
“Terimakasih karena telah menolongku” Andi berniat untuk memberikan mereka sebuah potion mahal sebagai tanda terimakasih. Orang yang menolong Andi adalah seorang pria bersenjatakan tombak dan perempuan yang membawa sebuah busur panah.
“Kau tidak perlu melakukannya, kebetulan kami hanya lewat dan melihatmu sangat mengenaskan” ucap pria yang memegang tombak sedikit menghina.
“Jaga ucapanmu Inso, dia baru saja dalam bahaya. Oh iya perkenalkan namaku Cia dan dia kau boleh memanggilnya Inso” perempuan itu tersenyum lembut pada Andi.
“Salam kenal” Andi menyalami mereka satu persatu, walau terlihat sedikit penghinaan dimata Inso.
“Maafkan perkataan Inso, dia memang seperti itu sama orang baru” ucap Cia sambil memelankan suaranya dan mendekat kearah Andi
“Aku bisa mendengarnya” Inso berjalan pergi meninggalkan mereka, ia memilih untuk tidak memperdulikan.
“Tidak apa apa, sebenarnya itu tadi sangat hebat. Bisa mengalahkan singa itu dengan satu serangan saja, bisakah aku bergabung dengan kalian? aku ingin belajar menyerang seperti itu” Andi berdiri dihadapan Inso sambil memperlihatkan raut wajah yang begitu memohon.
“Tidak” Inso mengambil jalan lain demi menghindari Andi, ia sama sekali tidak menggubris tindakan Andi yang begitu memohon kepadanya
“Baiklah, kau boleh ikut kami berpetualang” ucap Cia dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Inso.
“Cih... Aku tidak akan membantumu, urus dirimu sendiri” Inso mempercepat langkah meninggalkan Cia dan Andi.
“Siapa namamu?” Cia bertanya kepada Andi yang sedari tadi belum memperkenalkan dirinya.
“Kalian dapat memanggilku Pedang Nyawa” Andi mengambil gaya di depan Inso dan Cia, ia memegang pedang besarnya dengan sikap penuh berharap mereka akan terkagum dengan kehebatannya
__ADS_1
“Percuma memakai pedang seperti itu, Kekuatanmu mungkin lebih lemah daripada Healer, mengurus binatang lemah saja tidak bisa” Inso kembali berkata sinis.
“Berhenti mengejeknya, dia hanya belum mahir menggunakan pedang. Mungkin dia pemain baru” ucap Cia membela, bukan rahasia umum lagi jika semenjak peresmian paket Premium dijual membuat pemain pemula banyak bermunculan.
“Betul, aku baru memainkan game ini sekitar 3 bulan yang lalu”
“Pantas saja, baiklah bagaimana kalau kau masuk dalam guild ku? Disana kau akan dilatih oleh beberapa master pedang yang cukup hebat” Cia mulai menawarkan Andi untuk bergabung dengan guildnya.
“Masuk dalam Guild miliknya akan membuatmu semakin terlihat lemah” timpal Inso
“Inso, lihat saja nanti jika aku terpilih menjadi ketua guild Tujuh warna maka guildmu akan aku musnahkan” Cia mengajak Andi untuk menjauh dari Inso, menurutnya akan lebih baik jika ia menawarkan Andi di tempat sepi jauh dari Inso.
“Maaf tapi sepertinya aku tidak bisa bergabung dengan guild Tujuh Warna, mereka adalah salah satu guild yang sedang naik daun dan memiliki kekuatan yang besar.
Andi mengetahui Cia adalah bangsa Elf namun menurut peraturan yang ada mereka tidak boleh memasuki wilayah kekaisaran manusia. Ini sangat jelas menentang peraturan, Andi sangat ingin menanyakannya pada Cia.
“Huh” Cia menghela nafas kesal, ia tahu pertanyaan apa yang akan diajukan oleh Andi sebentar lagi.
“Aku adalah mata mata, kau sekarang telah mengetahui rahasiaku.”
“Apa yang kau lakukan? Kita tidak dapat menjamin dia tidak akan membocorkan hal ini pada orang lain kan?” Inso baru saja mendengar pembicaraan mereka kemudian raut kemarahan terlihat jelas di hadapannya.
“Aku tidak akan mengatakan ini pada siapapun tenang saja, kalian telah menyelamatkan nyawaku” Andi berdiri, ia mendekati Inso yang sedang mengeluarkan tekanan kepadanya.
__ADS_1
“Aku tidak akan mudah tertipu” Inso menatap Andi dengan tajam, ia bergidik takut bagaimanapun juga Inso telah mencapai level 50 membuat kekuatannya jauh diatas Andi.
“Inso sudahlah, biarkan dia tahu. Mulai sekarang dia akan ikut kita berpetualang bersama” Cia melerai keduanya, ia menarik Inso untuk menjauh dan memintanya untuk berhenti bersikap kasar pada Andi.
“Dengar, demi menjaga rahasia ini kita akan berpetualang bersama sampai kami mempercayaimu sepenuhnya” ucap Inso sedikit melunak setelah Cia membujuknya beberapa saat.
Demikianlah mereka bertiga memulai petualangan bersama Cia, Inso dan Andi menjadi sahabat. Mereka kemudian berpisah setelah beberapa tahun dikarenakan tugas Cia telah selesai dan kembali pada Elver Empire sedangkan Inso menjadi ketua guild kerajaan Krunch yang baru.
Andi juga telah mendapatkan banyak perhatian dari para pemain lain, nama Pedang Nyawa kini mulai tersebar membuat banyak guild dan organisasi yang ingin merekrutnya. Pada akhirnya ia memilih untuk bergabung dengan Guild Pedang Tua dan mendapatkan posisi salah satu tetua utama.
Namun setelah dua tahun kemudian kemelut perang pecah pada Humanie Empire dan Elver Empire, ketiganya kembali berkumpul namun pada pihak yang berbeda. Reuni yang sama sekali tidak diharapkan oleh ketiganya.
Dalam peperangan tersebut Inso dan Pedang Nyawa harus beradu kekuatan dengan Cia. Perkembangan kekuatan mereka sangat pesat, Cia telah menjadi ketua guild ternama dan menjadi salah satu pemain terkuat dari kekaisaran Elver.
Sedangkan kedua temannya adalah salah satu Jendral dan komandan besar Humanie Empire. Pertarungan mereka berlangsung selama tiga hari sebelum akhirnya sebuah pusaran waktu muncul.
Pusaran waktu menghisap seluruh pemain dalam virtual reality, dan membawa mereka ke dalam dunia baru yang disebut dunia Soun. Ketiganya kembali berpencar pada bagian dunia masing masing, namun takdir kembali menyatukan mereka hingga bertemu dan menjadi salah satu pengikut aliran Hell Memoth.
Pedang Nyawa kemudian menerima tugas untuk menyulutkan api perang terhadap beberapa guild termasuk guild Pedang Tua dan Guild Pedang Kaca serta beberapa guild lainnya.
Sepak terjang mereka menjadikan mereka dikenal sebagai salah satu orang yang berpengaruh. Hell Memoth memberikan gelar kepada mereka bertiga yaitu Tetua Tiga Serangkai.
*Flahsback selesai *
__ADS_1