
Benjamin menerima tanda dari Reynal, membuatnya sedikit
merasa lega. Ia bersama Kotaro dan Konjiro telah meningkatkan kewaspadaan
mereka setelah mendengarkan keributan pada salah satu kamar kosong. Benjamin
tentu dapat merasakan sisa energi dengan jelas yang ada disana. Ia menduga jika
Reynal bertarung dengan seorang pendekar tingkat tinggi.
Namun untuk alasannya mengapa mereka berdua bertarung, ia
belum mengetahuinya namun yang pasti disana juga terdapat sisa- sisa niat
membunuh yang tertinggal. “Besok pagi saya akan menemuimu!” Benjamin
mengirimkannya lewat pesan rahasia pada Reynal. Ia tentu tidak bisa segera
menemui Reynal malam itu.
Reynal yang menerima pesan Benjamin mengangguk pelan, Pemuda
itu memilih untuk beristirahat sambil memulihkan energi dan lukanya agar besok
ia kembali dalam kondisi prima.
~~
Di lain tempat, di dalam gubuk sewaan pangeran Hesgon dan
kasimnya Peruns. Mereka berdua mendapati Dark Elf kembali bersama dengan
seorang pria tampan dengan wajah kesal
dan muram.
Pangeran Hesgon dan kasimnya sedikit merasa takut dengan
sikap dari pembunuh itu sehingga mereka yang awalnya tidak sabar untuk bertanya
hasilnya memilih untuk tetap diam, menunggu Dark Elf memberitahukan hasilnya
pada mereka. Tentu pangeran Hesgon memiliki rasa harap- harap cemas di hatinya,
wajahnya yang terlihat khawatir mendengar hasilnya.
Dark Elf pembunuh tersenyum sinis melihat keduanya. Ia
__ADS_1
dengan suram berkata “Kalian tidak mengatakan jika Pangeran Mahkota memiliki
penjaga rahasia yang kuat didekatnya! Kita hampir saja membunuh pangeran
mahkota jika penjaga itu tidak menghalangi kami!”
Tentu penjaga yang dimaksud oleh Dark Elf adalah Reynal, ia
tentu tidak berpikir jika Reynal bukanlah penjaga kekaisaran seperti yang ia
perkirakan. Raut wajah dari pangeran Hesgon dan Peruns berubah menjadi
terkejut.
“Apa maksudmu? Penjaga rahasia? Itu tidak ada! Kakakku yang
bodoh itu walau menganggap dirinya pintar tapi ia tidak pernah memikirkan
keselamatan terlalu jauh dengan memiliki penjaga rahasia!” ucap Hesgon yang
memiliki wajah paling terkejut.
“Lalu apa maksudmu saya berbohong? Kau pikir ada gunanya
saya berbohong pada kalian?!” Dark Elf sangat kesal ketika mendengar balasan
Peruns melihat pangerannya itu salah berucap segera
mengendalikan situasi, ia berkata pada Dark Elf “Saya percaya dengan apa yang
disampaikan oleh tuan. Tapi saya masih tidak percaya jika tuan tidak dapat
membunuh penjaga rahasia itu? Apakah ia begitu kuat?” Peruns mengubah topik.
“Ya! Setidaknya ia cukup mampu untuk membunuh 10 bawahan Elf
yang berharga milik saya. Tapi tentu saya tidak akan membiarkannya hidup. Saya
telah melukainya dengan parah, meski nantinya ia dapat hidup dengan luka
seperti itu namun tidak dengan racun yang telah menguasai tubuhnya.”
Peruns dan pangeran Hesgon saling menatap bingung satu sama
lain. Mereka berdua jelas mengetahui jika yang dimaskud oleh Dark Elf adalah 10
pendekar dewa lapisan awal yang menjadi bawahan setia Dark Elf. Kekuatan mereka
__ADS_1
tidak lemah minimal hanya pendekar dewa lapisan 3 yang mampu lolos dari
kepungan 10 pendekar dewa dan membutuhkan pendekar dewa lapisan 4 untuk dapat
mengalahkan mereka.
“Peruns, apa kau mengenal seorang pendekar dewa lapisan 4 di
kekaisaran yang mungkin menjadi penjaga kakakku itu?” tanya pangeran Hesgon.
Peruns menggeleng pelan, ia kemudian bertanya pada Dark Elf
mengenai ciri- ciri penjaga rahasia yang dimaksud. Peruns dan Hesgon tentu
mengenal dengan baik siapa saja pendekar dewa lapisan 4 ke atas yang dimiliki
oleh kekaisaran. Mereka yakin akan mengetahui siapa orang itu jika Dark Elf
memberikan deskripsinya.
“Yang paling utama dia adalah seorang pemuda berusia kurang
lebih 20 hingga 25 tahunan dengan kekuatan utamanya adalah Sihir. Selain itu ia
juga sedikit memiliki kemampuan berlari yang cepat.” Ucap Dark Elf.
Keduanya sekali lagi mengerutkan kening ketika mendengar
deskripsi seperti itu.Mereka mengetahui beberapa pemuda yang berusia seperti
itu dengan kekuatan setara dengan pendekar Dewa lapisan 3 dan yang paling kuat
adalah lapisan 4. Namun tidak ada satupun dari mereka yang merupakan seorang
Mage/penyihir, melainkan adalah pengguna tombak dan senjata pedang.
“Tuan apakah anda yakin jika ia adalah seorang penyihir?”
tanya pangeran Hesgon sekali lagi. Peruns menepuk jidatnya melihat Pangeran
Hesgon tidak pernah belajar dari pengalamannya. Jelas ia mengetahui sifat dari
Dark Elf yang mudah tersinggung jika ucapannya diragukan oleh orang lain. Akibatnya
Peruns tidak dapat menahan Dark Elf pembunuh itu untuk tidak memukili Pangeran
Hesgon hingga dipenuhi oleh sayatan pisau khas seorang peri.
__ADS_1