Dark Game

Dark Game
460


__ADS_3

Batu kerikil hanya terpisah beberapa jengkal


saja dari sasarannya, para pendekar tersebut akhirnya menyadari ada serangan


tapi mereka sudah terlambat jikapun bergerak. Diantara keenam pendekar


tersebut, hanya pemuda yang memiliki kewaspadaan tertinggilah yang masih


berdiri dengan tangan gemetar.


Waktu itu, batu krikil yang mengarah padanya


telah ia rasakan dari awal tapi baru jelas ketika batu itu tersisa 2 meter dari


punggungnya. Ia segera melompat dan melakukan pertahanan tertinggi yang ia


miliki.


Pemuda itu kemudian berhasil menangkis


serangan batu milik Reynal namun tidak dengan teman- temannya yang kini mati


dalam keadaan leher yang telah tembus dengan seukuran batu krikil kecil.


“Orang ini memiliki sedikit keahlian!” ucap


Reynal. Ia lalu melepaskan auranya dan segera menekan pemuda itu.


Reynal sepenuhnya telah menguasai Magic Aura


Art, Ia menggunakannya kembali hari ini selama beberapa waktu belakangan. Magic


Aura Art kali ini lebih agresif dan kuat dibandingkan sebelumnya. Reynal dapat


membuat lawan bertekuk lutut seperti aura Raja dan Kaisar, serta memiliki


kekuatan serangan dan dominasi  seperti


aura Pedang , Pertahanan yang kuat seperti Monster dan dapat dikendalikan


dengan digabungkan oleh kekuatan yang ia miliki.


Pemuda itu terkejut ketika melihat seorang


pemuda yang sedikit lebih tua darinya muncul tiba- tiba. Pemuda itu segera


mengetahui yang menyerang mereka adalah dia.


Reynal tersenyum kecil, ia dapat menebak apa


yang dipikirkan oleh pemuda itu. “Saya sebenarnya tidak ingin membunuh hari

__ADS_1


ini. Tapi kalian dan Halu King itu bahkan tidak membiarkan liburan saya


berjalan dengan baik. Sebab itu saya akan membunuh kalian semua. Kau cukup


beruntung bisa melihatnya dan tidak mati bersama teman- temanmu yang lain.”


“Kenapa?” tanya pemuda itu.


“Karena kau memiliki sedikit kemampuan!” jawab


Reynal.


“Lalu kau ingin saya bekerja untukmu?”


“Ya!”


“Bagaimana jika saya tidak menginginkannya?”


“Saya tidak peduli. Mau tidak mau anda harus


menyetujuinya.” Reynal kemudian menyeret pemuda itu dan segera memasukkan racun


Five Magical padanya. Reynal memasukkan racun itu dari mulutnya nanti.


Segera ia dapat merasakan rasa pahit yang luar


biasa. Selanjutnya wajahnya menjadi lebih memerah. Ia merasakan seluruh


tersenyum kejam.


Ucapannya yang barusan tidaklah serius. Ia


tidak perlu repot untuk mengambil seorang yang merupakan bekas kaki tangan Halu


King. Segera pemuda itu akhirnya mati menyusul 15 temannya yang lain.


Tersisa 4 dari 20 orang mata- matayang


dikirimkan Halu King pada Reynal. Reynal segera merasakan keempatny semua


adalah pendekar dewa lapisan 4 yang membuat mereka percaya diri dan merupakan


kelompok terkuat dari grup mata- mata Halu King.


Reynal kali ini melihat lawannya yang cukup


tangguh, ia tidak menggunakan racun tapi mencoba kekuatannya apakah dapat


bersaing mereka menggunakan kekuatan murni saja. Ia ingin menggunakan ledakan


bintang untuk menghancurkan lawannya.

__ADS_1


Ia kemudian mendekati keempatnya tanpa


menimbulkan suara. 4 pendekar dewa yang berjaga segera melihat seorang pemuda


yang muda berdiri di hadapan mereka. Raut wajah keempatnya menjadi pucat pasi


ketika melihat siapa yang berdiri dihadapan mereka. Itu tidak lain adalah


target mereka sebelumnya.


“Kalian sudah puas mengikuti saya?” ucap


Reynal dengan dingin. Ia menggunakan aura Magic Aura Art untuk menekan


keempatnya.


Baru saja mereka ingin menyerang, tubuh


keempatnya segera menjadi lebih berat. Kecepatan mereka sungguh berkurang.


Reynal yang melihatnya segera bergegas dan mengeluarkan jurus pertama dari ledakan


bintang.


Seorang dari mereka segera terkena pukulan


dahsyat dari Reynal segera terbatuk darah beberapa kali. Wajahnya perlahan


menjadi pucat sampai akhirnya kaku dan meninggal. 3 pendekar dewa lapisan 4


lainnya berubah menjadi pucat.


Mereka menyadari kekuatan mereka dari target


mereka sama sekali tidak sebanding. Adapun Reynal, ia juga sangat terkejut


ketika sebelumnya ia merasakan beberapa energi bintang dalam pukulannya.


Dulu, ia sering menggunakan teknik itu namun


tetap saja perasaan kali ini baru pertama kali ia rasakan. Reynal ingin


berspekulasi dan berpikir liar sepuasnya namun 3 pendekar lainnya belum


mendapat bagian mereka.


Reynal tentu segera melakukan apa yang dia


lakukan sebelumnya. Menggunakan ketiganya sebagai karung tinju sampai akhirnya


3 lainnya menyusul teman mereka yang lain. Reynal tentu  menyimpan mayat mereka untuk dijadikan koleksi

__ADS_1


Undied dewa.


__ADS_2