
Reynal beserta dengan kedua penjaga Suci Akademi Beladiri memutuskan untuk meninggalkan kota dengan cepat. Walau saat ini Reynal telah membawa tongkat Saint dan batu kekuatan yang dapat digunakan untuk menghadapi pendekar tingkat dewa sekalipun namun tetap saja ia harus memikirkan hal yang lainnya.
“Disebelah barat tidak jauh dari sini terdapat sebuah hutan yang cukup lebat. Hutan ini menghubungkan kota ini dan kota selanjutnya, kita bisa lewat hutan itu.” ucap penjaga Luck pada Reynal sambil memperhatikan sebuah peta ditangannya.
“Bagus! Kita akan kesana, sebab jika kita berlari dengan kecepatan penuh yang kita miliki saat ini maka aku yakin itu akan menarik perhatian banyak orang. Terkhusus guild Pisau Keramat.”
~~
“Pemimpin Suci, sepertinya di depan sana terjadi sebuah pertarungan.” Penjaga Jack yang merupakan pendekar yang telah berpengalaman dan telah banyak melalui pertempuran membuatnya memiliki indra perasa yang lebih sensitif terhadap segala jenis pertarungan. Itulah sebabnya ia menjadi salah satu penjaga Suci yang menjaga keamanan kota Air Biru dan Akademi Pusat.
Reynal yang juga ikut merasakan pertarungan tersebut menjadi khawatir, sebab bukan saja ia merasakan pertarungan tetapi juga disertai dengan energi dan kekuatan yang besar. Reynal menyadari energi tersebut setidaknya lebih kuat dari energi yang dimiliki oleh penjaga Jack dan Luck.
__ADS_1
“Berhenti, aku merasakan pertarungan itu sangat berbahaya. Aku akan memastikannya sebentar, kalian tunggulah disini! Siapkan energi dan tenaga kalian jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.” Ucap Reynal sambil mengaktifkan ketiga pasang sayapnya.
Kedua penjaga Suci Akademi Beladiri tentu saja tidak mengizinkan Reynal bertindak sendirian, namun kemudian Reynal menjelaskan pada keduanya bahwa ia memiliki cara untuk menyembunyikan kehadirannya.
Setelah mendengar penjelasan Reynal, dengan hati terpaksa mereka berdua menurutinya. Reynal kemudian terbang dengan kecepatan rendah menuju daerah pertarungan.
Karena jaraknya yang cukup dekat, Reynal memutuskan untuk melihat pertarungan tersebut dari atas. Ia menggunakan sihir elemen untuk membuat Awan hitam dan digunakannya untuk bersembunyi disana.
Reynal kini mulai mengetahui siapa dalang dari kejadian dipenginapan sebelumnya. Ia melihat pendekar tua itu memiliki energi kekuatan setara dengan pendekar Semesta lapisan puncak yang sedikit lagi akan mencapai tingkat Dewa. Walau begitu kekuatan yang dikeluarkan darinya hanya setara dengan pendekar Semesta lapisan empat.
Sedangkan belasan lawannya hanya berada pada tingkat Galaksi dan Matahari membuat pendekar tua itu dengan mudah menghadapinya. Reynal kemudian menyadari pendekar tua itu terlihat sedang mengulur waktu dan menghemat tenaga yang dikeluarkannya, sebab ia dapat dengan mudah membunuh belasan musuhnya hanya dengan tiga kali serangan.
__ADS_1
Reynal terus mengamati keadaan pertarungan itu dari balik awan yang ia ciptakan menggunakan campuran energi panas dan air.
“Pendekar Tua, akhirnya kau tertangkap juga. Sudah sangat lama aku menantikan hari ini. hari kematianmu” terlihat tiga orang pendekar memasuki arena pertarungan.
Reynal mengerutkan dahinya keheranan, melihat ketiga pendekar yang baru datang itu memancarkan energi Semesta lapisan empat. Tidak hanya itu, satu diantara pendekar tersebut juga hampir menembus kekuatan Semesta lapisan lima.
Kekuatan yang mereka miliki sangat mengherankan jika berada pada sebuah kota kecil seperti ini sebab hanya mereka yang berasal dari guild menengah dan guild besar yang memiliki pendekar Semesta dalam jumlah yang banyak.
Melihat tiga pendekar Semesta memasuki pertarungannya membuat pendekar tua itu mengeluarkan luapan energinya lalu menyerang ketiganya. Belasan musuhnya yang berada pada tingkat Galaksi secara mengejutkan terjatuh begitu saja dengan keadaan sudah tidak bernyawa.
Ketiga pendekar Semesta lapisan empat itu sebelumnya merasa diatas angin kini mulai gemetar ketakutan. Mereka tidak melihat pendekar tua itu menyerang belasan musuh yang menghadangnya.
__ADS_1
“Jangan takut, ia saat ini sedang menderita luka yang cukup dalam dari pertarunganku sebelumnya. Ia tidak mungkin dapat menang jika kita bekerja sama menghadapinya.” Ucap pendekar yang berada pada puncak semesta lapisan empat.