
Pusat energi tidak lain adalah sebuah harta magis yang mana
memiliki kegunan sebagai sumber energi untuk pelatihan. Pusat energilah yang
menyediakan pasokan energi pada menara Latihan. Itu sebabnya setiap kamar
Latihan memiliki energi melimpah yang baik untuk pelatihan seorang pendekar.
“Pusat energi dalam menara Latihan sudah ada selama beratus-
ratus tahun lamanya. Itu mengandung jutaan atau mungkin ratusan juta energi murni
yang terkumpul selama ribuan tahun didunia. Jika seorang manusia biasa mampu
menyerap 0,01% saja dari itu makai akan berhasil menjadi seorang pendekar
Matahari.” Ucap Lumos, pendekar peri yang ditangkap oleh Reynal.
Ini sungguh luar biasa, manusia mampu menjadi pendekar
Matahari yang merupakan kekuatan tertinggi ke 4 setelah dewa, semesta dan
galaksi dalam sekejap hanya dengan menyerap sangat sedikit energi yang dimiliki
oleh pusat energi. Ini jelas sesuatu yang bahkan bangsa Malaikat akan gila
untuk mendapatkannya.
“Lalu jika seorang pendekar seperti kita menggunakannya, apa
yang terjadi?” tanya Reynal.
“Jika pendekar dewa lapisan awal mampu menyerap 1% dari pusat energi maka ia akan berhasil
menjadi pendekar dewa puncak. Dan pendekar Puncak akan berhasil memasuki
pendekar Dewa Bumi hanya dalam sekejap.” Jawab Lumos.
Reynal yang mendengarnya tidak berhenti bergetar, jika itu
benar maka ketika ia berhasil menemukan pusat energi maka bukan hanya Hell
__ADS_1
Memoth, bahkan 6 kekaisaran lainnya akan tunduk pada Akademi Beladiri.
Setidaknya jika Akademi Beladiri berhasil menyerap seluruh
energi dari pusat energi maka itu akan memunculkan 100 pendekar dewa bumi atau
ribuan pendekar dewa puncak. Yang mana salah satu dari keduanya jelas merupakan
kekuatan yang mengguncang dunia Soun.
Dalam hati Reynal, ia telah menetapkan untuk mencari pusat
energi apapun caranya.
Namun ada sebuah pertanyaan yang membuatnya penasaran. “Lalu
jika seorang pendekar berhasil menyerap energi lebih dari 1% apa yang akan
terjadi?”
“Mati! Ia akan meledak karena energi murni bukanlah sesuatu
yang tubuh seorang pendekar lemah seperti kita mampu menyerapnya dalam jumlah
Reynal tercengang, ini artinya setiap pendekar hanya mampu
menyerang 1% paling banyak dan mereka tidak akan lagi bisa menyerapnya jika
tidak ingin tewas. Atau sederhananya, mereka hanya bisa menyerapnya sekali
untuk hasil yang maksimal sepanjang hidup mereka.
Tapi Reynal juga menganggap itu sedikit adil, sebab jika
seorang pendekar beruntung mendapatkan pusat energi maka ia mungkin akan
menggunakan dan menguasainya sendiri untuk meningkatkan kekuatannya. Saat itu
bahkan tidak perlu bakat dan susah payah dalam pelatiha, ia dapat dengan cepat
naik ke tingkat yang lebih tinggi dengan jalan pintas.
__ADS_1
“Lalu panggil kawanmu yang lainnya untuk kemari! Saya tidak
ingin dia lolos begitu saja” Reynal memerintah dengan dingin.
Lumos tidak berani melawan, ia dengan cepat memanggil
kawannya menggunakan metode yang ia mereka tentukan. Tak lama Reynal dapat
merasakan aura seorang pendekar dewa lapisan 3 mendekat. Tanpa butuh waktu
lama, Reynal melompat Kearah pendekar tersebut lalu dengan cepat menggunakan
kekuatannya untuk menanamkan dengan paksa racun Five Magical pada tubuh
pendekar tersebut.
“Apa yang kau lakukan?” Ia bahkan baru saja ingin bertanya
namun seketika merasakan sebuah aliran aneh menyatu dengan cepat dalam setiap
sel dalam tubuhnya, entah itu darah, daging, tulang ataupu syarat semuanya
dimasuki oleh aliran tersebut.
“Sekarang kalian berdua adalah budakku! Saya tidak akan
membunuh kalian, jadi kalian dapat tenang dan singkirkan wajah yang jelek itu”
Reynal berkata dengan pelan pada keduanya.
Lumos dengan cepat menjelaskan situasi pada temannya itu
yang tidak lain bernama Lomos. Mereka sebenarnya bukan hanya teman melainkan
saudara kembar namun tidak identik. Meski begitu bakat dan kekuatannya seimbang
membuat mereka selalu bersama sepanjang waktu.
Ketika Lomos menyadari situasi mereka yang buruk, ia tidak
bisa untuk tetap tenang. Ia menoleh pada Reynal lalu dengan ancaman, ia meminta
__ADS_1
Reynal untuk mengambil racun yang telah mengalir dalam tubuh mereka.