Dark Game

Dark Game
~~ Edisi Pulang ~~


__ADS_3

“Apakah mereka sering bertindak seperti ini?” Tanya Reynal pada Farid dan yang lainnya.


Farid mengangguk, “Sebetulnya mereka setiap bulannya datang untuk meminta pajak pengamanan di wilayah ini. Tapi semakin lama, mereka semakin banyak meminta pajak sampai kemudian mereka meminta para pemuda di desa ini”


“Sialan, kelompok mereka sudah terlalu kejam. Awalnya saya tidak ingin ikut campur dalam 2 kubu ini tapi sepertinya saya akan berhubungan dengan keduanya.” Reynal menggeleng kecil. Ia kemudian bertanya apakah ketiganya ingin menjadi kuat?


“Dengan kekuatan kalian, sungguh tidak akan bisa melindungi desa ini dengan baik. Saya berniat untuk melakukan perlawanan tapi saya sendiri tentu tidak akan bisa untuk melakukannya. Sebab itu saya ingin mengajak kalian untuk bergabung. Bagaimana?”


Ketiganya terdiam cukup lama, sampai kemudian Farid dengan ragu- ragu menjawab. “Kami ingin bergabung tapi kami tidak mampu untuk bersaing kekuatan. Kami bahkan belum menjadi pendekar Bintang”


“Masalah kekuatan itu urusan kecil. Yang paling penting apakah kalian bertiga ingin bergabung atau tidak?” Jawab Reynal dengan sabar.


“Ya kami mau!” Farid segera menjawab.


Reynal mengangguk puas, Ia menjetikkan jarinya seketika itu juga energi yang kuat menyelimuti tubuh Farid, Hasan dan Husain. Ketiganya panik diawal sampai kemudian terkejut mendapati energi di dalam tubuh mereka semakin meningkat sampai kemudian mereka menembus tingkat Bintang dan menjadi pendekar sejati di dunia ini.


Mereka bertiga sangat senang, Farid bahkan tertawa bahagia merasakan kekuatan yang selama ini ia impikan. Begitupula Hasan dan Husain, mereka berdua bahkan melompat kesenangan seperti anak- anak. Reynal yang melihat tingkah mereka tertawa kecil.


“Menjadi pendekar bintang saja telah membuat mereka begitu bahagia.” Reynal tertawa.


“Sudahlah, kalian memiliki misi pertama kali ini!” Reynal menghentikan mereka bertiga.


Farid, Hasan dan Husain segera terdiam, mereka nampak serius mendengarkan misi pertama mereka.


“Saya tidak tahu apakah desa ini adalah satu- satunya yang ada di gurun ini. Tapi mengingat kubu penyelemat kemari maka itu artinya ada lebih dari 1 desa disini. Saya ingin kalian mengunjungi desa- desa itu dan menawarkan bantuan untuk bergabung dengan desa ini. Kita mungkin akan memulai perlawanan dari sini”


Ketiganya semakin bersemangat, mereka kini memiliki kekuatan setara dengan para utusan membuat para penduduk desa lainnya mungkin akan mendengarkan mereka.


“Pergilah, untuk sementara desa ini akan berada di bawah perlindungan saya”


Ketiganya tidak ragu segera pergi mencari desa- desa yang berada di sekitar. Memang benar dugaan Reynal bahwa ada desa lain di sekitar daerah gurun itu. Mereka setidaknya ada 10 desa yang masing- masing berjarak lebih dari 10 kilometer.


Bersamaan dengan perginya Farid, Hasan dan Husain. Reynal membuat perlindungan untuk desa tersebut. Perlindungan yang dibuat oleh Reynal tidak tanggung- tangung. Itu mampu menahan serangan dari pendekar Matahari.


“Saya akan mengembangkan desa ini menjadi unit pertahanan di daerah gurun. Setelah saya menghancurkan basis dua kubu itu di daerah gurun maka mungkin para pendekar yang kembali dari dunia Soun dapat mendengarnya dan bergabung kemari.” Reynal mengangguk puas memikirkan rencananya.

__ADS_1


Di pusat gurun, markas kubu penyelamat. Seorang pria tua terlihat sangat marah ketika melihat 5 buah kristal nyawa di ruang anggota pecah. Kristal nyawa adalah kristal yang berfungsi untuk memberikan tanda bahwa nyawa seseorang masih hidup atau tidak.


Cara penggunaan dari kristal nyawa ini adalah cukup dengan mengisinya dengan energi kita lalu kemudian kistal itu akan bercahaya. Kapan si pengisi energi dari kristal nyawa tewas maka kristal nyawa tersebut juga akan pecah disaat yang bersamaan.


