dan memberikan
perasaan dominasi pada tetua Luck. tetua Luck tidak dapat melanjutkan
pelariannya dan malah berdiri kosong menatap Hatari yang sedang menatapnya
dengan senyum iblis di wajahnya.
“Mencoba serangan diam- diam pada saya? Naif! kalau begini
silahkan mencoba serangan terkuat saya! Staff Domination” teriak Hatari.
__ADS_1
Seketika tongkat memancarkan dominasi yang kuat dan menabrak
tetua Luck dengan kasar. Ledakan besar terjadi, tetua Jack yang menyaksikan
dari kejauhan berteriak sedih ,”Tetua Luck!!”
Sementara kamera beralih pada sumber ledakan. Disana berdiri
Hatari yang sedikit sempoyongan. Energi yang ia lepaskan begitu besar untuk
menyerang tetua Luck. Apa yang ia pikirkan adalah membunuh salah satu atau dua
tetua Akademi Beladiri membawa mereka ikut bersamanya dalam alam kematian.
Dari awal, ia mengetahui bahwa ketika para tetua Akademi
Beladiri menemukannya maka kematian telah ditulis. Itu sebabnya dalam
menyerang, ia menggunakan seluruh serangan terkuatnya mulai dari Bilah emas
sampai Staff Domination.
Walau menghabiskan seluruh energinya namun ia berhasil
membunuh salah satu tetua tinggi Akademi Beladiri. “Walau saya hanya bisa
membunuh satu diantara kalian dengan kekuatan penuh namun dengan kekuatan dua
lainnya tidak cukup untuk membunuhku dengan mudah.”
Setelah beberapa saat, energi pada tongkat mulai berkurang
dan kembali normal. Hatari melihat sekeliling penuh debu dan asap tebal. Selain
membunuh tetua Luck, ia juga membunuh lebih dari lima ratus golem batu Akademi
Beladiri dalam sekali serang.
Hatari mengulum senyum, tugasnya telah selesai. Ia melihat
Eliza dan ketiga tetua yang tersisa mengelilinginya, tetua Jack terkhusus
membawa seorang mayat yang tidak lain adalah mayat tetua Luck.
Dadanya berlubang dengan darah yang telah menetes dan
mengalir deras. Terdapat senyum diwajahnya, sebuah tanda kepuasan dan kebahagian
__ADS_1
di saat kematian menjemput.