Dark Game

Dark Game
87. Benang Takdir


__ADS_3

Lucy tak dapat menyembunyikan senyumannya ketika ia menyadari serangannya dapat ditahan oleh Reynal. Telah tiga hari berturut turut mereka berduel tanpa henti namun tidak membuat salah satu dari keduanya menyerah.


Pertarungan dalam waktu yang sangat panjang baru pertama kali Reynal rasakan, mental dan tenaga adalah faktor utama untuk terus bertahan. Bagi seorang pendekar atau ksatria yang berada pada tingkatan Semesta lapisan tiga keatas akan memiliki pasokan energi dan tenaga yang jauh melebihi dari tingkatan dibawahnya.


Untuk itu tidak mengherankan jika seorang pendekar tingkat tersebut dapat bertahan selama tiga hari bertarung tanpa menunjukkan kelelahan dan kehabisan tenaga.


Namun itu tidak berlaku jika dari awal pertarungan pendekar menggunakan tenaga dan energi yang besar membuat mereka dapat bertahan hanya dalam beberapa jam saja.


Lucy masih tidak menunjukkan tanda kelelahan namun ia telah merasakan bahwa energi dan tenaganya hampir habis, walau begitu permainan keduanya dapat dikatakan berimbang.


Disisi lain Reynal merasa takjub dengan perkembangannya, ia telah bertarung selama tiga hari tiga malam dengan seorang legenda pada masanya dan menunjukkan hasil yang imbang. Kini ia menyadari taktik yang digunakan olehnya mampu mengimbangi pendekar tingkat semesta sekalipun menggunakan trik yang sama.


Jika saja ia tidak menguasai tujuan dan pelajaran dari latihan pertama maka mungkin situasinya akan berbeda. Kemampuannya dalam menyerang energi dan tenaga selama pertandingan berlangsung sungguh berkembang.


Dengan kemampuannya saat ini Reynal yakin mampu melawan para legenda yang lainnya dengan hasil seri meski dalam waktu yang sangat lama.


“Latihanmu selesai” Lucy mengakhiri serangannya, ia telah yakin dan merasakan bahwa Reynal telah menguasai dan mampu lolos dalam latihan fisik ketiga sehingga menghentikan pertarungan.


Lucy menyuruh Reynal untuk beristirahat agar esok paginya proses peningkatan yang kedua berjalan lancar. Reynal tidak membantah, saat ini ia merasa sangat kelelahan terlepas memiliki tenaga dan energi yang besar.

__ADS_1


Lucy menatap punggung Reynal yang semakin menjauh lalu kembali berkumpul dengan para legenda. Ia sedikit mendapat beberapa petunjuk yang menurutnya sangat aneh dan merasa perlu untuk membicarakannya dengan para legenda lainnya.


“Yo, Lucy kau sudah selesai menyiksa anak itu?” pertanyaan yang dilontarkan oleh Albert membuat Lucy terbatuk pelan.


Lucy tersenyum canggung, lalu duduk bersilah mengisi tempat disebelah Dinda sang legenda panah. Draco sebelumnya menyiapkan dua ruangan khusus dalam gua, satu ruangan untuk Reynal dan ruangan lainnya untuk para legenda berkumpul.


“Lebih dari menyiksanya aku mendapat beberapa hal lain, Draco kau pasti juga mengetahuinya kan?” Lucy memulai pembicaraan, raut wajahnya terlihat sangat serius. Ia menatap Draco yang sedari tadi sedang bertapa bersama Rinto, walau begitu Draco dan Rinto masih dapat mendengar dan menyimak pembicaraan.


Draco terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan Lucy kepadanya, ia tidak menduga bahwa para legenda lainnya menyadari hal tersebut. Draco menghentikan pertapaannya lalu mulai membuka matanya bersamaan dengan itu Rinto juga melakukan hal yang sama.


“Terlepas dari itu semua mungkin ini adalah takdir” Draco menghela nafas pelan, ia tahu hal ini akan terbuka namun ia tidak menduga akan secepat ini.


Lucy menatap Draco bermaksud untuk memintanya menjelaskan semuanya pada yang lain. Lucy melotot tajam ketika Draco memalingkan pandangannya berusaha menghindari tatapan Lucy. Ia saat ini tengah di hujani oleh tatapan meminta penjelasan, tidak ada yang dapat dilakukan Lucy selain menjelaskan semuanya.


“Mungkin diantara kalian ada yang telah mengetahui ramalan sakti pada zaman kehidupan kalian dahulu” mendengar ramalan sakti membuat Destian mengingat sesuatu.


“Ramalan Sakti? Mungkin aku pernah mendengarnya, ramalan itu menjadi satu satunya alasanku dapat meninggal dengan tenang di tanganmu” kini tatapan para legenda beralih Destian, melihat seluruh legenda memandangnya membuat Destian tidak nyaman namun ia tidak mengeluh dan memilih untuk kembali bercerita.


__ADS_1



Note :



Ayo dukung novel Dark Game dengan memberikan like dan favorit pada setiap capternya.... terimakasih



**Lucy : Pasti diantara kalian ada yang mengetahui tentang Ramalan Sakti.


Albert : Ramalan Sakti?! Apa itu?!


Dinda : Saya cuma tahu Kera Sakti...


Lucy : Kalian mau tau ? \(berbisik kecil dengan Dinda\)


Albert: Para Legenda bukan hanya kalian, kami juga ingin mengetahuinya.

__ADS_1


Draco : Mau tahu?! Para pembaca juga mau tahu? nantikan di episode berikutnya**...


__ADS_2