Dark Game

Dark Game
195. Guild Seribu Racun


__ADS_3

Para pendekar tersebut mulai menuduh Reynal sebagai pencuri karena mengambil beberapa tanaman racun yang terdapat pada Lembah Neraka. Tentu saja hal itu membuat Reynal keheranan, sebelumnya ia tidak mendengar bahwa Lembah Neraka telah dimiliki dan dikuasai oleh sebuah guild besar.


Satu hal yang membuat Reynal kesal adalah para pendekar tersebut ia ketahui telah mengikutinya semenjak keluar dari kota Danau Merah sehingga Reynal sangat yakin walau Lembah Neraka dimiliki oleh guild besar maka itu adalah guild Payung Emas yang memiliki daerah kekuasaan di sebagian besar kota Singara.


Pakaian dari guild Payung Emas cukup Reynal kenali sebab beberapa kali mereka pernah berinteraksi walau tidak secara langsung. Namun para pendekar yang menghadangnya tidak memakai seragam guild Payung Emas yang memiliki warna dominan emas dengan simbol payung yin dan yang pada bagian punggung.


“Kau harus kami bawa menghadap ketua kami, aku yakin jika kau menyerahkan diri tanpa perlawanan maka hukumanmu dapat diringankan.” Ucap seorang pendekar tingkat Semesta lapisan empat yang juga menjadi pendekar terkuat yang menghalangi Reynal saat ini.


Entah telah beberapa kali Reynal mencoba untuk menjelaskan bahwa ia tidak bersalah namun mereka seperti tidak peduli. Dengan terpaksa Reynal akan menggunakan kekerasan agar para pendekar dihadapannya saat ini dapat membiarkannya pergi.


“Oh sial!! Aku meninggalkan batu kekuatan dan tongkat Saintku di Akademi. Tanpa keduanya, sangat mustahil bagiku untuk menang saat ini.” Reynal hampir saja berteriak kesal karena kebodohannya, sebab ini diluar perkiraan Reynal.


“Aku tidak dapat memanggil kedua iblis neraka juga undied tingkat Dewa. Untuk saat ini aku hanya dapat memanggil puluhan Undied tingkat Galaksi dan tiga pendekar tingkat Semesta.” Reynal memeriksa energinya, ia harus menyimpan sebagian energinya untuk melarikan dari sini.

__ADS_1


Satu- satunya senjata yang Reynal miiliki saat ini adalah beberapa lembar kertas jimat tingkat Semesta dan selembar kertas jimat ‘Penjaga Langit’


“Kami akan membawamu walau kau tidak ingin. Dengan kekuatanmu saat ini sangat tidak mungkin menang melawan kami”


“O-ya? Aku tidak yakin kalian dapat berkata seperti itu setelah melihat kekuatanku yang mampu mengalahkan kalian.” Reynal mencoba untuk lebih percaya diri sementara otaknya ia paksa untuk membuat rencana. Namun kakinya seperti tidak berhenti untuk gemetar membuat kepercayaan diri yang ia bangun sedikit sia- sia.


“Kau sangat percaya diri anak muda, baiklah aku akan membuatmu kehilangan tangan dan kaki karena begitu sombong dihadapan salah satu tetua tinggi kami.”


Seorang pendekar tingkat Galaksi Super Mega yang memiliki kekuatan paling rendah diantara mereka maju menyerang Reynal dengan kekuatan penuhnya. Anggota guildnya yang lain tidak mencoba untuk menghentikannya.


Pendekar tingkat Galaksi tersebut segera menyerang Reynal dengan tinjuan api miliknya. Reynal berusaha untuk tidak mengenai api yang berada ditangan pendekar galaksi tersebut sebab dalam sekali lihat Reynal dapat melihat terdapat kandungan racun dalam serangan tersebut.


“Magic Power : Magic Undied”

__ADS_1


Setelah berhasil menghindari dua serangan, Reynal segera memanggil puluhan Undied tingkat Galaksi yang dapat ia bangkitkan bersama dengan tiga pendekar Semesta yaitu raja Ren, Poppey, dan salah satu anggota Hell Memoth yang telah ia kalahkan dulu.


Pendekar tingkat Galaksi tidak cepat menyadari bahwa diantara puluhan pasukan Undied yang Reynal bangkitkan terdapat tiga pendekar tingkat Semesta yang kekuatannya berbeda jauh.


Raja Ren dengan mudah mampu memukul mundur pendekar tingkat Galaksi tersebut dengan salah satu jurus andalannya yaitu ‘panah dewa’ yang legendaris. Mengingat Raja Ren sebelumnya adalah raja dari Krunch Kingdom yang telah Reynal hancurkan sepuluh bulan yang lalu. Ia dikalahkan oleh Poppey yang merupakan salah satu kaisar sihir termuda dalam sejarah Humanie Empire.


“Hati- hati, diantara pasukan mayat hidup itu terdapat pendekar tingkat Semesta.” Ucap pendekar Semesta yang memakai senjata sebuah pisau mirip senjata seorang ninja dalam dunia nyata.


Reynal berdecak kesal, ia tidak menyangka pendekar tersebut dapat dengan mudah mengenali tingkatan kekuatan raja Ren walau telah Reynal samarkan dengan cukup baik. Beberapa pendekar Galaksi mereka mulai ragu untuk menyerang, mereka tidak cukup bodoh untuk melawan pendekar tingkat Semesta. Kelima pendekar tingkat Semesta lainnya juga tidak kalah terkejutnya, mereka sungguh tidak menyangka jika Reynal mampu membangkitkan pendekar tingkat Semesta.


“Kalian masih terlalu cepat untuk terkejut. Lihatlah kejutan yang akan aku berikan pada kalian.” senyum Reynal melebar ketika melihat semangat dari para musuhnya mulai menurun walau tidak banyak.


~~

__ADS_1


Ayo beri vote dan like pada novel Dark Game. Vote sebanyak- banyaknya yah... Oh iya jangan lupa buat bergabung dalam grub Chat Dark Game ( dapat dilihat dibawah kolom vote pada profil utama cerita atau kunjungi profil penulis) disana akan ada informasi seputar Dark Game(bocoran eps selanjutnya) serta jadwal update Dark Game setiap harinya. Dan yang paling penting, disana Author akan membagikan puluhan poin gratis setiap harinya pada beberapa anggota, jadi tunggu apa lagi? buruan gabung!!


__ADS_2