
Batu kerikil hanya terpisah beberapa jengkal
saja dari sasarannya, para pendekar tersebut akhirnya menyadari ada serangan
tapi mereka sudah terlambat jikapun bergerak. Diantara keenam pendekar
tersebut, hanya pemuda yang memiliki kewaspadaan tertinggilah yang masih
berdiri dengan tangan gemetar.
Waktu itu, batu krikil yang mengarah padanya
telah ia rasakan dari awal tapi baru jelas ketika batu itu tersisa 2 meter dari
punggungnya. Ia segera melompat dan melakukan pertahanan tertinggi yang ia
miliki.
Pemuda itu kemudian berhasil menangkis
serangan batu milik Reynal namun tidak dengan teman- temannya yang kini mati
dalam keadaan leher yang telah tembus dengan seukuran batu krikil kecil.
“Orang ini memiliki sedikit keahlian!” ucap
Reynal. Ia lalu melepaskan auranya dan segera menekan pemuda itu.
Reynal sepenuhnya telah menguasai Magic Aura
Art, Ia menggunakannya kembali hari ini selama beberapa waktu belakangan. Magic
Aura Art kali ini lebih agresif dan kuat dibandingkan sebelumnya. Reynal dapat
membuat lawan bertekuk lutut seperti aura Raja dan Kaisar, serta memiliki
kekuatan serangan dan dominasi seperti
aura Pedang , Pertahanan yang kuat seperti Monster dan dapat dikendalikan
dengan digabungkan oleh kekuatan yang ia miliki.
Pemuda itu terkejut ketika melihat seorang
pemuda yang sedikit lebih tua darinya muncul tiba- tiba. Pemuda itu segera
mengetahui yang menyerang mereka adalah dia.
Reynal tersenyum kecil, ia dapat menebak apa
yang dipikirkan oleh pemuda itu. “Saya sebenarnya tidak ingin membunuh hari
__ADS_1
ini. Tapi kalian dan Halu King itu bahkan tidak membiarkan liburan saya
berjalan dengan baik. Sebab itu saya akan membunuh kalian semua. Kau cukup
beruntung bisa melihatnya dan tidak mati bersama teman- temanmu yang lain.”
“Kenapa?” tanya pemuda itu.
“Karena kau memiliki sedikit kemampuan!” jawab
Reynal.
“Lalu kau ingin saya bekerja untukmu?”
“Ya!”
“Bagaimana jika saya tidak menginginkannya?”
“Saya tidak peduli. Mau tidak mau anda harus
menyetujuinya.” Reynal kemudian menyeret pemuda itu dan segera memasukkan racun
Five Magical padanya. Reynal memasukkan racun itu dari mulutnya nanti.
Segera ia dapat merasakan rasa pahit yang luar
biasa. Selanjutnya wajahnya menjadi lebih memerah. Ia merasakan seluruh
tersenyum kejam.
Ucapannya yang barusan tidaklah serius. Ia
tidak perlu repot untuk mengambil seorang yang merupakan bekas kaki tangan Halu
King. Segera pemuda itu akhirnya mati menyusul 15 temannya yang lain.
Tersisa 4 dari 20 orang mata- matayang
dikirimkan Halu King pada Reynal. Reynal segera merasakan keempatny semua
adalah pendekar dewa lapisan 4 yang membuat mereka percaya diri dan merupakan
kelompok terkuat dari grup mata- mata Halu King.
Reynal kali ini melihat lawannya yang cukup
tangguh, ia tidak menggunakan racun tapi mencoba kekuatannya apakah dapat
bersaing mereka menggunakan kekuatan murni saja. Ia ingin menggunakan ledakan
bintang untuk menghancurkan lawannya.
__ADS_1
Ia kemudian mendekati keempatnya tanpa
menimbulkan suara. 4 pendekar dewa yang berjaga segera melihat seorang pemuda
yang muda berdiri di hadapan mereka. Raut wajah keempatnya menjadi pucat pasi
ketika melihat siapa yang berdiri dihadapan mereka. Itu tidak lain adalah
target mereka sebelumnya.
“Kalian sudah puas mengikuti saya?” ucap
Reynal dengan dingin. Ia menggunakan aura Magic Aura Art untuk menekan
keempatnya.
Baru saja mereka ingin menyerang, tubuh
keempatnya segera menjadi lebih berat. Kecepatan mereka sungguh berkurang.
Reynal yang melihatnya segera bergegas dan mengeluarkan jurus pertama dari ledakan
bintang.
Seorang dari mereka segera terkena pukulan
dahsyat dari Reynal segera terbatuk darah beberapa kali. Wajahnya perlahan
menjadi pucat sampai akhirnya kaku dan meninggal. 3 pendekar dewa lapisan 4
lainnya berubah menjadi pucat.
Mereka menyadari kekuatan mereka dari target
mereka sama sekali tidak sebanding. Adapun Reynal, ia juga sangat terkejut
ketika sebelumnya ia merasakan beberapa energi bintang dalam pukulannya.
Dulu, ia sering menggunakan teknik itu namun
tetap saja perasaan kali ini baru pertama kali ia rasakan. Reynal ingin
berspekulasi dan berpikir liar sepuasnya namun 3 pendekar lainnya belum
mendapat bagian mereka.
Reynal tentu segera melakukan apa yang dia
lakukan sebelumnya. Menggunakan ketiganya sebagai karung tinju sampai akhirnya
3 lainnya menyusul teman mereka yang lain. Reynal tentu menyimpan mayat mereka untuk dijadikan koleksi
__ADS_1
Undied dewa.