
Reynal berakting dengan sangat baik, ia menggertakkan giginya dan mengambil langkah mundur dan berdiri tepat di depan pasukannya yang tersisa.
“Kita dikepung! Mereka telah mengetahui rencana kita” Reynal berteriak marah. Para jendral yang ada disana menggigil ketakutan. Mereka juga mengetahui hal ini dan menyadari ada hal yang salah.
“Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya seorang jendral. Jendral itu tidak lain adalah jendral yang bertanya di awal pada Reynal.
Reynal dengan marah menatap jendral tersebut, “Apa lagi? kita mundur!!” bentaknya.
“Tapi jika kita mundur maka Akademi Beladiri akan berhasil menetapkan distrik kekuasaan mereka!” Jendral itu membalas.
Bang! Belum sampai tiga detik ia mengatakan itu, Reynal segera menendangnya dengan kejam. “Apa kau ingin terus bertarung walau kalah jumlah dan kekuatan? Hmph! Kalau kau begitu ingin bertarung, maka saya akan mengabulkannya”
__ADS_1
Wajah dari sang jendral memucat, ia menutup mulutnya. Ia baru saja menyadari jika ia mengundang kematiannya hari ini. Baru saja di awal ia telah diperingatkan oleh Reynal. Para rekannya hanya bisa menggeleng pelan atas kemalangannya.
“Tuan, saya minta maaf! Saya tidak bermaksud untuk melakukan hal ini!” Jendral itu bersujud di depan Reynal. Namun Reynal tidak akan memaafkannya, orang seperti itu tidak akan bisa belajar dari kesalahannya.
“Ikat ia disini, biarkan ia menjadi umpan kita untuk melarikan diri dari sini” Reynal berkata dengan acuh tak acuh.
“Tidak!” Jendral itu berteriak ketakutan ketika melihat 3 orang pendekar dewa mendekatinya dan mulai mengikat tangan dan kakinya. Sementara itu Reynal kembali berkata, “Pasukan undied Akademi Beladiri hanya dikendalikan oleh seorang bernama Reynal. Ia merupakan musuh yang paling sulit dihadapi dan sekarang kita belum melihat keberadaannya.
Mereka semua mengangguk patuh, selama nyawa mereka selamat bahkan jika mereka disuruh merangkak atau bahkan merayap dengan tubuh ditanah, mereka akan lakukan.
“Sekarang kita akan menerobos lautan undied itu! Pastikan selalu waspada dan bergerak cepat” Reynal melesat maju mendekati lautan undied yang mengepung mereka dari belakang. Tentara kerajaan dan anggota guild Seribu Racun mengikuti Reynal rapat- rapat, mereka hanya bisa mengandalkan Reynal untuk saat ini.
__ADS_1
“Hujan Pedang Petir!” Reynal berteriak keras dengan mengangkat tangannya ketas. Sepersekian detik kemudian gemuruh guntur memecah telinga. Awan- awan hitam kembali berkumpul dan membentuk gumpalan awan yang besar.
Setelah itu ribuan sinar- sinar putih berukuran sedang berjatuhan dari awan gelap bagaikan hujan. Sinar- sinar itu tidak lain adalah petir yang berbentuk pedang yang sangat tajam dan menakutkan. Mereka semua jatuh di lautan pasukan Undied.
Reynal dapat merasakan jika jumlah undied yang ia panggil berkurang dengan sangat cepat, itu lebih dari sepertiga jumlah mereka terbakar oleh pedang petir. Reynal mengambil kesempata ini untuk bergerak semakin cepat. ia menerobos pasukan undied dengan menebas beberapa dari mereka yang menghalangi jalannya. Namun bagi pasukan Reynal, menerobos lautan undied bagaikan mimpi buruk bagi mereka yang mempunyai kultivasi dibawah tingkatan Dewa. Mereka dengan santai di bantai oleh pasukan undied yang tidak sempat di tebas oleh Reynal.
Tetua Parsi dari arah kota hanya bisa berdecak kagum dengan akting dan sandiwara Reynal. Disatu sisi ia seperti membantai pasukan musuh dengan hujan- hujan petirnya, namun disisi lain ia berusaha untuk mengurangi jumlah pasukan yang ia pimpin sedikit demi sedikit dengan menerobos pasukan Undied.
Akhirnya dengan usahanya yang keras, Reynal berhasil membawa keluar pasukannya dari kepungan musuh. Namun ia memasang wajah suram sebab hanya tersisa 100 orang dari pasukannya dengan selain dirinya hanya 20 pendekar dewa yang selamat. Lima pendekar dewa lainnya tewas karena menyelamatkan para pasukan yang lainnya.
“Kita tidak punya waktu untuk berduka, musuh masih dapat mengejar kita! Lebih baik untuk segera pergi dari tempat ini” Reynal kembali terbang dengan cepat menjauh dari sana diikuti oleh para pendekar dewa.. Pendekar yang tersisa hanya bisa melihat sedih kawan dan keluarga mereka yang gugur hari ini sebelum akhirnya mengikuti Reynal pergi dari sana.
__ADS_1