Kelima kristal nyawa yang pecah tidak diragukan lagi adalah milik dari para utusan yang dibunuh oleh Reynal. Tetua itu sangat marah dan segera menyampaikan berita tersebut pada para tetua.


“Mereka semua dikirim untuk mengambil para pemuda untuk tambahan pasukan kita bukan? Lalu mengapa mereka bisa tewas? Apakah kubu penguasa yang membunuh mereka?”


“Tidak diragukan lagi, siapa yang memiliki kekuatan itu selain mereka? Sialan, kubu penguasa itu semakin menjadi – jadi. Kita tidak boleh membiarkan hal ini”


Para tetua berdiskusi dengan kesal mengenai kematian para utusan. Mereka segera menyalahkan kubu penguasa dan tidak menyadari sesuatu yang lebih besar dari kubu penguasa tengah bersiap menghadapi mereka.


Reynal kini telah memilih beberapa pemuda dan pemudi serta usia paruh baya untuk dijadikan pendekar. Mereka semua sangat menginginkan menjadi pendekar setelah merasakan kehilangan, mereka ingin kekuatan mereka berguna untuk setidaknya melindungi desa ini.


Reynal mengabulkan permitaan mereka semua dan menjadi mereka pendekar bintang 1. Mereka sangat senang dan segera menjalankan misi yang diberikan oleh Reynal.


“Kumpulkan semua bahan- bahan ini, juga berjaga- jagalah jangan sampai kedua kubu itu mengetahui kalian!” Reynal memperingatkan.


Reynal baru saja mengetahui bahwa selain kedua kubu, ada juga ancaman untuk para penduduk desa. Mereka adalah para monster yang muncul entah dari mana. Kekuatan mereka bervariasi dan untuk desa kecil ini, para monster biasanya sekuat para pendekar bintang atau lebih lemah.


“Karena munculnya energi dan kekuatan membuat teknologi dibumi telah sangat menurun. Jika saya mampu menciptakan sebuah teknologi yang tak kalah canggih dan kuatnya dengan para pendekar maka itu akan sangat baik!” Ide- ide gila Reynal kembali muncul dan memberinya rencana- rencana gilanya.


Entah mengapa Reynal merasakan kembali petualangannya ketika pertama kali menginjakkan dunia Soun. Saat itu ia lemah dan kemudian berusaha bangkit sampai akhirnya menciptakan Akademi Beladiri yang menjadi salah satu kekuatan terkuat di dunia Soun.


Ia percaya, usahanya kali ini juga akan membuahkan hasil. Ia ingin menciptakan kubu ketiga yang mampu mengusir 2 kubu lainnya beserta para monster dan mengembalikan tatanan bumi seperti sedia kala.


Farid, Hasan dan Husain telah kembali setelah 10 jam mengunjungi berbagai desa kecil yang ada di gurun. Mereka telah mengajak para warga yang tersisa disana untuk bergabung dengan mereka. Tapi hanya sebagian yang setuju dan sebagian yang lain tidak percaya bahkan mengatakan jika ketiganya omong kosong.


“Tuan, para warga dari desa lainnya mungkin akan mencapai desa ini dalam waktu 2 sampai 3 hari!” Farid memberi laporan.


Reynal mengangguk. “Kalau begitu kalian bisa kembali berlatih, besok pagi sampaikan kepada semua pendekar untuk berkumpul di sebuah lapangan. Saya akan mengajarkan kalian beberapa teknik untuk membantu meningkatkan kekuatan kalian!” Ketiganya berterimakasih sebelum pamit.


“Ada 14 pendekar ditambah dengan Farid, Hasan dan Husain total ada 17. Saya akan memperkenalkan mereka mengenai 10 kekuatan yang ada. Dengan begitu pemahaman mereka akan sedikit terbuka. Setelah pembangunan markas, saya akan membuat beberapa keterampilan untuk masing- masing kekuatan dan menyimpannya disana!”


Reynal tidak perlu takut jika ada pengkhiat yang akan mencuri dan membocorkan ilmunya sebab ketika ia menjadi mereka semua pendekar, Reynal telah memberikan mereka sihir deteksi yang akan membuat mereka terbunuh seketika ketika memiliki pemikiran untuk berkhianat.

__ADS_1


Keesokan paginya, para pendekar telah berkumpul di lapangan. Reynal kemudian mulai menjelaskan mengenai 10 kekuatan yang ada. Ia juga memberitahukan pada masing- masing pendekar untuk berlatih pada jenis ilmu tunggal sebab akan menambah peluang untuk meningkat dengan cepat ketimbang mempelajari 2 hingga beberapa ilmu.


