Dark Game

Dark Game
21


__ADS_3

Tidak ada yang tahu jika ketua Remi yang saat itu memberikan


sihir kepada Eliza. Adapun alasan mengapa ia melakukannya karena menyadari


Eliza tidak akan berhenti untuk menyerang Reynal. Sedangkan bagi Reynal jelas


ia tidak akan menyerang Eliza karena itu akan membuat Eliza semakin marah.


Sebab itulah ketua Remi membuat sihir Akar Pengikat untuk


membuat Eliza berhenti. Kekuatan dari ketua Remi setara dengan pendekar dewa


lapisan 3 sehingga ia bisa membuat akar pengikat itu melilit Eliza yang


kekuatannya hanya pada tingkat Dewa lapisan 2.


Usai itu, Ketua Remi dengan kecepatan tinggi menjauh dari


tempat itu agar Reynal tidak menemukannya. “Kuharap kalian bisa berbaikan dan


semakin dekat setelah ini!” gumam ketua Remi saat melihat Reynal membawa Eliza


pergi.


Ia kemudian memanggil salah seorang tetua yang biasa


membantu Eliza. Ia meminta tetua tersebut untuk menggantikan Eliza untuk


sementara waktu.


~~


Reynal terbang dengan kecepatan sedang, ia membawa Eliza


dalam gendongannya membuat perjalanannya semakin lama. Ia menghabiskan waktu


selama 5 hari untuk sampai di guild Raja Nirwana.


“Hm, dua hari lagi 10 perwakilan dari 3 faksi akan berkumpul


bersama. Saat itu saya harus selesai berurusan dengan hal- hal yang merepotkan


lebih dulu” keluh Reynal saat ia telah selesai membaringkan Eliza di tempat


tidur.

__ADS_1


Seorang penjaga yang merupakan salah satu muridnya diistana


itu segera masuk dan memberitahukan bahwa ketua Jacson memanggilnya.


“Baiklah, saya akan segera kesana. Dan tolong kalian berkumpul


setelah ini di istana rahasia saya ada pembahasan penting!” Reynal kemudian


mengambil beberapa barang dari kotak dimensinya lalu berjalan keluar dari


ruangan tersebut.


Adapun penjaga itu, ia mengikuti Reynal keluar dan kemudian


berjalan menuju tempat berkumpulnya 3 ribu murid Reynal saat ini. Ia akan


memberitahukan perintah Reynal pada yang lainnya.


Reynal berjalan santai memasuki aula pertemuan guild Raja


Nirwana. Disana ia melihat 4 orang yang tengah menunggunya dengan wajah gusar.


“Ketua Jacson, Wakil Chayton, Wakil Embert” Reynal


“Wakil Yin, akhirnya kau datang” sambut ketua Jacson dengan


sedikit ramah.


“Wakil Yin silahkan duduk!” Wakil Chayton mempersilahkan.


Reynal kemudian berjalan ke arah kursinya namun sebelum itu


ia secara sengaja melirik seorang lagi di dalam aula tersebut. Orang itu


berdiri di tengah dengan pakaian yang jelas sangat akrab bagi Reynal. Reynal


dapat dengan mudah mengetahui bahwa orang itu tidak lain adalah utusan Akademi


Beladiri untuk guild Raja Nirwana.


Sedikit utusan itu juga melirik Reynal. Ia menundukan


kepalanya pada Reynal sejenak sebagai tanda penghormatan karena ia mengetahui


wakil Yin itu tidak lain adalah pemimpin Suci dari Akademi Beladiri. Reynal

__ADS_1


membalasnya dengan tersenyum sopan.


Ketua Jacson dan yang lainnya hanya melihat Reynal memberi


senyum pada utusan itu dan berpikir jika Reynal sedikit tidak mengetahui


masalah.


Setelah Reynal duduk, Wakil Chayton dengan cepat


memberitahukan kepadanya bahwa orang yang ia berikan senyum itu tidak lain


adalah utusan Akademi Beladiri. Reynal berpura- pura memasang wajah kaget, ia


mengubah wajahnya menjadi suram ketika menatap utusan itu kembali.


Ketua Jacson dan wakil Chayton tersenyum melihatnya, sedangkan


wakil Embert memasang ekspresi datar. Satu- satunya orang yang mengetahui


identitas Reynal saat ini adalah Embert sehingga ia tidak heran melihat Reynal


memberi senyum pada anggotanya sendiri.


“Wakil Yin, anda telah pergi selama hampir 4 minggu dan


tanpa kabar membuat kami sangat cemas. Kau pastinya telah mengetahui keadaan


kita saat ini dengan Akademi Beladiri bukan?” ketua Jacson memulai.


Reynal mendesah pelan, ia telah memprediksi jika ketua


Jacson pertama- tama akan mengintrogasinya dengan berbagai pertanyaan. Ia telah


menyiapkan seluruh jawaban itu di dalam pikirannya. Namun Reynal tidak langsung


memberikan jawaban.


Ia memilih terlihat seperti sedang berpikir lalu setelah


beberapa saat barulah ia menjawab. “Ketua Jacson maafkan saya karena telah


pergi tanpa memberi kabar selama hampir sebulan. Sejujurnya saya juga tidak


mengira akan pergi selama itu.”

__ADS_1


__ADS_2