Dark Game

Dark Game
30


__ADS_3

Besok harinya, Reynal dengan cepat menantang seorang


pendekar yang bernomor pintu 150. Tantangannya itu kemudian disetujui oleh


pihak lawan dan mereka resmi bertarung.


Lawan Reynal tidak lain adalah seorang penyihir lapisan 4,


ia berasal dari kekaisaran Sihir Utama dengan keahlian sihir cahaya. Reynal


diawal pertarungan cukup kerepotan dengan sihir cahaya dari pendekar tersebut. Ini


tidak lain karena Reynal belum pernah bertarung dengan seorang penyihir


sungguhan.


Seorang dari bangsa penyihir dilahirkan untuk menguasai


sihir lebih baik dari bangsa lainnya. Juga gaya bertarungnya juga cukup berbeda


membuat Reynal kesulitan dalam menemukan celah ataupun membalas serangan dari


sang penyihir.


Namun bagi Reynal ini hanyalah masalah waktu. Ia perlahan


menganalisis dan mulai mengenal jenis serangan dan gaya bertarung dari seorang


penyihir. Tidak lama untuk Reynal sampai dia menghapal dan mengetahui gaya


serangannya.


Kadang ia juga berhasil memberikan serangan kecil maupun


sedang pada penyihir dan kadang juga ia sudah bisa membalas serangan yang


awalnya tidak mampu ia tahan.


“Kau sungguh berbakat! Saya tahu jika anda cukup untuk


menjadi 120 besar dengan kemampuan anda.” Ucap penyihir itu terkejut mendapati


Reynal yang mulai menekannya.


“Tidak! Tujuan saya bukanlah 120 besar tapi 30 besar. Alasan

__ADS_1


anda dapat menekan saya di awal pertarungan karena pengalaman saya bertarung


dengan bangsa penyihir untuk pertama kalinya. Sebab itu saya belum bisa


menyesuaikan dengan gaya bertarung para penyihir. Tapi sekarang karena saya


telah mengetahuinya maka pertarungan ini sudah selesai.”


“Hm? Apa maksudmu?” tanya penyihir itu bingung.


Namun kemudian, Reynal mengeluarkan sebuah tongkat sihir


sederhana yang tidak lain adalah senjata ajaib. Tongkat Sihir itu rencananya


akan menggantikan tongkat Sihir Saint dalam pertarungan 100 pendekar terkuat.


Reynal sadar jika kualitas dari senjata ajaibnya mungkin


tidak akan dapat sebanding dengan senjata Suci seperti tongkat Sihir saint


namun itu tidak akan jauh dibawahnya.


“Kau menguasai sihir?” penyihir itu terkejut. Ia awalnya


memastikan Reynal adalah seorang pejuang yang ahli dengan pertempuran. Namun ia


“Serang!” Reynal berteriak keras dan mengarahkan tongkat


sihirnya tepat pada sang penyihir. Ia memasukkan Sebagian besar energinya dan


seketika tongkat ajaibnya mulai bergetar.


Cahaya berwarna putih mengkilat memancar dengan kuat dari


tongkat Ajaib menuju penyihir tersebut. Merasa serangan Reynal sangat kuat,


penyihir itu mengeluarkan sihir pertahanan paling tinggi yang ia miliki.


Namun sayang, kekuatan Reynal sebanding dengan dewa lapisan


5 membuat penyihir itu tidak dapat menahannya. Sihir pertahanannya dengan mudah


dihancurkan oleh Reynal dan kemudian cahaya putih itu melesat dengan cepat


menuju Sang penyihir.

__ADS_1


Merasa dirinya tidak akan selamat jika tidak menyerah,


penyihir itu dengan cepat mengakui kekalahannya. Reynal tersenyum tipis melihat


kecerdasan sang penyihir. Jika saja ia terlambat untuk mengakuinya maka


nyawanya hari ini mungkin akan melayang.


Memang dalam pertarungan 100 pendekar, pembunuhan maupun


cedera tidak dilarang. Ini bertujuan untuk para pendekar agar mengeluarkan


seluruh jenis kemampuannya dan menghadapi lawan tanpa menahan sedikitpun.


“Saya menang! Terimakasih karena telah memberiku tempat ini”


ucap Reynal sambil memberikan senyum lebar pada lawannya itu. Penyihir itu


tidak berkata apa- apa. Ia melangkah pergi dengan pasrah.


Reynal kemudian resmi menempati nomor 150 yang mana pendekar


yang berada diatasnya mungkin adalah pendekar yang kuat dan hebat. Ia pasti


akan mendapat pertarungan yang sengit di masa depan untuk memperebutkan nomor


yang lebih kecil lagi.


Setelah merapikan bajunya yang sempat rusak karena terkena


beberapa serangan sihir dari lawannya, Reynal melangkah menuju menara Latihan. Ia


berniat berlatih disana selama 2 hari sebelum menantang nomor 145 dan 140


berturut- turut.


Sampainya ditempat itu, Reynal dikejutkan dengan berbagai


pertarungan yang ada disana. Hampir seluruh pendekar yang ada disana sedang


bertarung memperebutkan tempat di menara Latihan.


“Saya tidak punya waktu untuk meladeni mereka semua. Saya


akan membuat momentum yang kuat yang membuat mereka berpikir 2 kali untuk

__ADS_1


menantang saya!” pikir Reynal.


__ADS_2