Tentu saja Reynal juga menjelaskan mengenai ilmu racun, pengobatan dan keterampilan pada mereka.


“Diantara keterampilan, ada keterampilan membuat obat, membuat senjata dan membuat jimat. Ketiga keterampilan ini sangat dibutuhkan  namun juga sangat sulit untuk di kuasai sebab itu jika beberapa dari kalian memang merasa tidak cocok pada 10 kekuatan utama maka datanglah padaku setelah ini. Mungkin kalian memiliki keterampilan racun, pengobatan ataupun membuat senjata dan jimat”ucap Reynal menutup penjelasannya.


Tidak lama, Reynal menerima 3 orang. Mereka mengaku jika ketiganya sulit untuk memahami teknik- teknik dari 10 kekuatan sehingga mencoba untuk bertanya pada Reynal. Dan benar saja, ketiganya memang tidak cocok dalam 10 ilmu tersebut sebab mereka masing- masing ahli dalam hal racun.


Akhirnya Reynal mengajarkan mereka bertiga secara pribadi mengenai penggunaan racun pada kekuatan. Reynal juga menyarankan agar mereka bisa menguasai ilmu elemen Air yang memudahkan mereka untuk menggunakan racun ketika menyerang.


Hari- hari kemudian berjalan tenang, sampai Farid datang dan memberitahukan jika beberapa orang dari kubu pahlawan datang dan meminta untuk bertemu dengan Reynal.


“Apa tingkat kekuatan mereka?” tanya Reynal.


Farid dengan sigap menjawab, “Mereka sebenarnya kelompok lain untuk mengumpulkan pajak, tapi ketika melihat beberapa pendekar ada di desa ini, mereka memutuskan untuk bertemu dengan tuan”


Reynal mengangguk, “Lalu bisakah kalian membawa mereka kemari?”


Farid tersenyum kecut dan menjawab, “Kami telah meminta mereka untuk kemari, tapi mereka mengatakan jika tuan yang harus kesana. Mereka sama sekali tidak menghormati tuan”


Reynal tersenyum tipis mendengarnya, “Sifat manusia setelah memiliki sedikit kekuatan telah berubah seperti ia adalah yang paling kuat.” gumamnya.


“Kalian bisa membawa mereka kemari, pastikan untuk membuat sambutan yang ramah untuk para tamu kita” ucap Zhen Yuan.


Farid sedikit paham dengan maksud sambutan ramah, ia segera kembali ke gerbang dan memanggil Hasan dan Husain untuk menyeret para utusan itu. Kekuatan ketiganya dibawa bimbingan Zhen Yuan telah sangat berkembang. Mereka tidak lagi berada pada tingkat bintang 1 melainkan telah melangkah menjadi bintang 2.


Menyeret paksa para pendekar bintang 1 adalah hal yang semudah mengangkat kuku jari mereka. Dengan cepat 5 orang berbaring tak berdaya dengan luka- luka ditubuh mereka. Reynal menatap kelimanya dengan acuh tak acuh, “Kalian benar- benar sombong, bahkan tidak memberi hormat pada tuan!” Husein yang memiliki badan paling besar segera mengambil ketiganya dan membuat mereka bertiga terbalik.


Wajah mereka menyentuh tanah dan sejajar dengan kaki Reynal sementara  tangan dan kaki mereka diikat hingga terlihat warna talinya memerah karena darah.


“Kalian dari kubu pahlawan?” Reynal mengangkat alisnya, ia kemudian mengirimkan kekuatan yang sangat kuat hingga membuat mereka tewas di tempat.


Farid yang melihat kekejaman Reynal sedikit terkejut, sebelumnya ia mengira Reynal akan mengampuni mereka karena salah mengira sifatnya.


“Jika kita ingin mengubah dunia ini seperti dulu maka bukan hanya kecerdasan dan hati yang dermawan tapi kekejaman juga sama dibutuhkannya. Kau harus kejam pada musuhmu agar mereka benar- benar takut jika melihatmu.” Reynal berkata. Farid diam- diam mengangguk dan memasukkan ucapan Reynal di dalam hidupnya.

__ADS_1


“Pergi berlatih, saya ingin melihat beberapa dari kalian telah meningkat selama sebulan kedepan!” Reynal yang masih dalam mode kejam segera membentak Farid membuatnya segera pergi ketakutan.


__ADS_2