Dark Game

Dark Game
15. Seleksi akhir


__ADS_3

Putaran kedua telah dimulai, para guru memberikan serangan kepada seluruh peserta. Mereka yang ingin lolos harus mengeluarkan kekuatannya untuk melawan ataupun bertahan dari serangan.


Tibalah saat Gara memberikan ujian kepada mereka, saat ini telah sepuluh orang yang gugur dan menyisakan tiga puluh orang. Pertama- tama Gara mengeluarkan Aura Art seketika seluruh peserta terasa mendapatkan beban yang berat diatas pundaknya.


Beberapa bahkan terjatuh akibat tidak kuat menahan berat yang mereka rasakan. Gara kemudian menambah serangannya dengan beberapa serangan Jarum es miliknya. Seluruh badan sulit untuk digerakkan, ditambah beban berat yang tiba- tiba datang membuat pergerakan mereka melambat.


Jarum es seketika berubah menjadi kurungan es yang cukup tebal ketika menyentuh tubuh. Setelah itu Gara menambah kapasitas serangannya serta aura yang ia pancarkan kembali dikeluarkan secara bebas membuat para peseta kesulitan.


Setelah beberapa saat akhirnya lima belas peserta dinyatakan lolos oleh Gara karena telah berhasil melewati pancaran aura dan serangannya. Putaran ketiga adalah babak dimana para peserta akan melakukan duel dengan para guru dan prajurit desa.


Sistem poin akan berlaku sehingga siapa saja yang mampu menyentuh dan menyerang lawannya yang paling banyak akan mendapatkan poin yang tinggi. Tujuan dari putaran ketiga ini adalah mereka harus mampu bertahan dan melakukan serangan kepada musuh mereka yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi nantinya.


Dengan begitu ketika mereka lolos dalam putaran ini, Gara tidak perlu khawatir lagi pada pertandingan kota Awan. Ia merasa yakin dengan kemampuan serta keahlian para muridnya.


Putaran ketiga berlalu begitu cepat, dari lima belas peserta yang lolos hanya sepuluh orang yang berhasil melakukan perlawanan dan bertahan dari serangan gurunya. Mereka adalah perwakilan dari kesepuluh kekuatan yaitu Marco dari Asasin, Zi’qin dari pedang, Maria dari Faith, Yue’an dari Mage, Naomi dari Rider, Envy dari Lancer, dan beberapa peserta lainnya.


Setelah seleksi dilaksanakan dan penenutuan perwakilan, Gara memberikan perintah kepada sepuluh perwakilan untuk beristirahat. Besok mereka harus bangun lebih awal, sebab mereka akan melakukan latihan penuh.


“Masih banyak pengembangan yang harus mereka kuasasi ketika pada tingkat Bintang lima” Gara menyiapkan daftar pelatihan yang akan ia lakukan kepada sepuluh legenda. Nantinya merekalah yang akan melatih secara intensif kekuatan para perwakilan.

__ADS_1


~~


Gara berdiri bersama dengan Draco sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Mereka berbincang ringan sambil menunggu murid perwakilan untuk berlatih hari ini.


“Saya yakin mereka memiliki rencana yang besar kedepannya, saya hanya berharap bisa menyelamatkan beberapa orang yang tak bersalah” Gara merasa sedih dengan kejahatan para pengikut Hell Memoth namun ia tidak memiliki kekuatan yang besar untuk melakukan sesuatu.


“Peperangan yang akan terjadi dua tahun lagi adalah salah satu dari rencana mereka. Dengan memanfaatkan kekacauan, mereka mengambil keuntungan dari sana.” Draco menghela nafas, ia menyesal karena terlambat mengetahui hal yang penting ini.


Mereka berdua sedang mengkhawatirkan kekacauan yang terjadi kedepannya, walau Dunia Soun bukanlah tempat asli mereka namun Gara merasa memiliki jiwa dan perasaan terhadap dunia ini.


Ia memiliki rasa kesal dan amarah terhadap para keluarga yang telah membuangnya, ia juga memiliki rasa peduli dengan Sindo dan desa Air Biru.


Desa Air Biru yang ia miliki harus menjadi kuat dan bahkan jika perlu harus sekuat dengan sebuah kekaisaran sekalipun. Desa Air Biru akan Gara jadikan sebagai tempat baginya untuk menyelamatkan para warga dan seluruh pihak yang tidak bersalah.


“Tenang tuan, jika kita memenangkan pertandingan ini maka hidup warga desa Air Biru akan menjadi terjamin selama 5 tahun dan juga sebagian dananya akan disalurkan kepada beberapa masyarakat yang membutuhkan.” Draco mengerti pikiran tuannya. Setelah lebih 2 tahun mendampinginya, membuat ia cukup mengenal tuannya yang satu ini.


“Apakah bagus jika kita menyewa ataupun merekrut beberapa ksatria petualang dari luar untuk memperkuat desa kita?” Gara sempat memikirkan ide ini sebelumnya, ia ragu untuk mengungkapkannya setelah melihat beberapa potensi hebat pada desa Air Biru dimasa depan.


“Menurutku tidak baik jika kita mengandalkan kekuatan dari luar? Bagaimana kita bisa berdiri sendiri dan bertambah kuat jika harus berlindung dibelakang orang lain?” ucap Draco.

__ADS_1


“Baiklah pembicaraan ini kita hentikan sampai sini sebab mereka kelihatannya telah siap” Gara melihat para murid akademi telah berkumpul dan siap untuk menerima latihan khusus hari ini.


“Baiklah, terimakasih atas semangat kalian semua. Sebelum memulai latihan hari ini, saya ingin memberikan hadiah atas kemenangan dan keberhasilan kalian kemarin” Gara mengeluarkan setumpuk barang dari dalam kotak dimensi.


Barang- barang itu tidak lain adalah beberapa senjata tingkat artefak. Senjata dibagi dalam beberapa tingkatan seperti tingkat biasa, tingkat Penyempurnaan, tingkat Roh, tingkat Artefak dan tingkat Bintang.


Seluruhnya tercengang dengan barang yang dimiliki oleh Gara, sebab satu senjata tingkat artefak belum tentu dimiliki oleh sebuah guild besar sekalipun. Gara mengeluarkan sepuluh set senjata artefak dengan sangat mudah, mengetahui mereka akan mendapatkan hadiah berharga seluruh murid menjadi sangat bersemangat.


Gara mendapatkan banyak senjata Artefak ketika melewati Lembah Berkabut. Senjata itu berguna baginya sehingga ia lebih memilih untuk memberikannya kepada murid akademi beladiri.


Gara membagikan sepuluh set senjata tersebut kepada seluruh muridnya. Sebenarnya tanpa mereka ketahui, seluruh senjata telah dikendalikan oleh Gara.


Bukan bermaksud curang atau sebagainya namun ia lebih memilih untuk berjaga- jaga. Ia akan memakainya ketika semuanya menjadi tidak terkendali, percobaan pembunuhan bahkan penyerangan secara terang terangan sudah ia perkirakan.


Kekuatan muridnya saat ini belum bisa berhadapan dengan para guru dari berbagai akademi dan desa. Gara takut jika dalam pertarungan nanti lawan mereka akan berbuat curang karena dukungan dari para master mereka.


Selepas membagikan seluruh hadiah, mereka bersiap untuk berlatih.


~~

__ADS_1


__ADS_2