
Tidak ada yang tahu jika ketua Remi yang saat itu memberikan
sihir kepada Eliza. Adapun alasan mengapa ia melakukannya karena menyadari
Eliza tidak akan berhenti untuk menyerang Reynal. Sedangkan bagi Reynal jelas
ia tidak akan menyerang Eliza karena itu akan membuat Eliza semakin marah.
Sebab itulah ketua Remi membuat sihir Akar Pengikat untuk
membuat Eliza berhenti. Kekuatan dari ketua Remi setara dengan pendekar dewa
lapisan 3 sehingga ia bisa membuat akar pengikat itu melilit Eliza yang
kekuatannya hanya pada tingkat Dewa lapisan 2.
Usai itu, Ketua Remi dengan kecepatan tinggi menjauh dari
tempat itu agar Reynal tidak menemukannya. “Kuharap kalian bisa berbaikan dan
semakin dekat setelah ini!” gumam ketua Remi saat melihat Reynal membawa Eliza
pergi.
Ia kemudian memanggil salah seorang tetua yang biasa
membantu Eliza. Ia meminta tetua tersebut untuk menggantikan Eliza untuk
sementara waktu.
~~
Reynal terbang dengan kecepatan sedang, ia membawa Eliza
dalam gendongannya membuat perjalanannya semakin lama. Ia menghabiskan waktu
selama 5 hari untuk sampai di guild Raja Nirwana.
“Hm, dua hari lagi 10 perwakilan dari 3 faksi akan berkumpul
bersama. Saat itu saya harus selesai berurusan dengan hal- hal yang merepotkan
lebih dulu” keluh Reynal saat ia telah selesai membaringkan Eliza di tempat
tidur.
__ADS_1
Seorang penjaga yang merupakan salah satu muridnya diistana
itu segera masuk dan memberitahukan bahwa ketua Jacson memanggilnya.
“Baiklah, saya akan segera kesana. Dan tolong kalian berkumpul
setelah ini di istana rahasia saya ada pembahasan penting!” Reynal kemudian
mengambil beberapa barang dari kotak dimensinya lalu berjalan keluar dari
ruangan tersebut.
Adapun penjaga itu, ia mengikuti Reynal keluar dan kemudian
berjalan menuju tempat berkumpulnya 3 ribu murid Reynal saat ini. Ia akan
memberitahukan perintah Reynal pada yang lainnya.
Reynal berjalan santai memasuki aula pertemuan guild Raja
Nirwana. Disana ia melihat 4 orang yang tengah menunggunya dengan wajah gusar.
“Ketua Jacson, Wakil Chayton, Wakil Embert” Reynal
“Wakil Yin, akhirnya kau datang” sambut ketua Jacson dengan
sedikit ramah.
“Wakil Yin silahkan duduk!” Wakil Chayton mempersilahkan.
Reynal kemudian berjalan ke arah kursinya namun sebelum itu
ia secara sengaja melirik seorang lagi di dalam aula tersebut. Orang itu
berdiri di tengah dengan pakaian yang jelas sangat akrab bagi Reynal. Reynal
dapat dengan mudah mengetahui bahwa orang itu tidak lain adalah utusan Akademi
Beladiri untuk guild Raja Nirwana.
Sedikit utusan itu juga melirik Reynal. Ia menundukan
kepalanya pada Reynal sejenak sebagai tanda penghormatan karena ia mengetahui
wakil Yin itu tidak lain adalah pemimpin Suci dari Akademi Beladiri. Reynal
__ADS_1
membalasnya dengan tersenyum sopan.
Ketua Jacson dan yang lainnya hanya melihat Reynal memberi
senyum pada utusan itu dan berpikir jika Reynal sedikit tidak mengetahui
masalah.
Setelah Reynal duduk, Wakil Chayton dengan cepat
memberitahukan kepadanya bahwa orang yang ia berikan senyum itu tidak lain
adalah utusan Akademi Beladiri. Reynal berpura- pura memasang wajah kaget, ia
mengubah wajahnya menjadi suram ketika menatap utusan itu kembali.
Ketua Jacson dan wakil Chayton tersenyum melihatnya, sedangkan
wakil Embert memasang ekspresi datar. Satu- satunya orang yang mengetahui
identitas Reynal saat ini adalah Embert sehingga ia tidak heran melihat Reynal
memberi senyum pada anggotanya sendiri.
“Wakil Yin, anda telah pergi selama hampir 4 minggu dan
tanpa kabar membuat kami sangat cemas. Kau pastinya telah mengetahui keadaan
kita saat ini dengan Akademi Beladiri bukan?” ketua Jacson memulai.
Reynal mendesah pelan, ia telah memprediksi jika ketua
Jacson pertama- tama akan mengintrogasinya dengan berbagai pertanyaan. Ia telah
menyiapkan seluruh jawaban itu di dalam pikirannya. Namun Reynal tidak langsung
memberikan jawaban.
Ia memilih terlihat seperti sedang berpikir lalu setelah
beberapa saat barulah ia menjawab. “Ketua Jacson maafkan saya karena telah
pergi tanpa memberi kabar selama hampir sebulan. Sejujurnya saya juga tidak
mengira akan pergi selama itu.”
__ADS_1